
Pitaloka dan vernando, saling bertatap mereka tidak mengerti dengan perkataan Tante varisa yang mengatakan seperti itu. Dan, ke-dua nya, menatap ke arah varisa, dia bertanya kepada varisa tentang perkataan dia.
"Vernando, Pitaloka, kamu jangan salah sangka dulu. Karena, istriku tidak berniat melukai kalian. Dengan, mengatakan seperti itu." ujar Hendrik yang tidak ingin vernando salah sangka karena perkataan istrinya.
"Lalu, apa maksud tante berkata seperti itu?" ucap vernando yang mulai tidak nyaman.
Hendrik menjelaskan, kenapa varisa mengatakan seperti itu karena saat itu keluarga Adiwilaga sedang terjadi kehancuran, karena seseorang. Hendrik lalu menunjuk ke arah batu nisan, dia berkata kepada vernando, kenapa di situ tertulis tanggal kematian yang sama, karena mereka di hancurkan oleh orang yang sama. Orang, itu tidak menginginkan kehadiran seorang pria di dalam keluarga Adiwilaga. Karena, jika sampai ada maka orang itu akan tergeser dari posisinya jika ada seorang pria.
Varisa, menganggukkan kepala, saat vernando menatap dirinya. Dia juga menjelaskan kalau itu semua memang benar, varisa juga mengatakan kalau putranya Derik juga ikut mati karena kesalahannya. Tapi, dengan melibatkan orang lain.
Mendengar penjelasan dari om dan Tantenya vernando berbicara dengan dingin kepada Tantenya. "Tante, siapa orang yang terlah menghancurkan keluarga Adiwilaga?" ucap vernando dengan datar.
"Dia, adalah orang yang sangat kejam, sadis, tak punya perasaan, gila harta dan dia juga sangat ambisius untuk memiliki kekuasaan. Dan, ada saatnya kamu mengetahuinya semua itu saat kamu bertemu dengannya." kata varisa dengan mata yang memancar ke depan. Dia, masih ingat betul tentang semua yang terjadi di masa lalunya,
"Sebaiknya, kita pulang saja, karena hari sudah mulai senja dan tidak baik juga untuk berlama-lama di makam." kata, Hendrik, karena mulai tidak nyaman dengan. tempat itu, apa lagi ada pohon beringin yang besar membuat dia merasa merinding.
Mereka, pun langsung pergi meninggalkan makam dengan berat. Vernando masih enggan untuk meninggalkan makam bundanya, tapi ini semua demi kebaikan istrinya yang tengah hamil, hal itu sangat rawan untuk ibu-ibu hamil.
Saat, mereka sudah sampai parkiran mereka berhenti sejenak. Dan, varisa berkata kepada vernando untuk tinggal di kediamannya. Karena dirinya masih ingin tinggal lebih lama lagi bersama anak dari vera.
Awalnya, vernando menolak ajakan dari Tante varisa. Namun, dia teringat kalau dia ingin melihat adiknya, walaupun berbeda ayah tapi dia ingin sekali melihat keadaan adiknya.
__ADS_1
"Tante, bisa kan mengasih tau adik ver? Soalnya, hanya adik ver yang vernando punya. Dia, Adalah adik yang harus vernando jaga." ujar vernando.
Hendrik dan varisa saling bertatap, mereka masih berat untuk mengatakan semua ini, karena sudah puluhan tahun mereka merahasiakan Semuanya. Dan, sekarang harus di bongkar begitu saja. Varisa, lalu menatap ke arah vernando.
"Sayang, bukan Tante tidak ingin mengatakannya, tapi Tante mohon beri tante waktu untuk mengatakan semuanya di waktu yang tepat." ujar varisa.
Ada, rasa kecewa di hati vernando tapi, dia juga tidak bisa berkata-kata, karena dia juga memahami perasaan tantenya. Yang, hidup bersama adiknya selama belasan tahun. Dan, dia harus mengambilnya dan memaksa Tante varisa untuk mengungkapkan jati diri adiknya. Dia tidak ingin egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri..
"Baiklah, Tante jika itu mau Tante, aku tidak memaksa untuk aju ngerti kok perasaan Tante. Tapi, Boleh kan vernando melihat adik vernando?" tanya vernando kepada varisa.
"Boleh, banget sayang. tante palah seneng banget kalau kamu mau tinggal berapa hari di kediaman Tante." ujar varisa dengan senyuman yang manis.
Vernando, pun langsung memeluk tubuh Tantenya dia sangat bahagia bisa bertemu dengan adiknya. Bahkan, dia sempat memanggil varisa dengan sebutan bunda, karena vernando teringat wajah bunda Vera. Dan, hal itu membuat varisa bahagia. Dia malah meminta kepada vernando untuk terus memanggil dirinya bunda. Karena, dia juga teringat putranya yang sudah tiada.
***
"Gimana, apa kamu sudah menemukan keberadaan axel?" tanya seorang pria kepada asisten anak-anaknya.
"Maf, tuan.kami sangat kesulitan mencari keberadaan Axel. Karena, pertahanan mereka yang merahasiakan data-data dan keberadaannya sangat rapi dan kuat." ucap asisten dari Victor.
"Benar, tuan kami sudah melacak dan melakukan berbagai cara tapi hasilnya tetap sama nihil. Tidak ada perubahan, data Axel sangat terjaga." timpal asisten dari Faisal.
__ADS_1
"Sudah, ku duga pasti mereka selalu mengunci rapat semua aktivitas mereka, dan selalu menjaga data pribadi tetap aman. Karena, aku mengetahui sekali sifat Rudra. Yang, sangat menjaga keturunannya." kata vinton yang merasa kesal karena Rudra tidak pernah membuka informasi tentang keberadaan anak dan cucunya. Dia, ingin sekali menghukum Axel karena terlah melakukan kekerasan kepada Amira. Jadi, dia ingin membalas perbuatan Axel dengan setimpal.
"Gimana, kalau kita sekap Hayden? Karena, dari yang saya tau Hayden adalah orang kepercayaan keluarga lacerta. Apa, lagi Hayden di percaya menjadi asisten sekaligus tangan kanan dari putri mahkota. Jadi, kita bisa gunakan Hayden untuk memancing kedatangan mereka kemari." kata asisten dari Laksh, yang membuat mereka yang berada di situ merasa terkejut. Namun, sekulas senyuman tercetak di bibir mereka.
"Sepertinya, ide dia bagus kita bisa gunakan Hayden sebagai alat pemancing untuk mendatangkan keluarga lacerta ke mari." ucap asisten dari Faisal. Yang, menujui perkataan dari asisten dadi Laksh.
Faisal, Laksh dan Victor yang hanya diam saja saat mereka berbicara. Namun, mereka memikirkan tentang Axel. Mereka, masih tidak percaya kalau Axel tega berbuat seperti itu kepada Amira.
Karena, Rebecca adalah seorang ibu, jadi dia tidak akan pernah berbaik hati memaafkan orang yang sudah melukai hati anak-anaknya, dan dia pun menyetujui ide dari asisten Vano.
***
Sementara, di Bali Hayden sedang menikmati liburan bersama kekasih gelapnya Kairo. Karena, mencintai yang bukan jalannya adalah hal yang sangat membahagiakan. Dia, tidak perduli orang berkata apa yang jelas dia bahagia.
Saat, dia sedang berjalan di pinggir pantai dengan sendirinya, karena Kairo mendapatkan kabar dari tuan besarnya membuat dia harus meninggalkan tempat ini berapa hari. Jadi, dia saat ini harus sendirian terlebih dahulu.
Namun, dia melihat seorang wanita sedang membawa anak, itu dengan berlari. Karena, Hayden enggan untuk ikut campur dia pun mengabaikan, sampai akhirnya wanita itu bersembunyi di balik punggung Hayden. Yang, membuat para pria berhenti di depan. Hayden.
"Apa-apaan,kamu main bersembunyi di belakang ku membuat ku dalam masalah saja." ucap Hayden marah kepada wanita yang main bersembunyi di belakangnya.
"Tuan, tampan bisakah kamu membantuku menyelamatkan aku dari para buronan itu. Dia, ingin menjualku ke perbudakan." ucap wanita itu memohon kepada Hayden untuk menyelamatkan dirinya.
__ADS_1
"Hai.. Brengsek, mau apa kalian hah?"