
Sebuah, pedesaan yang sangat asri jauh dari polusi. Bahkan, hanya di kelilingi oleh pegunungan dan pepohonan, membuat siapa aja betah untuk tinggal di situ. Lalu, datanglah sebuah mobil Lamborghini Aventador. Yang, singgah di pedésaan itu.
Setelah, sampai seorang pria turun dari mobilnya lalu, ia berjalan ke arah pintu penumpang. Ia, membuka puntu mobil,
"Silahkan, keluar tuan putri?" ucap seorang pria yang tak lain adalah Valdes Hutabarat. Dan, ia pun mengulurkan tangannya. Untuk membantu istrinya turun dari mobil.
Vanandya, menerima uluran tangan suami'nya, lalu vanandya keluar dari mobil. Dengan, di bantu, oleh Valdes. Saat, sudah turun, vanandya sangat terpukau, melihat pemandangan. Di, depannya dengan, rumah di samping, sungai. Bahkan tidak jauh dari situ ada sebuah air terjun. Yang, terletak di belakang rumah.
"Sayang, ini sangatlah indah?" ujar, Vanandya dengan sangat senang. Lalu, Vanandya, berjalan mendekati sungai ia pun duduk di pinggir sungai. Dengan, kaki yang di masukan kedalam air.
"Tentu saja, sangat indah. Bahkan, pedesaan ini jauh dari polusi," kata Valdes, yang ikut duduk bersama dengan vanandya istri tercintanya.
"Kamu, tau tempat ini dari mana sayang? Perasaan kamu aktifitasnya cuma di rumah, ke kantor cuma sedang gabut aja?" tanya Vanandya,
Memang, benar apa yang di katakan oleh vanandya, kalau Valdes berangkat ke kantor cuma sedang gabut, aja selebihnya dia serahkan kepada seluruh asisten dan sekertaris'nya. Itu, adalah contoh yang tidak boleh di tiru.
"Jangan, salah yang. Aku, sudah mengawasi mereka dari jauh, bahkan. Aku, sudah membuat monitor LCD, agar mereka semua melihat ku," ucap Valdes, yang tidak ingin di salahkan.
Vanandya, hanya menganggukkan kepala, yang tidak ingin berdebat lebih lama dengan suaminya itu. Namun, dia termenung, memikirkan putrinya di sana, karena saat ini dirinya jauh dari kota.
__ADS_1
Valdes, menatap ke arah Vanandya, yang sedang termenung, ia tau pasti istrinya sedang memikirkan putri mereka di mansion Marquez. Lalu, valdes menjelaskan kalau Putrinya sudah aman, dia tidak akan terluka, karena dia sudah menyewa penjaga dan baby sitter yang sudah di percaya oleh keluarga Marquez.
Bukan, tanpa sebab Valdes membawa istrinya ke kampung, karena dia ingin istrinya menikmati hari-harinya dan dia juga tidak ingin kalau istrinya merasa lelah, jadi dia membawa vanandya ke kemari untuk mengistirahatkan tubuh dan otak'nya.
Setelah, terlalu lama mereka di sungai, Valdes mengajak istrinya masuk kedalam rumah, yang sangat sederhana. Bahkan, runs itu jauh dari kata mewah dari rumah milik mereka yang berada di kota.
Saat, ke-dua nya masuk kedalam rumah, Vanandya sangat terkejut melihat isi dari rumah itu, karena barang-barang yang terkesan biasa saja. Namun, sangat mewah. Dan, vanandya kembali terkejut melihat foto pernikahan mereka. Hal, itu membuat Vanandya menatap ke arah Valdes.
"Sayang?" panggil vanandya, dia meminta penjelasan, kenapa ada foto pernikahan mereka, bahkan ada foto anak-anak mereka. Bukan, hanya itu saja bahkan masih bayak foto dirinya yang masih sangat muda mulai foto dari dia SMA. Dan, sampai foto kehamilannya ada di setiap dinding.
"Pasti, sayangku ini ingin mengetahui kenapa ada foto pernikahan kita, bahkan ada. Foto, kamu dan anak-anak kita kan?" tebak Valdes, yang di angguki oleh vanandya, Valdes, menjelaskan, kenapa semua foto-foto itu ada di rumah ini, karena dulu saat vanandya masih SMA kelas satu, dia adalah seorang CEO yang menyamar menjadi siswa di SMA tunas harapan. Sekolah ternama di masanya. Dia, dengan diam-diam memfoto vanandya, walaupun dia harus terkena bully oleh siswa yang berada di sekolah itu. Namun, harapan Valdes masuk di situ membuahkan hasil, dia di selamatkan oleh Vanandya, sampai berbulan-bulan mereka bersama. Sampai dia mengetahui kalau vanandya suka melukis, bahkan di lukisan tersebut vanandya membuat sebuah rumah pedesaan dengan air terjun di belakang rumah dan sungai di samping rumahnya. Setelah, itu, Valdes menyuruh seluruh anak buahnya mencari pedesaan seperti apa yang di gambar oleh Vanandya.
Vanandya, yang mendengar cerita dari Valdes, merasa bersalah. Seharusnya, dia mendengarkan dulu penjelasan dari Valdes, tapi karena rasa marah dia pergi bersama keluarganya.
"Maafkan, aku," ujar vanandya, meminta maaf kepada Valdes,
Valdes, mendengar vanandya meminta maaf, pun langsung membalikan badan Vanandya, agar menghadap dirinya. "Sayang, buat apa minta maaf hm? Aku, juga bersalah karena terlah melakukan itu, andaikan dulu aku tak melakukan itu karena obat, mungkin kebahagiaan kita akan meningkat." ucap Valdes.
"Jadi, mulai sekarang jangan menyalahkan diri kita sendiri, yang berlalu biarlah berlalu dan kita harus menata masa depan yang cerah buat anak-anak kita. Agar, mereka tidak melakukan kesalahan seperti apa yang kita lakukan." sambung Valdes, dengan meluk tubuh istrinya.
__ADS_1
Vanandya, menganggukkan kepala. Dia, tidak menyangka kalau Valdes akan sebijak untuk masalah Keluarga'nya. Walaupun, dia terkesan pendiam dan dingin bahkan terkesan cuek kepada keluarganya tapi di balik itu semua dia adalah pria yang sangat perhatian dengan keluarganya. Bahkan, kepada anaknya.
Setelah mereka berpelukan. Valdes berniat ingin memasak makanan kesukaan istrinya. Karena, hari ini dan hari berikutnya ia tidak ingin istrinya melakukan pekerjaan rumah tangga. Atau memikirkan masalah yang sedang keluarganya hadapi.
Aroma yang di masak oleh Valdes membuat ruangan menjadi menyengat, bahkan vanandya sampai bersih-bersih karena aroma masakan yang menyengat.
"Sayang, kamu masak apa di baunya sangat menyengat ke hidung tau gak?"
"Maafkan, aku sayang. Aku sedang memasak kepiting lada hitam dan udang saus sambal." jawab Valdes. Yang sedang menumis bahan-bahannya.
Setelah sekian lama bergulat dengan peralatan dapur, masakan Valdes sudah matang semua, Sekarang tinggal waktunya penyajian. Vanandya, yang ingin membantu, selalu saja di halangi oleh Valdes. Dengan alasan hari istri sedunia. Hari, dimana istri tetap diam tanpa melakukan perkejaan rumah.
Semua, sudah beres, sekarang waktunya mereka makan dengan nikmat.
Bola mata vanandya membulat sempurna, saat menyicipi hasil masakan dari suaminya, yang teryata sangat lezat, bahkan masakan ia kalah dengan masakannya.
"Sayang, kamu tidak apa-apa? Apa, masakan aku tidak lezat atau tidak enak apa ada yang kurang? Sayang ayok jawab dong jangan membuat aku khawatir," kata Valdes yang melihat reaksi istrinya yang seperti, itu membuat ia semakin takut.
"Yang, jangan bilang kamu alergi dengan masakan aku?" oceh Valdes. Dia, tidak akan tenang sebelum istrinya Bisa berkata kalau dia baik-baik saja.
__ADS_1
"Sayang, ini adalah masakan yang terenak yang pernah aku makan.."