
Seorang, baru saja sampai di mall terbesar. Setelah, sampai seorang wanita langsung turun dari mobil kakak'nya, dia berlari ke dalam mall tujuannya adalah ke toko tas. Dia, ingin membeli tas keluaran terbaru, Dia, lalu meminta kepada penjaga toko untuk mengambil tas yang dia pesan.
Penjaga, toko, lalu mengambil barang yang sudah di pesan oleh nona Tania Putri Adhikara. Ya, wanita yang hampir kehilangan nyawanya karena demi sebuah tas branded.
Sang, kakak yang melihat kelakuan adiknya merasa geram, karena Tania menyuruhnya mengebut hanya agar bisa mendapatkan tas branded. Itu, hal yang sangat tidak masuk di akal.
"Kak, bayarin ya? Soalnya aku belum mendapatkan uang jajan dari kakak." ucap tania sambil mengedipkan matanya. Agar, kakak'nya mau membayarkan barang branded nya.
Mau tidak mau, vernando memberikan kartu kredit kepada adiknya yang gila akan barang branded. Setelah pembayaran selesai mereka langsung keluar dari mall. Namun, Tania meminta vernando untuk singgah di cafe yang tidak jauh dari mall.
Lagi dan lagi, vernando hanya menuruti keinginan adiknya itu. Lalu, mobil yang di tumpaki oleh keduanya berhenti di cafe yang berada di sebrang jalan.
Keduanya masuk kedalam cafe. Namun, entah sengaja atau tidak mata vernando bertatapan dengan wanita yang sedang duduk bersama dengan keluarga kecilnya. Vernando, terdiam sesaat saat melihat tatapan seorang wanita kepada dirinya.
"Mata, itu? Muka itu? Kenapa, dia sangat mirip sekali dengannya?" batin vernando, lalu dia kembali berjalan setelah adiknya memanggil dirinya,
Begitupun, dengan wanita yang di tatap oleh vernando dia juga merasakan sesuatu kepada vernando. "Siapa, dia. Kenapa sangat tidak asing dengan wajahnya?" batin hazel. Ya, wanita itu adalah hazel, yang masih setia di tempat itu untuk menikmati kebersamaan mereka.
Bahkan, keduanya sering curi-curi pandang karena rasa penasaran yang begitu dalam di dalam hati mereka saat melihat wajah mereka satu sama lain.
Namun, karena makanan yang di pesan kedua green dan gray sudah habis mereka berdua pun meminta dia untuk pulang karena hari sudah mulai malam. Bukan, itu alasan kedua bocah jail, karena keduanya sudah memiliki rencana kusus untuk kedua orang tuanya itu.
Jadi, Grey's dan hazel menujui permintaan kedua anaknya untuk pulang, Namun, mereka akan pulang ke kediaman Marquez. Karena, grey baru saja di telpon oleh mama'nya kalau dia ingin bertemu dengan hazel dan juga kedua cucunya itu.
__ADS_1
Jadi, hazel menyetujui untuk berkunjung ke kediaman Marquez, dia juga sangat merindukan adik sepupunya itu. Yang, sedang hamil besar,
**
Sebuah mobil berhenti di pekarangan rumah Marquez. Lalu turunlah seorang kedua seorang anak laki-laki. Yang, langsung berlari menemui grandma'nya. Lalu, di susul oleh kedua orang tuanya.
"Sayang, aku benar-benar sangat bahagia bisa kenal denganmu? Walaupun awal hubungan kita di dasari oleh kebohongan dan kekejaman ku?" ucap Grey's.
"Sudah, aku bilang Grey's, sebaiknya kita lupakan masa lalu dan kita harus menata masa depan. Aku, tidak ingin masa laluku menghantuiku, jadi aku ingin melupakan dan mengubur dalam-dalam kenangan buruk" ucap hazel kepada Grey's.
Grey's, pun tersenyum mendengar kata-kata hazel, lalu dia menarik tubuh hazel kedalam pelukannya, dan ia mengecup kening hazel. Setelah acara berpelukan mereka melepaskan pelukannya satu sama lain, ke-dua terdiam sejenak sebelum Grey's mengangkat dagu hazel dan ia mencium bibir hazel. Yang, membuat merek terbawa suasana dan ciuman mereka saling dalam bahkan yang semula kecupan menjadi *******.
"Apa, kalian tak malu melakukan hal itu di depan umum?" tanya seorang pria kepada kakak dan calon kakak ipar. Sontak kedua anak Adam dan hawa melepaskan ciuman mereka. Lalu keduanya menatap seorang pria yang tak lain adalah Vernon yang berdiri di depan pintu.
"Kenapa?" tanya Grey's.
Mendengar suara datar dan dingin adiknya membuat kedua orang itu memicingkan matanya, hazel merasa takut jika dirinya melakukan kesalahan begitupun dengan Grey's. Mereka, takut jika kalau hubungan mereka akan berakhir.
Dengan langkah pelan mereka memasuki pintu utama mansion Marquez. Dan, dia berjalan kearah ruang keluarga yang semuanya sudah berkumpul menjadi satu. Hal, itu membuat rasa kegugupan terjadi pada diri hazel.
Apa, Grey's juga sama hal karena dia mendengar tatapan dari Hendrik bahkan tatapan itu seakan-akan tatapan membunuh apa dia gagal dalam membangun sebuah kerajaan buat mereka.
"Duduklah!!" titah vinton kepada cucu dan cucu dari Rudra. Namun, dengan rasa takut dia duduk di sofa yang sudah di sediakan oleh mereka. Untuk, duduk.
__ADS_1
"Apa, kalian tau kesalahan kalian?" ucap Rudra kepada Grey's dengan tatapan tajam suara datar dan dingin.
Glek..!! Grey's, menelan ludahnya sendiri mendengar suara dari Rudra, dia sudah pasti ia melakukan kesalahan yang dirinya tidak tau kesalahan apa yang dia buat.
"Ke...Kesalahan, apa yang kami buat opa,?" tanya hazel kepada opa rudra.
"Apa, kalian tidak ingin mengakui kesalahan kalian. Kepada, kami hah?!" ucap Rudra.
"Kami, benar-benar tidak tau kesalahan apa yang kami buat opa? Aku, berani bersumpah kalau aku tidak melakukan kesalahan Apa-apa." ucap Grey's, kepada Rudra. Dia, berusaha menyakinkan Keluarga'nya kalau mereka tidak melakukan kesalahan apapun.
"Teryata, kau tidak ingin mengaku, sebaiknya kau lupakan CUCUKU!!" pinta Rudra kepada Grey's, yang membuat Grey's merasakan lemas.
Bruk..!! Grey's, teryata ke lantai dengan kaki di tekuk. Lalu, dia memohon. untuk tidak melakukan hal itu kepada dirinya, karena dia sangat mencintai bahkan sangat menyayangi dia apapun yang terjadi dia akan mengorbankan nyawa demi hidup bersama orang tercintanya.
"Bangun, lah" titah vinton kepada Grey's, untuk segera bangun dari bersimpuhnya. Dia, tidak ingin. kalau, Cucunya harus seperti ini walaupun di depan calon mertua.
"Tidak, kek aku akan seperti ini sampai opa Rudra mengijinkan aku untuk bersama dengan hazel." ucap Grey's, yang membuat semua orang tertawa terbahak-bahak melihat semua itu. Sebenarnya mereka ingi terus melakukan hal itu, tapi tidak tega dengan permohonan Grey's kepada Rudra.
"APA, KALIAN SUDAH SIAP. UNTUK, MENIKAH SAMPAI KAMU MEMOHON KEPADAKU AGAR TIDAK MENJAUHKAN KAMU DENGAN CUCUKU?!" ucap Rudra, yang membuat Grey's dan hazel menatap dengan kebingungan. Namun, mendengar hal itu membuat Grey's bangkit dan lalu berkata dengan lantang.
"Kami, sudah siap untuk menikah opa?" ucap Grey's kepada Rudra.
"Cih, terus apa hubungannya denganku hah?" ucap Rudra dengan sinis.
__ADS_1
"Bukannya, opa bilang kepada kami kalau aku dan hazel sudah siapa apa belum?" tanya Grey's dan di angguki oleh hazel.
"Iya..Sih, tapi jika kalian...?"