
"Kau ingin tau kenapa anakku melakukan itu? Itu semua karena. Perbuatan anak-anakmu yang menghancurkan keluarga ku."Ucap Risa membentak Rebecca, ia sudah tidak bisa membendung lagi apa yang mereka sembunyikan bertahun-tahun.
"Apa maksud kamu?"Meneer bertanya kepada varisa, karena setahunya cucu-cucunya tidak pernah sekalipun mengganggu ketenangan keluarga lacerta. Karena ia tau betul kalau cucunya tidak pernah melakukan hal keji.
'HAHAHA!' Tawa varisa menggelegar di ruangan itu. Keluarga lacerta hanya diam saja.
"Gara-gara putramu ca, putramu? Anak laki-laki ku harus meninggal dengan tragis. Putra yang aku lahirkan Sampai aku hampir mati, tapi putramu dengan mudah membunuh'nya."Varisa berkata dengan bibir bergetar tak mampu lagi untum menceritakan semuanya. Ia pun sampai terduduk lemas di lantai.
Tentu saja ucapan varisa membuat anggota Marquez terdiam, Rebecca pun memberanikan diri mengatakan maksud perkataan varisa.
"Risa.."Sebelum menyelesaikan ucapannya varisa sudah lebih dulu bersuara sampai membuat Rebecca bungkam.
"Kau ingin tau siapa yang anakmu bunuh Dia adalah derik Lucas Marcell lacerta. Anak pertamaku, anak yang aku harapkan sejak dua tahun pernikahan tapi anakmu tega membunuhnya."
Deghhh!! Grey's, Valdes dan Victor terkejut dengan nama yang pernah mereka lenyapkan dengan tragis karena masalah wanita. Setelah melakukan itu mereka pergi begitu saja,
"Dan, kau ingin tau siapa yang mendonorkan jantung kepada Valdes? Ya dia adalah putraku Derik, setelah di lenyapkan oleh anakmu yang lain, anakmu yang lain mengambil jantung Putraku."Sambungnya.
Rebecca sedetik itupun mengeluarkan air matanya, ia tak menyangka kalau anak yang di bunuh putranya karena wanita adalah anak dari sahabatnya.
"Risa maafkan anakku"Rebecca memohon maaf sambil bersimpuh agar sejajar dengan Risa.
Namun Risa tak menggubris permintaan Rebecca. Ia lalu bangkit dari duduknya,
"Ada satu lagi yang harus ku beri tahu pada kalian? Kalian pasti kenal hazel kan?"Tanya varisa kepada semua orang yang ada di depannya.
Mereka hanya merespon dengan diam, sejujurnya mereka tak ingin membahas wanita rendahan itu yang tega menjebak putranya.
Varisa kembali tersenyum dengan sinis. Entah kenapa ia harus terlihat dengan keluarga ini.
"Wanita rendahan, wanita kampung, wanita jal*Ng, wanita yang mengaku-ngaku hamil anak Grey's, Wanita picik, Wanita yang tak sederajat. Itukan julukan kalian kepada hazel, asalkan kalian tau Hazel Kimberly yang terlah kehilangan kesuciannya karena Grey's yang memaksanya adalah putri pertamaku. Kalian menghancurkan putriku, maka tibalah saatnya aku akan membalas kalian aku akan membunuh kalian semua!!!"Varisa sudah tam bisa di kendalikan dengan emosi dia melemparkan seluruh barang yang berada dj dekatnya dan melemparkan ke sembarang arah.
Hendrik langsung menenangkan istrinya agar tak berbuat jahat ia tak ingin istrinya mengotori tangannya untuk membalas perbuatan mereka.
Rebecca yang melihat itu terdiam, ia sudah paham teryata perkelahian kedua putranya dan hancurnya putrinya karena kesalahan di masa lalu, andai saja dulu ia tak melakukan itu kepada hazel pasti semua ini tidak akan terjadi.
__ADS_1
Oma Eleanor dengan sigap menyuntikkan obat penenang agar mantunya tak melakukan hal di luar nalar.
Rebecca melihat apa yang terjadi langsung mendekatinya, menanyakan apa kenapa varisa seperti itu.
"Apa yang terjadi dengan risa?"
"Ini semua karena kalian, sampai membuat gangguannya terguncang, dia mengalami depresi karena kehilangan putranya, belum lagi dengan hancurnya putrinya."Eleanor berkata dengan sinis. Dengan Vanandya yang berada di sampingnya sambil menangis melihat ibunya kambuh lagi.
Meneer yang melihat semua itu terdiam ia pun bertanya kepada Eleanor. "Apa kamu Lea?"Tanya meneer.
Eleanor pun menatap ke arah meneer dan tersenyum sinis, ia tak menyangka kalau meneer mengenalinya.
Tuan vinton yang mendengar istrinya menyebut nama Lea, mengeratkan pelukannya. Karena ia tau siapa orang yang di sebut Lea itu, ia lalu berbicara kepada Eleanor. "Apa kamu Eleanor orang yang pernah hadir di kehidupan istriku?"Eleanor yang mendapatkan pertanyaan dari vinton tak menggubris perkataannya.
Oma Lea, pun menatap cucunya untuk menenangkan hati varisa, yang saat ini hatinya sedang terguncang.
"Teryata kamu masih mengingatku meneer?"Ucapnya dengan sinis.
"Kaka? Tentu saja aku mengingatmu? Bagaimana bisa aku melupakan kenangan denganmu,"Ucapnya dengan sedih.
"Tapi sayang aku sudah melupakan kenangan bersama dirimu"nyonya Eleanor berbicara dengan dingin kepada wanita yang sangat di kenalinya walaupun sebenernya hatinya merasakan rindu.
"Sudahlah meneer kau tidak usah berpura-pura menjadi baik di depanku ini kan yang kamu mau melihat keturunan ku hancur?"
"Aku tak seperti itu kak? Aku ingin melihat kakak bahagia bukan seperti ini,"Ucapnya dengan sedih.
"Aku sudah bilang jangan menunjukkan kesedihan mu dj depanku."
"Mulai detik ini kita tak memiliki hubungan apapun?!"Sambungnya.
"Maaf nyonya, kenapa anda berkata seperti itu? Apa anda tau kalau istriku dari dulu sering..."Ucapannya terpotong saat melihat istrinya menggelengkan kepalanya, ia tak setuju kalau suaminya memberi tau kepada kakak'nya.
"Sering apa? Sering bahagia di atas penderitaan keluargaku? Kau dan keluarga mu sama saja keluarga perusak!!"
"Sudah cukup, saya dari diam karena istriku tidak ingin kamu terluka. Tapi sekarang saya tidak akan membiarkan kalian bebas, ya emang cucu-cucuku yang terlah membunuh Cucumu, tapi karena perbuatan cucu laki-laki mu yang terlah Membuat anak dan cucu Agni terluka."
__ADS_1
"Mungkin ini karma buat kalian, karena Marquez terlah membunuh ibuku dan anak-anak panti."
Deghhh!
Deghhh!
Deghhh!
Meneer sangat terkejut mengetahui semua'nya, ia lalu menatap suami'nya dan ia lalu menatap ke arah kakak'nya. Ia bertanya apa yang terjadi kepada ibu angkatnya.
"Apa maksud kamu kak? Apa ibu sudah tiada?"
"Ya, ibuku sudah tiada di tangan ayah mertuamu? Apa sekarang kamu puas!!"
...FLASHBACK ONN...
Saat ini keluarga Wangsamiharjo Dimitri, sedang berlibur di pinggiran kota, tepatnya di desa jurig. Tempat yang sangat sejuk membuat keluarga wangsami Harjo damitri sangat betah.
Mereka tinggal tidak jauh dari panti asuhan yang sangat besar,
Mereka pun sedang menikmati makan malam bersamanya.
"Cucu enyang, apakah besok kamu mau ikut bersamaku ke panti asuhan?"Ucap nyonya Miharjo dengan lembut.
"Beneran eyang?"Ucap antusias anak kecil yang berumur 4 tahun itu.
Nyonya Miharjo pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, ia sangat bahagia melihat cicitnya tersenyum bahagia.
Setelah makan malam selesai mereka berkumpul di ruang keluarga sambil bercanda gurau, namun tidak dengan varisa. Varisa saat ini sedang berada di dapur membersihkan bekas makan malamnya dengan wajah yang sedih.
Seorang wanita yang sudah tidak muda lagi pun mendekati wanita yang sedang beberes di dapur.
"Varisa?"Panggil wanita itu kepada varisa.
"EHH.. Eyang? Ada yang bisa Risa bantu?"
__ADS_1
"Tidak ada, sebaiknya kamu duduk dulu."Nyonya Miharjo menyeret cucu mantu'nya untuk duduk di meja makan.
"Apa kamu sedih kamu.."