CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 219


__ADS_3

Sepasang suami-isteri berlari ke ruangan yang di tempati oleh kakak'nya ia benar-benar sangat mencemaskan keadaannya setelah mengetahui kalau kakak'nya mengalami kecelakaan jatuh dari tangga.


Walaupun ia sendiri kondisinya juga sedang tidak baik-baik saja karena kejadian kemarin. Namun ia tidak memperdulikan, yang terpenting sekarang ia ingin melihat keadaan kakak'nya.


Setelah menemukan ruangan di mama kakaknya berada ia langsung membuka paksa pintu ruangan tersebut. Dengan lumayan keras karena saking mencemaskan nya.


Vanandya nayesha lacerta . W. H. D,


Valdes Hutabarat Marquez,


Mereka adalah Vanandya dan Valdes. Valdes hanya menggelengkan kepala saat melihat tingkah istrinya yang di luar nalar. Namun ia tetap mencintai wanita itu jadi apapun tingkah yang di miliki oleh istrinya ia menganggap itu adalah lucu.


Sontak orang yang berada di dalam ruangan terkejut melihat hal itu sampai seorang nenek tua mengusap dadanya karena terkejut dengan apa yang di lakukan oleh orang yang membuka pintu.


"Vanda, bisa tidak kalau buka pintu pelan-pelan? nanti kalau hazel terkejut langsung bangun bagaimana hah?" tegur seorang nenek yang tak lain adalah Eleanor.


Vanandya, yang mendengar teguran dari oma'nya hanya cengengesan saja. Entah kenapa ia berperilaku seperti anak kecil padahal dirinya tidak seperti itu sebelumnya?


Vanandya pun meminta maaf kepada semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut karena ia salah terlah membuka pintu cukup keras. Untungnya pintunya tidak rusak, jika rusak maka mereka yang harus mengganti.


Setelah meminta maaf Vanandya berjalan mendekati sang kakak ia meminta kepada Grey's untuk melihat kakak'nya.


Grey's pun berdiri dari duduk'nya dan beralih duduk di sofa yang sudah ada anggota keluarga lacerta di situ. Ia menanyakan tentang kejadian kemarin kepada adiknya.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Grey's, karena benar-benar mencemaskan keadaan adiknya apa lagi ini yang kedua kali Valdes melakukan kesalahan yang sangat fatal.


"Seperti, yang kau lihat aku, baik-baik saja tapi aku akan menyembuhkan rasa trauma yang ada di anak-anak dan Vanandya, karena kejadian-kejadian kemarin Vanandya harus mimpi buruk, bahkan anak-anak juga merasakan hal yang sama." jelas Valdes kepada kakak dan yang lain hanya mendengarkan saja.

__ADS_1


Rudra menimpali pembicaraan mereka berdua. Ia menanyakan tentang kronologi kecelakaan itu, karena mereka memang belum mengetahui pasti tentang berita kemarin.


Valdes menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan, Ia mulai menceritakan tentang apa yang terjadi kemarin karena saat itu memang dirinya yang mengendarai kereta. Tapi, saat mereka melintas yang menggabungkan jalanan dengan rel, ada sebuah mobil yang yang berjalan cukup kencang, karena kejadian tidak bisa di hindari mobil itu terpental cukup jauh.


Mendengar semua itu mereka semua terdiam jadi memang bukan salah dari kereta tapi salah mobil itu sendiri karena mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


"Sekarang, dimana anak-anak?" tanya Eleanor.


"Mereka Sekarang sedang beristirahat di rumah bersama dengan duo G mungkin karena kecapean jadi langsung istirahat." ucap Valdes.


"Bukannya duo G sedang ber kemping?" tanya Grey's, yang memang mengetahui kalau mereka sedang ada acara sekolah.


"Tadi, saat kami pulang kesini kami melihat duo G sedang menunggu kendaraan dari sekolah, karena tidak ingin duo G kelelahan kami mengajak mereka pulang." ucap Valdes.


"Seperti, saat ini kamu jangan pulang dulu karena mama sudah memberi tau kepada duo G, kalau kalian sedang berada di luar negri untuk perjalanan bisnis." sambung Valdes kepada Grey's.


"Siapa duo G itu?" tanya Bart kepada mereka.


Semua orang saling menatap, mereka lupa kalau Bart belum mengetahui kalau hazel sudah memiliki seorang anak yang sudah besar.


Rudra berdehem dan ia membuka suara ia mengatakan yang sebenarnya kepada Bart.


"Duo G, adalah Grayland dan Greenland, mereka berdua adalah anak-anak dari hazel dan Grey's. Cucu kandung kamu," ucap Rudra mengatakan kepada Bart kalau duo G adalah cucu-cucu dari Bart sendiri.


"Jadi, putriku sudah memiliki seorang anak? Dan mereka sudah besar-besar? Aku tidak menyangka kalau aku sudah memiliki seorang cucu." ujar Bart, yang sangat senang kalau ia sudah menjadi seorang kakek.


"Benar om eh pah, mereka adalah cucu-cucu mu anak dari kami, nanti kalau hazel sudah sembuh dan menerima kamu sebagai ayah kandungnya, aku berjanji akan menemukan kamu dengan mereka." ucap Grey's.

__ADS_1


Valdes menatap kakak dan keluarganya karena mereka sudah mengetahui akan sosok seorang pria di depannya itu. Lalu, ia mengatakan kepada kakak'nya.


"Jadi, kalian sudah mengetahui kalau tuan Bart adalah ayah kandung dari hazel?" tanya Valdes,


"Dari mana kamu mengetahui semua itu?" Grey's balik tanya kepada adiknya, begitupun dengan keluarga lacerta yang terdapat vernando, Pitaloka, Oma Eleanor dan opa Rudra.


Valdes tersenyum lalu menjelaskan kepada mereka kalau sebenarnya saat ia bertemu dengan tuan Bart ia dan Vanandya sudah mengetahui sejak lama, tapi mereka merahasiakan Semuanya sampai waktunya terbongkar sendiri.


"Jadi, kamu sudah mengetahui sejak awal? Kenapa kamu tidak bilang sama kami?" tanya Rudra.


Sementara di posisi Vanandya, ia sedang menangisi kakak'nya yang tak kunjung bangun. Bahkan ia sudah berusaha berbagi cara tapi kakak'nya tetap saja tidak bangun.


"Kak, bangun lah apa kamu tidak kasian sama saya?" tanya vanandya dengan isak tangisnya.


"Lihat, kak kamu harus bangun bantu aku mengalahkan para penjahat yang ingin menghancurkan kita." ucap Vanandya kembali.


**


Di sisi lain tepatnya di kediaman lacerta. Seorang pria sedang marah-marah karena tindakan varisa yang selalu saja menyembunyikan sesuatu dari dirinya.


"Lihat, aku sudah berusaha untuk memaafkan kamu karena kamu sudah menyembunyikan semua yang terjadi kepada keluarga mu. Aku waktu itu memaklumi saat kamu menceritakan tentang keluarga mu di saat berada di makam, Tapi, cerita itu belum sangat detil jadi aku percaya kalau Keluarga kamu mengalami satu hal yang membuat keluarga kamu mati.dalam satu kecelakaan.! Dan, kemana kamu pergi jangan bilang kamu menemui laki-laki itu ayah dari hazel?" bentak Hendrik.


"Aku, sudah berulang kali meminta maaf kepadamu tapi kenyataannya tidak kamu tidak akan pernah memaafkan ku. Dan aku kemarin karena aku ingin menenangkan diri, aku juga berharap kalau kamu akan mencari'ku tapi apa aku merasa kalau kamu sedang tidak mencari keberadaan ku?" varisa juga membentak suaminya.


"Jangan, kamu mengalihkan pembicaraan, aku sudah berusaha mencari kamu, tapi kamunya saja yang tidak pernah bisa di temukan karena pelindung yang di. buat oleh keluarga mu itu," ucap Hendrik.


"Terserah, mau apa kamu sekarang yang jelas aku sudah pusing memikirkan masalah yang belum selesai dan sekarang di tambah masalah kita."

__ADS_1


"Bisa tidak kalian berhenti bertengkar?"


__ADS_2