
"Bisakah kalian berhenti...?" suara bariton membuat valdes dan Amira menatap ke arah suara itu. Yang, seketika membuat mereka terkejut bukan main.
Axel yang sengaja membawa anaknya ke kediaman marquez untuk mengambil barang yang di butuhkan oleh ara. Namun, saat sudah sampai mereka terkejut dengan pertengkaran yang terlah Amira dan valdes buat,
"Buat apa kamu kesini hah?" bentak amira.
"Tadinya aku ingin membawa ara pulang kesini tapi kenyataannya salah besar. Kamu tidak menginginkan anakku," ucap Axel dengan dingin. Ia benar-benar sangat kecewa akan apa yang terlah di katakan oleh amira, tadinya dirinya ingin menikahi amira.Tapi, dengan sifat Amira seperti itu ia harus berpikir dua kali. "Apa kamu sadar amira? Dengan, perkataan kamu membuat hati ara hancur. Bahkan, ara sudah sangat benci dengan kamu Amira.! Dan, karena keegoisan kamu kak vanandya mengalami depresi, asalkan kamu tau Amira kalau yang melakukan itu adalah melisa. Orang, yang ingin menghancurkan kamu dengan cara menyuruh sepuluh orang buat melakukan itu kepada kamu." sambung Axel, walaupun berbicara dengan sangat tenang dengan nada suaranya mengandung kemarahan yang sangat besar.
Amira syok. Namun, semua itu tak bertahan lama, dia kembali seperti semula, dia masih saja kekeh karena ulah vanandya dirinya harus hamil di luar nikah.
"Cukup Amira cukup! Jika kamu seperti ini terus kakak lebih baik tak ingin memiliki seorang adik yang sangat kejam seperti kamu." ucap valdes berlalu pergi keluar dari kediaman marquez.
Bodyguard sudah siap saat valdes keluar dari kediaman marquez. Karena, saat ini keadaan masih belum aman, karena masih ada berapa wartawan yang terus mengejar dan menanyakan tentang vanandya.
"Mulai saat ini ara akan tinggal bersama denganku? Jadi mulai saat ini juga kamu tak berhak menyentuh putraku." ucap Axel dengan dingin, ia juga langsung pergi dari kediaman marquez.
"Akhhhhhh! Brengsek.!" maki Amira, Merasa, marah karena vanandya hidupnya maki hancur, lalu ia menelpon seorang polisi untuk membuat laporan atas pa yang terlah Vanandya lakukan terhadap dirinya.
"Lihat saja vanandya hidupmu akan segera berakhir di dalam sel tahanan." gumam Amira.
***
Saat ini seorang pria sedang bersama dengan kekasihnya sedang mengamati tentang kasus yang menimpa vanandya. Yang, semakin hari semakin trending di kalangan jagat Maya.
"Gre. Apa yang harus kita lakukan? Aku takut mental adikku semakin memburuk." ucap hazel kepada pria disampingnya yang sedang menonton siaran televisi.
"Kamu tak perlu khawatir. Karena anak buahku sedang mencari bukti dan mencari orang siapa yang terlah berbuat seperti ini." jawab Grey's.
Hazel terus saja menelpon vanandya dan Valdes. Namun, tak ada jawaban dari mereka, dan karena itu membuat hazel semakin khawatir akan kondisi vanandya, apa lagi ia melihat di berita saat vanandya di lempari tomat dan berapa hal lainnya.
Ia, juga sudah menyuruh Oma, opa dan kedua orangtuanya yang mendadak pergi ke dataran eropa untuk melakukan pertemuan besar. Dan, untungnya mereka sedang pulang ke Indonesia saat melihat vanandya di fitnah.
__ADS_1
"Gre, apa kamu sudah menemukan keberadaan vanandya?"
"Sudah, saat ini dia sedang berada di sebuah mansion kraton yang terletak tidak jauh dari ibu kota."
Hazel yang mendengar Grey's sudah menemukan pun segera meminta kepada Grey's untuk mengantarkan dirinya menemui sang adik.
**
Sementara di rumah sakit, sudah banyak penjaga yang menjaga tempat itu dari para wartawan. Karena, ingin menemui mereka. Dan, itu pun di larang oleh tuan vinton yang sangat malas membahas itu.
"Yah?" ucap Victor.
"Ayah sudah tau. Tinggal mereka saja yang menyelesaikan masalah mereka," ucap vinton. Yang, sedang menemani istrinya satu lagi,
"Mungkin ini salah aku yah. Karena, salah mendidik anak-anakku sampai mereka berbuat seperti itu." sambung Victor.
"Ini sepenuhnya bukan kesalahan kamu, atau kita, ini semua memang sudah takdir yang memang harus kita jalanin." ucap faisal yang mendengar perkataan adik tirinya.
Mereka kembali terdiam. Karena masalah satu belum selesai masalah yang lain kembali muncul, apa lagi saat ini mereka masih belum sadar dari komanya.
"Ada apa dok? Apa istriku baik-baik saja?" tanya Faisal kepada sang dokter.
Dokter itu pun tersenyum kepada faisal. Yang, membuat faisal merasa heran dengan senyum dokter muda itu. "Ada apa?"
"Tidak ada tuan.. Aku cuma mau mengasih tau kalau nyonya Kimberly sudah sadar saat ini dia sedang mencari ada tuan." ucap sang dokter.
Faisal yang mendengar itu pun merasa bahagia karena istrinya terlah sadar. Ia pun langsung bergegas menemui sang istri yang sangat ia rindukan berapa bulan ini.
Ceklek!! Pintu ruangan terbuka dengan pelan,.ia pun berjalan mendekati ranjang sang istri. "Sayang kamu sudah sadar?" ucap faisal dengan nada sedih.
"Aku belum sadar pak duda!"
__ADS_1
Mendengar namanya di sebut ia benar-benar merasakan kebahagiaan yang jauh lebih besar. Ia sangat merindukan istrinya mengucapkan pak duda kepadanya.
"Mami mana?" tanya Kimberly.
"Dia saat ini masih kritis di ruangan sebelah." ucap Faisal.
Mendengar mami kritis hati kimberly merasa sedih, ia ingi sekali memeluk maminya yang sangat dia rindukan sejak masih kecil.
"Papi?"
"Sedangkan papi, berada di luar negeri bersama keluarga lacerta." ucap Faisal, yang membuat Kimberly terdiam dengan kesedihannya. Karena, ia belu. melihat wajah sang orangtuanya.
Saat ia akan berbicara lagi mulutnya sudah di bungkam oleh faisal ia tak ingin istrinya banyak berbicara untuk saat ini. Apa lagi dia baru saja sadar dari koma,
"Mami akhirnya kamu sadar juga, aku merindukanmu?" ucap seorang pria yang baru saja datang di ruangan itu. Dengan, senang ia langsung memeluk maminya yang sedang tiduran, tidak perduli di tatap oleh sang raja hutan. Yang, terpenting dirinya bisa melepaskan rindu.
Begitu pun dengan Kimberly. Yang, terkejut saat melihat anak sambung'nya ada di hadapannya. Tadi apa?, dirinya di panggil oleh mami. Kimberly pun merasa bahagia anaknya mau memanggil dirinya dengan mami, walau umur mereka tidak jauh. Tapi, kim merasa senang.
"Kamu kapan pulang?" tanya Kimberly.
"Waktu saat pem..." ucapan Laksh terpotong saat mendapati papinya sedang menatap dirinya dengan tajam. Untuk jangan memberi tau terlebih dahulu prihal kematian mama meneer.
"Pem.. Apa?" tanya Kimberly.
"Maksud waktu di kabarkan mami mengalami kecelakaan. Jadi, aku cepat pulang kesini." ucap laksh yang sedikit terbata.
Faisal lalu menyuruh anaknya untuk keluar dari ruangan Kimberly sebelum dirinya yang mengusir anaknya. Mendengar, itu mau tidak mau laksh Keluar dari ruang perawatan mami'nya. Dengan, tampang kesal kepada sang mami.
***
"Sayang saat ini gimana kondisi kamu apa sudah jauh lebih baik?"
__ADS_1
"Kamu tak perlu risau aku sudah baikan kok?"
"Sayang saat ini bunda dan ayah.. Sedang kemari,"