
Valdes yang sedang telepon melihat bayangan di balik tembok ia pun langsung melemparkan pisau ke arah bayangan itu.
SRETTT!! JLEB!!
Sebuah pisau melesat dengan cepat tepat di jantung sosok itu. Ia pun mematikan sambungan teleponnya sepihak. lalu turun bawan, ia ingin melihat siapa yang menjadi mata-mata di dalam keluarga singa'tanduk.
Saat sudah sampai dimana orang itu mati ia mengecek tubuhnya yang sudah mati. karena tak mendapatkan apa-apa ia menyuruh anak buah membakar tubuh pria yang sudah mati itu.
"Kenapa dibunuh"Raut wajah terkejut melihat adiknya membunuh seorang koki yang tidak tidak bersalah.. Karena ia tau kalau Valdes anti membunuh kalau bukan ada penyebabnya.
"Dia adalah mata-mata dari keluarga Cahyani, yang sekarang di gantikan oleh Cahyo Tholense."Ucap Valdes seadanya lalu pergi.
"Sepertinya ada seseorang yang aku lewatkan?"
"Ikut aku."
Valdes membawa kakak'nya ke ruang rahasia yang hanya ia dan Grey's yang mengetahui ruang itu.
"Jadi?"Ucap Grey's to the poin.
Valdes menghembuskan nafas kasar'nya ia menjelaskan tentang keluarga Tholense dari awal sampai akhir. Dan itu membuat Grey's marah madam karena ini menyangkut keselamatan putranya.
"Terus apa masalahnya dengan keluarga Marquez?"
"Karena kakek Lian tau kalau kakek vinton suami dari meneer pun meminta bertemu..."
...FLASHBACK ONN...
Satu minggu sebelum pembunuhan itu berlangsung tuan Lian minta bertemu dengan tuan vinton.karena dia tau akan terjadi sesuatu kepadanya jadi ia ingin menitipkan sebuah barang.
"Tuan Lian tumben ingin bertemu dengan saya?"
"Hm sebaiknya kita tidak perlu basa-basi aku kesini ingin menitipkan seluruh aset pribadi THOLENSE GROUP kepadamu untuk di berikan kepada cucuku kelak,, Dan aku minta kalian dukung cucuku untuk mengambil alih perusahaan keluargaku dan disini juga ada perusahaan milik istriku."
Tuan vinton yang awalnya menolak pun percuma karena melihat raut wajah keputus asaan. Ia pun dengan dengan berat hati menerima aset Tholense.
Setelah pertemuan dengan vinton, Lian pun kembali ke rumah untuk rehat sejenak. Namun saat baru memejamkan mata ia mendengar bising-bising dari luar saat ia melihat teryata itu adalah Anak buah mamah tirinya. Dengan tergesa-gesa ia mencari cucunya namun sebelum menemukan keberadaan sang cucu anak buah Cahyani dan yang lain langsung meringkus habis tuan Lian.
"Selamat... Tinggal... cucuku...yang... cantik.. kau harus menjadi kuat tanpa kakek."Setelah itupun Lian Tholense tewas dengan mengenaskan.
__ADS_1
...FLASHBACK OFF...
"Dari mana kamu mengetahui dengan sedetil ini? Bahkan yang lain masih mengumpulkan kepingan-kepingan pazzel yang membunuh Keluarga itu."
"Aku dapat informasi."
"Sebaiknya kita memperketat penjagaan karena kemungkinan besar mereka akan melakukan penyerangan untuk mengambil aset pribadi THOLENSE GROUP."Ucap Valdes.
"Kau benar, mereka tidak akan tinggal diam lagi karena aset kekayaan Tholense ada di tangan kita, kemungkinan mereka juga akan mengincar keluarga kita."Kata Grey's.
Grey's lalu mengabari anggota mafia untuk memperketat pengawasan dan penjagaan keluarganya. Setelah selesai mereka pun kembali ke kamar masing-masing.
***
Virendra saat ini sedang berada di mansion'nya tempat dimana ia menyekap istrinya.
Ia pun berjalan dengan aura dinginnya memasuki rumahnya ia mendapati tanu yang sedang meringkuk dengan tangan memegang perut'nya.
"Teryata kau lebih melindungi anak dari pria yang tidak jelas asal-usulnya."Ucap sinis virendra.
Tanu tak menghiraukan pertanyaan virendra, karena apapun yang terjadi kepada dirinya ia akan melindungi buah hatinya walaupun virendra tak mau mengakuinya.
Dan malam itu Tanu kembali di siksa dan melayaninya nafsu sang suami.
**
"Dasar brengsek, dia sudah sangat keterlaluan dengan menyiksa dia seperti itu!"Maki seorang wanita sambil melemparkan ponselnya, ia sudah sangat berhati-hati tapi dia palah menyiksa wanita itu.
"Apa yang harus aku lakukan nyonya?"
"Biarkan saja dulu, jika dia benar-benar sudah tidak sanggup lagi baru kita bertindak."
"Tapi nyonya lea?"
Eleanor Roosevelt menatap tajam ke arah asisten pribadi yang membantu mengerjakan laporan perkerjaan'nya.
"Apa cucuku tau?"
"Sepertinya sudah nyonya."
__ADS_1
"Hufhhh.. Sia-sia dong penyamar jadi gadis polos tapi masih di ketahui oleh anak nakal itu. "Gerutu nyonya Eleanor.
"Sebaiknya kalian berhati-hati kepada orang seperti itu.. Karena kita tidak tau se licik apa mereka."Ucap tuan rudra.
Rudra tak ingin Keluarga'nya dalam masalah karena permasalahan tentang harta. Ia tak ingin Keluarga'nya saling membunuh karena harta, jadi ia sering mengajari anak dan cucunya untuk hidup sederhana.. Dan ia meminta kepada mereka untuk mencari ilmu agama bukan harta, karena dengan ilmu agama bisa membuat Keluarga'nya bahagia.
"Kapan prediksi Vanandya akan melahirkan? Dan gimana perusahaan yang dia kelola aman kan?"
Wanita yang tak lain adalah Mirna pun menjelaskan kalau usia kandungan Vanandya hamil tua dan di prediksi akan lahir sekitar dua minggu lagi.. Dan ia juga menjelaskan kalau perusahaan yang di kelola nona baik-baik saja namun ada seseorang pengkhianatan masuk kedalam perusahaan.
"Ck..!! Lihat saja jika dia bermain-main akan aku hancurkan sampai akar-akarnya."Aura kemarahan Rudra meluap ia mengepalkan tangannya, ia tak suka kalau ada orang-orang yang menyakiti keluargaku.
Elea menenangkan hati suami'nya yang sedang di selimuti dengan kemarahan. Ia mengetahui sifat suaminya yang tidak suka dengan orang yang mengusik ketenangan Keluarga'nya.
"Sudahlah suamiku! Yang terpenting kita harus satu langkah darinya.. Dan kita juga harus menggunakan kecerdikan, buktinya Vanandya selama ini mampu mengoceh sang lawan"Ungkap elea kepada sang suami.
Saat mereka sedang memikirkan cara seorang wanita paruh baya mengetok pintu kamar yang mereka tempati.
"Ada apa?"Rudra berkata dengan dingin.
"Maaf tu-tuan sepertinya nona Vanandya akan segera melahirkan."Ucap seorang pelayan.
Eleanor, Rudra dan Mirna pun bergegas menuju ke kamar Vanandya, dan ia segera memerintahkan seluruh tim medis bersiap tak lupa juga memerintahkan bodyguard untuk memperketat pengamanan di area sekitar karena mereka tak ingin ada hal buruk menimpa mereka.
Rudra lalu membopong tubuh cucunya dan ia memasukkan kedalam mobil, Ela dan para wanita pun mengikuti dari belakang.
Di lain sisi seorang pria yang mendapatkan kabar dari sang tuan kalau nona muda akan segera melahirkan ia pun memerintahkan anak buah untuk berjaga di area sekitar dengan penyamaran, agar tidak mencolok di mata musuh.
Saat ini Vanandya sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan sang buah hati tercinta.
"Ya Tuhan selamatkan lah putriku dan juga cucuku."Doa varisa dengan gelisah karena dia merasa cemas
Hendrik dan Hazel hanya bisa menenangkan varisa.
Ceklek! Pintu ruangan terbuka.
Varisa langsung bangkit dari duduknya dan menanyakan keadaan putri dan juga cucunya.
Seorang dokter perempuan pun tersenyum. "Selamat nyonya tuan, putri anda sudah melahirkan dengan selamat"Ungkap sang dokter.
__ADS_1
Mereka pun hanya bisa bersujud syukur.
"Sayang kamu mau kemana?"