
"KAUUU.. Baiklah aku akan membelikan mansion itu untuk adik ipar tersayang, dan aku juga akan membelinya atas namamu puas kau."Ujar Grey's, menekan setiap kata-katanya untuk sang adik ipar.
Mereka, tak ingin mati dengan azab yang terus mengikuti dirinya. Bahkan mereka takut jika suatu saat nanti mereka mati, jasadnya bisa-bisa di jadikan makan hewan. Oh mereka tak bisa membayangkan.
"Aduh, raja kutub report- report. Sebenarnya aku tak memaksa raja kutub untuk beli, tapi jika raja kutub tak keberatan juga tidak apa-apa aku ikhlas kok."
Oh Tuhan, saat ini Grey's ingin. sekali membunuh wanita di depannya karena, sudah menguji kesabarannya.padalah dia yang meminta dan dia sendiri yang mengancam dirinya dengan dosa-dosa yang ia tidak ketahui.
"Oh saya ikhlas banget ratu bunglon.. Bahkan saking ikhlas kakak memberikan berapa mobil buat dirimu."
"Oh benarkah kak. Aku sangat berterima kasih."
Lalu Grey's menelpon anak buahnya dan mengatakan untuk membeli mansion yang ia Kirin, berserta alamatnya. Ia juga meminta untuk membeli atas nama adik iparnya, Tak lupa juga suruh mengirimkan 20 mobil dengan berbeda-beda jenis.
Semua orang menganga tak percaya kalau Grey's dengan mudah membelinya.
Virendra Bingung dengan apa yang terlah di lakukan oleh istrinya. Yang terlalu berani meminta kepada kakak'nya yang notabenenya pria berhati dingin. Seorang ketua mafia yang sangat kejam dan keji, tapi di depan Vanandya dia seperti tak berkutik.
Victor juga merasa bahagia akhirnya bisa pindah juga dari mansion ini. Lalu ia pun memerintahkan mereka untuk bersiap-siap karena besok mereka akan pindah dari mansion ini tanpa ada yang ketinggal.
"Sayang apa ini tak berlebihan?"
"Tidak papa mah, lagian ini buat nyonya muda. Jadi aku akan memberikan kepada ratu bunglon."
Sebenarnya Vanandya tak membutuhkan semua ini, pasalnya mahar yang di berikan oleh suaminya tak main-main. Mulai dari 5% Saham, 18 mansion, 15 apartemen, 21 hotel, 39 mobil, 5 pulau pribadi, 19 black card, 6 jett pribadinya, 4 kapal pesiar, 8 helikopter, dan masih banyak lagi,. mungkin semua itu paksaan dari sang Oma.
Ketiga pria itu lalu pergi keluar mansion untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda, mereka harus menyelesaikan perkerjaan'nya sebelum jam 18 malam.
Vanandya menatap sang mertua ia meminta maaf kepada mertuanya itu. Karena merasa tak enak hati meminta kepada anaknya sang mertua, ia tau mamahnya tidak suka dengan wanita yang suka ngabisin duit.
Mama Rebecca pun tersenyum melihat wajah sedih mantu'nya karena merasa bersalah terlah menmaatkan anaknya untuk meminta mansion baru.
__ADS_1
Rebecca lalu mengatakan kalau. Vanandya tidak bersalah, palahan ia merasa bangga karena terlah memiliki mantu yang pemberani. Bahkan baru kali ini ada seorang wanita yang meminta kepada anak sulungnya, selai adik-adiknya dan juga mantan Grey's tidak ada yang berani meminta kepadanya.
Lalu Rebecca membawa mantunya untuk segera pergi ke butik karena malam ini mereka akan menghadiri acara makan malam keluarga.
**
Saat ini ke-dua wanita beda generasi pun berjalan memasuki butik, banyak tatapan kagum saat wanita itu datang ke butiknya. Namun mereka, menatap satu wanita musang yang sangat cantik bahkan kecantikan mari purna.
Rebecca dan Vanandya pun mendatangi pegawai butik yang ada di situ.
"Tolong berikan aku sebuah gaun Terbagus tercantik Ter elegan. buat mantu saya."
Mereka yang ada di butik terkejut dengan perkataan sang nyonya berpengaruh di dunia.
Mereka tak menyangka mantu keluarga Marquez sangat cantik bahkan dari segi penampilan dia seperti seorang bangsawan.
Ada berapa orang yang terkagum-kagum dengan Vanandya yang berhasil menjadi seorang mantu muda generasi ke 4 dari keluarga Marquez.
Nyonya Rebecca meminta kepada mantunya untuk mencoba berwarna biru. Karena menurutnya itu sangat bagus.
Vanandya pun menurut, ia lalu berjalan ke arah tempat ganti baju, setelah selesai ia keluar dari kamar ganti. Ia lalu berjalan ke arah mertuanya.
Rebecca menyelisir setiap penampilan mantu'nya namun dengan warna biru, kurang cocok di gunakan. Lalu ia menjurus baju lain, Yaitu baju berwarna hitam.
Dengan sabar Vanandya kembali ke ruang ganti, dan ia melepaskan kain itu. Dan di gantikan olehkain berwarna hitam, setelah selesai menggunakan gaun berwarna hitam ia keluar dari ruang ganti.
Vanandya berjalan mendekati mertuanya. Lagi-lagi dia menggelengkan kepalanya tanda tak setuju. Lalu Rebecca memilihkan gaun berwarna putih.
Vanandya kembali ke ruang gati, ia melepaskan gaun hitam, dan memasangkan gaun berwarna putih ke tubuhnya.
Ia berjalan ke arah mertuanya dan mendekati sang mertua. Lagi-lagi mereka menggelengkan kepalanya. Lalu mengusulkan gaun berwarna merah,
__ADS_1
Vanandya merasakan cape jika harus bergonta-ganti baju, jika yang terakhir tak cocok akan. ku pastikan aku akan membakar gedung ini karena tak memberikan gaun yang cocok untuk ia pakai,
Dengan cemberut ia mengganti gaun berwarna putih ke gaun berwarna merah. Ia merasakan dag Dig dug, jika ini tak cocok berarti dirinya akan membakar gedung ini.
Srekkkk. Suara korden penutup ruang ganti itu, saat ia keluar banyak pasang mata mengarah kepada dirinya. Ia tak tau apakah gaun yang ia kenakan cocok atau tidak ia tak tau, biarkan Sang mertua.
Rebecca menatap tak percaya kepada mantunya, mantu'nya terlihat sangat cantik bahkan ini super cantik. Bahkan jika ia seorang pria mungkin akan tertarik dengan mantu'nya itu.
Cek Rek. Suara lensa kamera pemotret wanita yang sangat cantik itu. Rebecca juga memfoto mantu'nya dan ia kirimkan kepada anak bodohnya itu. Ia ingin tau reaksi sang Anank bodoh itu gimana.
Saat sudah sampai di depan sang mama, Vanandya bertanya apakah gaun yang ia gunakan pantes.
"Ya Tuhan, gaun ini sangat cantik untuk kamu pakai."
"Beneran mah?"
"Iya sayang kamu sangat cantik."
"Syukur deh kalau gaun ini cocok, jika tidak aku akan benar-benar membakar habis nih bangunan."
"Apa sayang?, kamu ingin membakar nih gedung."
Semua karyawan itu pun terkejut dengan perkataan nyonya'nya itu, merekapun berlutut di depan mereka untuk memaafkan mereka, karena terlah memberikan pelayanan yang tidak sesuai ekspektasi mereka.
Vanandya pun meminta mereka untuk berdiri dari duduknya, ia tak akan membakar gedung ini asalkan permintaan ia adalah agar mereka tak sombong dan sok semena-mena terhadap karyawan rendah.
Ia juga meminta kepada mereka, jika suatu saat nanti ia kembali kesini, ia tak ingin kejadian milih-Memilih terulang kembali.
Ia pun kembali ke ruang ganti, dan mengganti bajunya dengan dress yang ia gunakan. Setelah selesai ia pun kembali ke lobi. Dan menyerahkan baju itu kepada karyawan. Saat mereka sedang asik mengobrol ada seseorang memanggilnya.
"Sayang...
__ADS_1