CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 234


__ADS_3

Setelah berapa di kamar mandi Vanandya keluar dari kamar mandi. Mereka baru saja melakukan kegiatan panas di dalam kamar mandi dan itu vanandya yang meminta lebih dulu.


Karena Valdes tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang Vanandya mau ia pun langsung melakukan dengan sangat senang karena jarang-jarang vanandya meminta dirinya melakukan itu. Dan Valdes hanya menyelesaikan berapa jam saja dan dia juga baru melakukan dua ronde saja.


Vanandya pun berjalan ke arah walk in closet. Dan memilih baju untuk ia kenakan ia juga memilih baju untuk Valdes, karena bingung mau memakai baju apa ia memanggil Valdes.


"Sayang!" panggil vanandya.


"Dalem sayang, hm hm?" ucap Valdes. Yang langsung memeluk tubuh Vanandya dari belakang, yang masih belum menggunakan baju.


"Aku bingung mau memilih baju yang mana kamu bisa tidak memilihkan baju untuk ku?" tanya Vanandya.


"Hm, sepertinya kamu cocok pake baju yang ini deh?" ucap Valdes yang langsung mengambil pakaian untuk vanandya.


"Baju ini sudah pernah aku pakai?" ucap Vanandya.


"Kalau gitu buang saja besok aku akan ajak kamu ke mall untuk shopping," ucap Valdes.


Ia dengan enteng membuang pakaian Vanandya ke tempat sampah yang berada di tangannya. Karena jika sang istri mengatakan itu ia dengan mudah membuang pakaian Vanandya.


"Kok di buang?" tanya Vanandya dengan syok.


Bagaimana bisa Valdes membuang pakaian dirinya saat ia mengatakan baru pernah ke pakai.


"Bukannya kamu bilang kalau pakaian itu sudah pernah ke pakai? jadi buang saja gak bermanfaat juga memakai baju yang sudah pernah di gunakan." ucap Valdes.


Ia pun berjalan menyusuri lemari yang berisikan pakaian vanandya, karena kebanyakan lemari itu berisi pakaian Vanandya, pakaian miliknya mah hanya separuhnya saja.


Setelah berapa mencari ia pun menemukan pakaian yang menurutnya sangat cocok untuk Vanandya Pakai apa lagi dengan tubuh Vanandya yang sangat ramping membuat pakaian itu sangat sesuai dengan tubuh yang di miliki oleh vanandya.


"Sudah pakai ini saja. Lalu setelah itu pakaikan aku baju," ucap Valdes yang langsung meninggalkan Vanandya di walk in closet.

__ADS_1


Dengan kesal Vanandya memakai pakaian yang di pilihkan oleh Valdes dan ia pun juga memakai kalung liontin yang di berikan oleh Valdes. Tak lupa juga ia juga memakai jam tangan yang sewarna dengan pakaian yang dirinya pakai.


Setelah selesai ia pun mengambil pakaian milik suaminya, lalu ia keluar dari walk in closet dan berjalan menghampiri suaminya yang sibuk bermain ponsel.


"Ini pakailah?" ucap vanandya.


Valdes yang sedang sedang berkutat di ponselnya pun langsung menghentikan lalu ia menaikan alisnya dan menatap ke arah Vanandya. Apa dia lupa atau bagaimana, kan dirinya sudah bilang kalau ia ingin sekali Vanandya yang menggunakan


"Pakaikan lah?" ujar Valdes.


Vanandya membulatkan matanya mendengar permintaan Valdes, ia pun langsung menolak tidak ingin memakaikan baju untuk Valdes. Mana mungkin ia mau memakai kan untuknya.


Namun, Valdes tetap kekeh meminta Vanandya memakai baju, Alhasil ke-dua nya berdebat perkara memakaikan baju,


Vanandya segera mengancam suaminya jika dia tidak segera memakai baju dengan sendirinya maka ia tidak akan memberikan jatah asupan kepada Valdes.


Dan sebaiknya Valdes juga mengancam istrinya jika dia tidak memakai baju, ia tidak akan memberikan uang bulanan kepada vanandya bahkan ia akan menyita semua black card dan semua fasilitas yang vanandya punya.


Vanandya temtu saja tidak mau mengalah mereka pun saling mengancam satu sama lain karena vanandya tidak mau menuruti keinginan dirinya.


Dengan satu Tarikan Valdes sudah bertel**jang bulat, karena memang dari tadi Valdes belum berpakaian hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang.


"Kita akan melakukan lagi sebelum makan malam berlangsung!" ucap Valdes dengan suara beratnya.


Ia pun langsung membuka baju yang di gunakan oleh vanandya dan ia langsung mengarahkan tongkat sakti'nya masuk ke dalam lubang. Dengan sekali hentakan tongkat itu masuk dengan sempurna. Dan di iringi ******* Vanandya.


Perlahan demi perlahan Valdes menggerakkan pinggulnya yang semakin cepat dan tongkatnya semakin masuk kedalam lubang suci.


Sementara di luar semua keluarga sudah berkumpul dengan tenang dengan menunggu kedatangan putra mahkota dan putri mahkota dari keluarga lacerta.


Rebecca meminta kepada Vernon untuk memanggil kakak'nya karena ini sudah waktunya jam makan malam, jadi mereka harus segera pergi ke ruang keluarga.

__ADS_1


Namun hal itu langsung di tolak oleh Vernon karena ia tidak ingin kejadian seperti dulu terulang dengan melihat kelakuan kakak dan kakak ipar'nya.


Karena Vernon menolak lantas Rebecca meminta kepada Laksh untuk memanggil mereka,


Dengan patuh Laksh memanggil kakak dan kakak iparnya untuk segera turun dan mengikuti jamuan makan malam. Karena sudah Waktunya mereka akan makan.


"Grey's, apa kamu sudah menemukan dimana hazel berada?" tanya Rebecca.


Huff.


Grey's menghembuskan nafas dengan kasar, dari pagi ia belum juga menemukan di mana hazel berada bahkan ia sudah mengabari teman-teman yang dekat dengan hazel tapi mereka tidak mengetahui, ia juga mencari di tempat kesukaan hazel saat sedang bersedih dan ia harus mendapatkan pil pahit ia tidak menemukan hazel berada.


"Aku belum menemukan hazel ma?" ucap Grey's dengan lemah.


"Ya ampun Grey's buat apa sih kamu mencari wanita itu? Ingat Grey's saat ini aku sedang mengandung anak kamu dan kamu harus memberikan perhatian penuh kepadaku jangan pada wanita itu!" ucap Gisel marah, karena Grey's kemih mementingkan hazel yang tidak pulang.


"Bisa diam tidak hah? Kau itu hanya orang luar dan ini semua gara-gara kamu yang membuat hazel pergi dari kediaman." bentak Grey's.


Gisel, melirik ke arah Rebecca dan ia pun berpura-pura sedih karena Grey's membentak dirinya,


Rebecca tentu saja tau kalau saat ini Gisel sedang mengancam dirinya karena Grey's membentak Gisel, karena tidak ingin terjadi sesuatu ia pun langsung berbicara kepada Grey's.


"Grey's sudahlah kamu jangan bentak Gisel seperti itu, apa kamu lupa saat ini Gisel tengah hamil anak kamu," ucap Rebecca yang membela Gisel dengan terpaksa.


Bahkan Grey's dan keluarga yang lain sangat terkejut mendengar apa yang terlah di katakan oleh Rebecca yang seakan-akan membela Gisel.


"Mah? kenapa mama jadi membela wanita itu?" tanya Grey's, yang tidak habis pikir dengan tindakan dan perbuatan sang mama.


"Mama tidak membela dia tapi saat ini kita sedang berada di meja makan jadi jangan ada keributan di meja makan." ucap Rebecca.


Setelah Rebecca mengatakan kepada Grey's, mereka langsung terdiam saat melihat kedatangan tuan besar utama dan nyonya besar utama, mereka datang bersama dengan Valdes, vanandya dan Laksh wajah mereka sangat menegang bahkan merasa canggung satu sama lain.

__ADS_1


Saat sudah duduk mereka pun langsung mendapatkan perintah dari tuan besar utama untuk segera makan.


"Kalian makan melewatkan aku?"


__ADS_2