CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 128


__ADS_3

Saat mereka sedang berdebat karena permasalah orang tuanya. Twins, di kejutkan dengan suara yang melengking yang membuat sang twins menatap ke arah asal suara itu. Dan, betapa terkejutnya mereka saat mendapati oma'nya sedang berada di depannya bersama dengan kakak sepupunya. Karena, itu mereka pun turun dari kursi lalu ia mendekati sang Oma dan sang kakak.


Dengan, sopan sang twins menyalami sang Oma dan kakak'nya. Dan, ia bertanya tumben banget oma ke sini gak ngabarin dulu, kan mereka bisa menyuruh asisten pribadi mereka untuk menyiapkan makanan buat ibu ratu.


Varisa dan grayland pun menggelengkan kepalan, tingkah twins tidak jauh berbeda dengan tingkah ayah'mereka. Varisa, bertanya kepada twins, kemana orang tuannya berada, Karena, saat ia datang ia tak melihat keberadaan anak dan mantu'nya itu, yang bikin darah tinggi naik.


Twins hanya menggelengkan kepala, Twins pun menyuruh Oma dan kakak'nya untuk duduk di sofa, dan menyuruh pelayan agar menyiapkan makanan ringan dan minuman. Untuk, di sajikan kepada oma'nya.


Di lain ruangan, pasangan penganten baru saja menyelesaikan kegiatannya dan mereka juga baru beres mandi. Karena, hari ini valdes ada meeting penting ia buru-buru menggunakan kemeja yang bercorak batik khas dari Pekalongan, dengan lengan di lipat. Yang, membuat otot-otot tangannya kelihatan, siapapun yang melihatnya pasti bakalan. terpesona dengan tubuh yang di miliki oleh valdes.


"Bagaimana baby?"


"Tampan!" ucap vanandya seadanya saja. Lalu, mereka keluar dari kamar. Namun, saat mereka menuruni anam tangga, mereka melihat bunda dan keponakannya berada di ruang keluarga.


Vanandya dan Valdes, mendekati bunda'nya yang sedang berada di rumahnya. Keduanya pun mengalami sang bunda. Dengan, lembut Valdes bertanya. Kepada, bunda. "Sejak kapan bunda datang? Kalau bunda ngabarin, pasti aku akan menyambutnya."


"Kau ini tidak perlu berlebihan seperti itu sama bunda? Yang bunda mau kamu giat lah membuat adik buat twins." ucap varisa yang dengan nada bercanda. Sontak, perkataan sang bunda membuat senyum Valdes mengembang, tapi tidak dengan vanandya dia terlihat sangat cemberut karena perkataan sang bunda.


Karena, valdes sudah di telpon oleh asisten pribadi. Ia bergegas pergi ke kantor, setelah berpamitan kepada istri, anak, keponakan, dan ibu mertuanya.


Setelah kepergian suaminya vanandya bergegas ke dapur ia ingin membuat sarapan buat twins dan keponakannya. Dan, di susul oleh varisa yang akan membantu putrinya yang akan memasak.


Saat di dapur varisa bertanya kepada Vanandya tentang hubungannya dengan valdes. Karena, ia masih trauma akan kejadian terulang lagi.


"Sayang hubungan kamu dengan valdes baik-baik saja kan?"


"Kenapa, bunda bertanya seperti itu?" Vanandya balik bertanya kepada bunda'nya.


"Bunda hanya bertanya saja sayang," ucap varisa.


"Tidak ada yang di sembunyikan dari aku kan bunda?" tanya vanandya.

__ADS_1


"Tidak ada Van." ujar varisa cepat,


Mereka pun kembali memasak makanan, sampai makanan yang mereka buat sudah matang. Dan, ia menyajikan hidangan di meja makan. Lalu, ia memanggil anak-anak untuk segera menikmati makanannya.


***


Di kediaman Marquez, saat ini rebecca sedang menyiapkan sesuatu untuk ia bawa ke rumah mantu'nya, setelah kejadian kemarin yang anaknya meminta maaf, hubungan mereka juga sedikit demi sedikit dekat.


"Sayang kamu mau kemana?" tanya Victor kepada istrinya.


"Aku ingin ke tempat vanandya." ujar Rebecca.


Victor mengangguk kepala, lalu ia pergi ke perusahaan yang sedang di bangun. Karena, hari ini ada klien yang datang dari Inggris.


Rebecca yang akan segera berangkat menuju ke rumah Vanandya di hentikan oleh suara seseorang. Jadi mau tidak mau ia melihat ke arah belakang yang terdapat seorang wanita hamil.


"Rebecca.!!"


"Kau ingin kemana?" tanya Kimberly.


"Cih itu bukan urusan kamu!!" ucap Rebecca dengan nada sinis.


"Ayolah Rebecca, aku ikut ya? Pasti kamu ingin. berkunjung ke rumah vanandya." ujar Kimberly dengan muka memelas. Agar, Rebecca mau membawanya bersama dengan dirinya.


Mau tida mau pun, Rebecca mengajak ipar'nya bersama dengan dirinya untuk berkunjung ke rumah Vanandya, dengan sang supir yang membawa mobil'nya. Karena, Rebecca masih takut membawa mobil sendiri, jadi Victor membayar seorang supir pribadi untuk Rebecca.


Mobil, yang di tumpangi Rebecca dan Kimberly melesat meninggalkan kediaman Marquez. Dengan, kecepatan sedang mobil Alphard membelah ibu kota.


Setelah perjalanan 10 menit, mobil Alphard terlah sampai di pekarangan rumah vanandya yang sangat besar dan mewah.


"Jadi ini kraton yang di miliki oleh Vanandya?" ucap Kimberly yang sudah turun dari mobil. Ia terkagum-kagum dengan bangunan di depan'nya. Yang seperti mansion tapi bentuknya seperti kraton, jadi kedua bangunan seperti menyatu bak seperti istana.

__ADS_1


"Ayok kita masuk?" ajak rebecca. Para pengawal yang menjaga kraton itupun memberi hormat kepada kedua wanita di depan mereka. Karena, mereka tau siapa sosok wanita di depannya. Jadi, mereka tidak mencegahnya.


Saat sudah sampai di depan pintu, pelayan membukakan pintu utama, agar kedua nyonya besarnya bisa masuk kedalam. Disaat sudah sampai di dalam kraton ia sangat terkejut pemandangan di dalam. Yang, menampilkan sosok sahabat dan keempat cucunya.


"Varisa?"


"Rebecca?"


Gumam, mereka secara bersamaan, saat melihat satu sama lain. Namun, di hati mereka masih ada kecanggungan, karena permasalahan keluarga yang belum selesai.


Vanandya yang dari arah dapur, habis membersihkan meja makan. Karena, mereka baru saja menyelesaikan sarapannya. Pun melihat kedatangan ibu dan sepupunya sedang berada di sini. Ia lalu menyuruh keduanya duduk.


Mereka pun duduk di sofa yang tidak jauh dari varisa. Menyadari, ada kecanggungan di mereka. Vanandya menyuruh anak-anak agar mencairkan suasana.


"Oma varisa. Grandma, Oma Kim. Aku punya sesuatu loh," ucap agas kepada tiga oma'nya. Yang sangat kaku itu.


Sontak perkataan vagas membuat mereka mengalihkan pandangannya dan menatap sang cucu,


"memangnya kamu punya apa son?" tanya varisa.


"Benar sayang, kamu punya apa?" ucap grandma Rebecca.


Ia menunjukan ponselnya kepada Rebecca dan varisa, yang membuat kedua nenek itu menatap ke arah ponsel vagas. Yang ternyata isinya adalah sebuah video tentang persahabatan mereka. dan vagas juga menunjukkan sebuah surat yang ia dapat di sekolah varisa dan Rebecca.


Keduanya pun terdiam, menyaksikan setiap video yang di tunjukan di dalam ponsel. Mereka lalu bertanya kepada vagas, dari mana dia mendapatkan semua ini. Karena, mereka tak pernah mengasih tau kepada orang-orang.


"Sayang dari mana kamu mendapatkan video oma?" ucap Vanandya yang juga sangat terkejut dengan apa yang dia lihat. bahkan, surat yang di buat oleh bunda dan Rebecca sudah di bingkai.


"Aku tidak sengaja menemukan di sekolah Oma dan grandma. Dan, video dapat dari kamar eyang Miharjo." ucap vagas.


Vanandya tak menyangka kalau tein memiliki kecerdasan di atas rata-rata, bahkan keduanya memiliki bakat masing-masing yang tidak seorang pun mengetahuinya.

__ADS_1


"Kami juga mengetahui kalau Oma memiliki rahasia..!"


__ADS_2