
Pagi sudah tiba tapi seorang pria tidak kunjung menemukan keberadaan istrinya bahkan. Ia sudah menghubungi teman-teman dekatnya bahkan anak-anaknya tapi mereka tidak mengetahuinya.
Ingin sekali ia menanyakan tentang istrinya kepada ibu
Hendrik lacerta..
Pria, yang saat ini sedang mencari keberadaan istrinya yang sejak kemarin tidak pulang. Bahkan, ibunya tidak mengatakan apapun Kepada dia hanya diam saja.
Saat, sudah berada di perusahaan VND GROUP, Hendrik langsung pergi ke ruangannya ia sedang menggantikan posisi putrinya di dalam perusahaan.
Hendrik bertanya kepada asisten pribadi perusahaan VND GROUP. Yang, sudah di pilihkan oleh hayden, ia bertanya kepadanya tentang perkembangan mencari keberadaan varisa.
Namun, asisten mengatakan kalau ia belum menemukan dimana nyonya varisa berada.
Mendengar akan hal itu Hendrik sangat kesal karena varisa pergi tanpa bilang-bilang terlebih dahulu. Bahkan, ia sangat sulit menemukannya.
Hendrik menyuruh mereka untuk kembali berkerja ia pun berinisiatif untuk menelpon Hayden pria yang sudah menjadi CEO di perusahaan VND GROUP.
Mereka sudah mendiskusikan kalau mereka memberikan salah satu perusahaan cabang kepada Hayden untuk dia kelola.
Setelah,panggilan terhubung dengan Hayden.
"Hallo Hayden."
"Iya hallo tuan, ada yang bisa saya bantu?"
"Hm, sayang ingin kamu mencari keberadaan varisa apa kamu bisa bantu ayah?"
"Akan, saya lakukan tuan."
Setelah, mendengar jawaban dari Hayden. Hendrik pun memutuskan sambungan teleponnya.
***
Mansion Marquez.
Seorang wanita yang sedang berada di kamarnya tertawa jahat. Ia sudah berhasil membuat pria itu bersimpati kepada dirinya.
"Lihat, saja hazel aku akan merebut kembali anak-anak dan suami kamu bahkan aku akan membuat keluarga benci kepada kamu. Oh iya aku juga akan membuat kamu kehilangan bayi yang kamu kandung." gumam seorang wanita.
__ADS_1
Ia sudah merencanakan semua ini dari jauh-jauh hari karena ia tidak rela kalau suami'nya harus berpindah tangan ke hazel.
Gisel Stella Cornelia ..
Wanita yang sangat ambisius ingin memiliki Grey's kembali apapun yang akan ia lakukan asalkan grey jatuh ke tangannya.
Lantas, Gisel pergi keluar dari kamar. Namun, saat ia keluar ia berpapasan dengan putranya green anak yang ia tinggal berapa tahun yang lalu. Bahkan, sekarang Putranya sudah menjadi anak remaja.
"Green," panggil Gisel kepada anaknya.
"Jangan, pernah kau memanggilku karena aku tidak Sudi di panggil oleh wanita seperti kamu." ucap green acuh
Green memasang earphone di telinganya karena tidak ingin mendengar suara dari Gisel, setelah mengatakan itu green pergi dari tempat itu dengan tangan di masukan kedalam saku celananya.
Gisel yang di acuhkan seperti itu mengepalkan tangannya ia marah karena green mengacuhkan dirinya.
"Hazel gara-gara putraku harus berpaling dariku. Aku, tidak akan membiarkan ini terus berlama-lama karena kamu adalah penyebab dari semua'nya." gumam Gisel. yang tanpa sadar ada seorang wanita yang mendengar nya.
Wanita itu tersenyum karena ini adalah kesempatan yang bagus buat mereka untuk menghancurkan keluarga lacerta. Wanita, itu mendekat ke arah Gisel.
"Seperti kamu sangat membenci hazel?" tanya wanita itu.
"Itu bukan urusan kamu!" ucap Gisel. ia langsung pergi dari hadapan wanita itu.
"Seperti kita bisa berkerja sama untuk menghancurkan mereka." ucap wanita itu.
Yulia Rachman..
Wanita, yang mendengar semua apa yang terlah di katakan oleh Gisel ia ingin menawarkan kerja sama untuk menghancurkan mereka semua. Ia lalu menelpon seorang kalau ia akan memanfaatkan keadaan Gisel yang sedang cemburu.
***
Brukk...
Seorang saling bertabrakan satu sama lain tas belanjaan yang di bawa oleh wanita itu terjatuh yang membuat wanita itu langsung memunguti barang belanjaan.
Begitupun dengan seorang pria yang sedang membawa berkas-berkasnya terjatuh karena tabrakan itu.
Setelah mereka sudah membereskan barang-barang yang terjatuh mereka pun berdiri. Namun, saat mereka melihat satu sama lain mereka sangat terkejut. Mereka tidak menyangka kalau mereka akan bertemu ditempat yang sama setelah dimana dulu mereka bertemu.
__ADS_1
"Varisa?"
"Bart?"
Gumam mereka secara bersamaan keduanya memang saling mengenal tapi mereka tidak pernah akur karena varisa sangat membenci pria di hadapannya.
Tapi, tidak dengan Bart ia selalu meluluhkan varisa agar dia mau memaafkan dirinya. Memang kesalahan yang dulu tidak bisa di maafkan apa lagi sampai membuat orang tercintanya harus pergi.
Hahah..
Varisa tertawa sinis karena ia di pertemukan kembali dengan Bart, ingin sekali ia memukul pria di hadapannya. Namun, tidak bisa ia lakukan.
"Varisa?" panggil Bart kepada varisa. Tapi nada suara Bart sangat melemah seperti takut berbicara kepada varisa bahkan untuk menatapnya saja ia tidak berani.
"Jangan pernah kamu sebut nama saya karena saya tidak Sudi nama saya di sebut oleh mulut kamu? apa kamu melupakan apa yang dulu saya katakan?" tanya varisa dengan sinis.
"Aku masih ingat semuanya varisa maka dari itu selagi kita bertemu aku ingin minta maaf dan mengatakan sesuatu tentang.." belum Bart menyelesaikan ucapannya sudah lebih dulu di potong oleh varisa dengan tegas tanpa memperdulikan sekitar.
"Berhenti kamu memanggil nama saya? Dan, jangan harap kamu akan bertemu dengannya karena kami sudah sepakat untuk tidak melakukan kesalahan dengan cara mempertemukan kamu." ucap varisa dengan tegas.
Varisa, sudah paham maksud perkataan dari Bart yang menjalar ke arah mana. maka dari itu ia langsung memotongnya karena ia tidak menyukai kalau dia harus mengetahui semua'nya.
Karena, tidak mendapatkan jawaban dari varisa bart menyeret varisa ke dalam mobil karena jarak mobil dari mereka tidak jauh. Ia melakukan hal itu karena tidak ingin kehilangan kesempatan yang kedua kalinya.
Varisa tentu saja memberontak karena tidak ingin ikut bersama dengan Bart, ia takut jika semuanya bakalan terungkap yang selama ini ia sembunyikan bertahun-tahun lamanya.
Namun, Bart tidak memperdulikan perlawanan varisa yang ia pikirkan saat ini adalah varisa berbicara dengan jujur karena ia sudah mencari bertahun-tahun tidak bertemu.
Dengan kecepatan tinggi Bart mengendari mobil karena itu adalah salah satu kelemahan varisa yang tidak suka di bawa dengan mobil yang berkecepatan tinggi.
"Sebaiknya kamu katakan kepadaku Risa?" ucap Bart dengan sangat keras. Sambil terus fokus mengemudi.
"Saya tidak akan pernah mengatakannya kepada kamu Bart karena apapun yang terjadi aku akan selalu menutup mulutku." ucap varisa yang masih kekeh dengan pendiriannya.
"Cepat katakan atau kita mati bareng karena kita akan impas." bentak Bart dengan sangat serius.
"Kamu jangan gila Bart aku masih ingin hidup sampai aku menemani setiap generasi ku." bentak varisa yang tidak terima jika ia harus mati dengan cara seperti ini.
"Jadi kamu katakan siapa anak aku yang sebenarnya dan dimana dia berada?" Bart sudah habis kesabaran saat ia akan melakukan mobilnya ke arah jurang.
__ADS_1
"Baik-baik aku akan memberi tau kepada kamu kalau anak kamu...?"