
Karena sangat marah hazel pun meminta kepada pelayan untuk menyimpan semua makanan yang berada di meja makan kembali karena Gisel tak menginginkan makanan seperti itu.
Hal itu membuat Meraka tak berani berkutik karena Gisel membuat mereka tidak bisa makan apa lagi anak-anak yang harus pergi bersekolah.
Lantas Vanandya menatap ke arah hazel ia berbicara dengan datar kepada hazel.
"Hwzel apa-apaan kamu? Jika Gisel tidak menginginkan itu tidak apa-apa tapi anak-anak harus makan dan berangkat ke sekolah."
Hazel langsung terdiam mendengar ucapan vanandya, ia pun langsung menyuruh pelayan menyiapkan bekal untuk anak-anaknya itu. Setelah mengatakan itu kepada pelayan hazel langsung pergi keluar entah kemana.
Gisel sangat kesal karena ia tidak bisa makan karena hazel, harusnya hazel peka kalau saat ini dirinya sedang hamil dan butuh asupan gizi. Agar anaknya sehat tapi ini palahan membuat tak jadi makan.
Setelah bekal siap pelayan memberikan bekal itu kepada anak-anak yang berjumlah lima orang. Anak-anak lalu pergi setelah mendapatkan bekal tidak lupa mereka berpamitan kepada orang tua mereka masing-masing.
Ruangan kembali sunyi dengan kepergian anak-anak. Namun mereka di kejutkan dengan kedatangan orang yang tidak mereka kenal masuk ke dalam rumah, tapi mereka menyakinkan kalau orang itu adalah seorang pengacara karena dari cara berpakaian seperti pengacara.
"Selamat pagi nyonya!" ucap seorang pria.
"Selamat pagi. Kebetulan saya sudah menunggu kehadiran mu, karena saya tidak sabar lagi untuk mengambil semua kekayaan Marquez dari tangan hazel agar saya lah yang menjadi penguasa di mansion ini." ucap Eriska.
Gisel, Ameera dan Yulia sangat senang karena kedatangan pengacara yang di sewa oleh Eriska sudah datang itu tandanya mereka bakalan bisa menguasai mansion ini. Dan mereka juga bisa menyingkirkan Marquez family dan hazel dongong itu.
"Apa nyonya memiliki berkas kepemilikan?" tanya pengacara itu.
Eriska pun menganggukkan kepala. Ia sudah ada berkas kepemilikan di tangannya dan ia pun mengambil berkas itu di kamarnya,
Semua keluarga Marquez kembali terkejut dengan apa yang di lihat dan di dengar kalau Eriska berhasil mengambil berkas kepemilikan aset Marquez dari tangan hazel. Hal itu membuat mereka merasa cemas dengan apa yang akan terjadi.
Eriska kembali dengan menenteng berkas kepemilikan yang berada di tangannya. Lalu ia pun langsung menyerahkan berkas itu kepada pengacara yang suda ia bayar.
Pengacara menerima berkas itu dari tangan Eriska lalu ia membacanya dengan sangat teliti. Namun hal yang sangat di luar nalar terjadi. Pengacara itu tertawa terbahak-bahak setelah membaca ini dari berkas itu.
"Ada apa?" tanya Eriska.
"Nyonya yakin ingin melakukannya?" tanya pengacara.
"Ya saya yakin, karena saya ingin segera melakukannya agar semua ini menjadi milik saya." ucap Eriska dengan angkuh.
"Nyonya apa anda tidak ingin membaca dulu isi dari berkas ini?" tanya pengacara.
__ADS_1
Mendengar hal itu Eriska sangat penasaran lalu ia pun mengambil berkas itu dari tangan pengacara dengan kasar, ia membaca isi dari berkas tersebut dengan sangat teliti.
Sontak setelah membaca berkas itu kemarahannya kepada hazel semakin meningkat karena isi dari berkas itu adalah.
Persetujuan lubang kuburan untuk empat orang dan persetujuan kalau mereka siap untuk meninggal tanpa ada paksaan sedikitpun jika ada yang menuntut maka orang yang menuntut lah yang akan masuk penjara.
Itulah kira-kira isi dari berkas itu. Mana mungkin mereka mau menyerahkan nyawanya untuk hazel.
Marquez family mendengar itu menahan tawanya sampai ada yang sakit perut karena menahan tawa.
"HAZELLLL!! Kemari kamu!!" teriak Eriska yang sangat menggema di ruangan tersebut.
Hazel yang sedang berada di kamar langsung terkejut mendengar teriakan dari wanita lampir dari lantai bawah.
"Dasar lampir, tidak bisakah membuat aku tenang sehari, dasar lampir kerjaannya selau buat masalah. Untung kau lampir kalau manusia udah ku cincang-cincang." gerutu hazel.
Saat sudah sampai di lantai dasar hazel menatap mereka semua dengan datar, karena sudah mengganggu waktu istirahatnya,
"Ada apa?"
Bugh.
Puhfff.
Hazel tertawa terbahak-bahak membaca isi berkas tersebut lalu menatap ke arah Eriska.
"Ada yang salah kah? seharusnya kalian bersyukur kalau saya dengan suka rela memberikan empat kuburan buat kalian mati nanti. Karena saya yakin kalau kalian tidak sanggup bayar pemakaman kalian kan kalian sudah mati." ucap hazel.
Plakkk.
Eriska menampar pipi hazel dengan sangat keras sampai hazel memalingkan wajahnya ke arah samping karena tamparan tersebut.
"Berani sekali anda menampar saya!"
"Tentu saja berani, karena kamu hanya semut kecil yang harus di hancurkan oleh ku." bentak Eriska.
Namun bukan hazel namanya kalau tidak membalas perbuatan Eriska, bahkan ia membalasnya dengan sangat kejam lebih parah.
PLAKK..
__ADS_1
PLAKK.
Kedua tamparan yang hazel berikan kepada Eriska lebih keras dari tamparan yang Eriska berikan kepada hazel.
"Hazel berani sekali kamu melakukan ini kepada Tante kamu? Asalkan kamu aku ini Tante kamu adik dari mama kamu." ucap Eriska
"Hah? Apa saya tidak salah dengar tante? mana ada aku memiliki tante seperti lampir begitu, itu tidak ada sejarahnya." ucap hazel.
"Kau berani sekali kau!" bentak Eriska.
"Terimakasih sudah datang, kamu boleh pergi dari sini." ucap hazel kepada pengacara.
Pengacara itu pun langsung pergi dari tempat itu karena ia sudah tidak ada kerjaan lagi di tempat Keluarga Marquez.
Hazel langsung menyuruh mereka melakukan pekerjaan rumah karena ia tidak ingin kalau rumah terkena debu atau kotoran sedikit pun jadi hazel menyuruh Ameera dan Gisel untuk berkerja.
Perlakuan hazel yang sangat kejam membuat mereka dia saja dan menuruti keinginan hazel. Untuk membersihkan mansion, karena mereka sudah tidak bisa berkutik karena semakin hari hazel semakin kejam kepada mereka.
Hal itu membuat kebencian Marquez kepada hazel semakin membesar. Bahkan Grey's hanya diam saja tak ingin lagi bertegur sapa dengan hazel.Para pria di jadikan ob di perusahaan mereka sendiri sedangkan para wanita di jadikan pembantu di mansion mereka.
Bahkan mereka jarang istirahat karena hazel selalu memerintah mereka kapanpun semau hazel.
Saat ini Eriska sedang berada dj kamar bersama dengan kacung-kacungnya. Yang setiap saat bisa Eriska andalkan.
"Kita akan melakukan penyerangan kepada mereka sampai membuat mereka tersiksa, agar hazel mau menyerahkan berkas kekuasaannya kepada kita."
"Caranya bagaimana?" tanya Gisel.
"Kita tunggu saja sampai waktunya tiba saat ini kita biarkan saja dia berkuasa tapi setelah melakukan itu kitalah yang akan. menjadi seorang penguasa dari lima negara." ucap Eriska.
"Lima negara?" Gisel mengulangi lagi perkataan dari Eriska.
Plak.
Ameera menggeplak tangan Gisel yang terlalu bodoh. Ia menjelaskan kalau Marquez group memiliki lima lima karena kekayaan Marquez tidak bisa di hitung menggunakan tangan. Karena satu persen aset saja memiliki berapa kekayaan.
***
"Nenek... Aku harus apa sekarang?"
__ADS_1