
Malam hari sudah tiba saat ini semua anggota keluarga Marquez sedang berkumpul di ruang keluarga, mereka habis makan malam. Dengan tidak berselera karena. Ada wanita yang bikin mereka geram.
Mereka ingin sekali mengusir wanita itu. Namun mereka tidak bisa berkutik saat mereka melihat dokumen kalau Eriska pemilik sebagai mansion Marquez.
Rebecca, baru ingat kalau putra ke-tiga nya tidak Ada di kediaman Marquez sejak kemarin apa lagi ia juga tidak melihat Tanu ataupun Lian. Ia bertanya-tanya sebenarnya kemana mereka pergi sampai tidak pamit kepada dirinya ataupun Keluarga'nya?
Saat mereka sedang berkumpul hazel turun dari kamarnya dengan tatapan tajam, bahkan ia masih sangat membenci Grey's karena apa yang di buat Grey's sangat menghancurkan dirinya.
Vanandya dan Rebecca yang melihat hazel berjalan ke arah mereka langsung bangkit dan membantu hazel untuk duduk di sofa.
"Kak, are okay?" tanya vanandya.
"Aku baik-baik saja." jawab hazel.
"Sayang?" panggil grey dengan lirih.
Sebenarnya ia ingin sekali menghampiri istrinya tapi ia teringat perkataan istrinya yang tidak boleh mendekatinya sebelum video yang ada di ponsel hazel terbukti bukan dirinya.
"Mama?" panggil dua pria jagoan yang langsung memeluk tubuh ibunya, mereka sangat sedih kalau dedek bayi yang ada di perut mama mereka sudah tidak ada, jadi mereka tidak bisa melihat adik yang keluar dari perut sang mama.
Hazel yang tiba-tiba di peluk oleh kedua putranya terkejut. Namun ia langsung membalas pelukan sang putra, ia meminta maaf kepada anak-anaknya yang tidak bisa menyelamatkan adik yang mereka mau.
Karena dirinya yang tidak bisa menyelamatkan anak yang di dalam perut, menjadi tidak bisa memberikan adik buat kedua putranya, dan ia juga sudah tidak bisa lagi melahirkan seorang anak lagi. Karena rahimnya sudah di angkat oleh para dokter.
Kedua putra hazel dan Grey's, tidak mempermasalahkan akan hal itu toh mereka masih memiliki princess kecil mereka, jadi ia tidak mempermasalahkan asalkan mama mereka selamat.
Rebecca yang melihat situasi menjadi meloy pun angkat suara, untuk mencarikan suasana agar kesedihan mereka bisa hilang.
"Eh, para cucu Oma apa kalian sudah siap untuk masuk sekolah besok?" tanya Rebecca.
"Siap dong Oma!" pekik para cucu Rebecca.
"Oh iya, bukannya besok awal twins masuk sekolah ya? Apa kalian sudah mempersiapkan semuanya?" Rebecca bertanya kembali.
"Udah, Oma kami sudah menyiapkan semuanya," ujar vagas.
"Lalu, kalian mau di antar siapa?"
__ADS_1
"Daddy!!"
Greenland, grayland, Vegas dan vagas berteriak dengan kencang dengan menyebut nama sang Daddy, sampai seorang pria yang mengetahui kalau anak-anak ingin di antar olehnya langsung pergi bersembunyi.
Rebecca yang sedang menatap anak-anak, pun tersenyum apa lagi mendengar seruan dari anak-anak kalau mereka ingin di antar oleh Valdes.
Saat Rebecca menatap ke sofa yang dimana Valdes berada pun langsung syok karena tidak mendapati keberadaan sang putra.
"Loh? Kemana Valdes pergi?" tanya Rebecca kepada anggota keluarga yang sedang berkumpul.
"Biasa mah, Valdes bersembunyi karena anak-anak ingin Valdes yang nganter." ucap vanandya yang tau betul kalau suami'nya sedang bersembunyi.
Vagas, bertanya kepada mommy'nya tentang keberadaan sang Daddy, karena mereka tidak terima jika Daddy harus kabur.
Namun, jawaban vanandya hanya tersenyum simpul sampai membuat anak-anak menatap ke arah Vanandya dengan kesal
Vanandya, memberikan kode kepada anak-anak lewat matanya, karena tidak mungkin ia berbicara langsung lewat bibirnya bisa-bisa dirinya tidak bisa berjalan besok pagi.
Vegas yang menangkap lirikan mata sang mommy pun tersenyum, ia berbisik kepada saudara-saudara yang lain bahwa Valdes bersembunyi di balik lemari.
Mereka pun langsung bergegas menghampiri Valdes yang sedang berada di balik lemari besar yang ada di ruang keluarga. Saat sudah dekat mereka berjalan dengan mengendap-endap agar Daddy tidak kabur.
"Kalian? Kenapa kalian bisa tau?" tanya Valdes.
"Tentu kami tau dong dad. Kan kami punya indra ke enam," ucap mereka berempat.
"Cih." Valdes hanya berdecak sebel kepada anak-anak yang mengetahui kalau dirinya bersembunyi di balik lemari.
"Daddy janji ya besok Daddy harus mengantarkan kami ke sekolah?" tanya vagas.
"Daddy tidak mau,"
"Cih, dasar Daddy kejam, bisa ya aku punya Daddy seperti itu? Andaikan aku bisa meminta kepada tuhan untuk menggantikan Daddy dengan malaikat yang sangat tampan? pasti aku bahagia." gumam vagas, yang masih bisa di dengar oleh Valdes.
"Benar Daddy seperti macan yang keluar dari hutan," timpal grayland.
"Apa kamu bilang? Kamu ingin mengganti Daddy dengan malaikat?" pekik Valdes.
__ADS_1
Keluarga yang terdiri dari Rebecca, Victor, vanandya, Grey's, hazel hanya bisa menyaksikan saja tingkah mereka.
Rebecca merasa bahagia karena keluarganya bisa berdamai, tapi ia masih mengharapkan virendra dan Ameera berkumpul kembali bersama dengan mereka.
Valdes yang sangat kesal kepada putra-putranya pun menggelitik anak-anak sampai mereka tertawa kegelian karena ulah dari Valdes yang tidak mengampuni mereka.
"Daddy stop daddy?" ucap vagas dan Grayland yang ikut serta terkena gelitikan dari Valdes.
"Daddy tidak akan mengampuni kalian sebelum kalian minta maaf sama Daddy?" ucap Valdes,
"Oke Daddy kami minta maaf kami janji tidak mengatakan Daddy macan atau apalah itu," ucap vagas.
"Benar Daddy kami janji tidak melakukan apa-apa lagi" ucap grayland.
Mau tidak mau Valdes menghentikan lalu ia berdiri dan berjalan ke arah istrinya ia mengajak sang istri untuk istirahat apa lagi besok ia ada meeting penting yang akan di adakan di perusahaan bersama dengan para rekan bisnis.
Valdes juga menyuruh anak-anak untuk masuk kedalam kamar karena mereka harus segera berangkat ke sekolah apa lagi besok adalah hari pertama mereka.
Setelah anak-anak pergi Vanandya penyuruh para pelayan untuk menghantarkan susu hangat kepada anak-anak.
"Ma, hazel ijin ke kamar dulu," ucap hazel kepada mama mertuanya,
"Iya sayang istirahat lah karena kondisi kamu juga masih belum stabil jadi kamu harus banyak istirahat." ucap Rebecca.
Tanpa menjawab pertanyaan mama, hazel pun pergi ke kamarnya ia mengunci pintu, ia tidak ingin tidur sekamar dengan suaminya yang sudah mengecewakan dirinya.
"Ma, kami juga pergi ke kamar dulu ya? Night ma," ucap Valdes dan Vanandya secara bersamaan.
"Good night, too." ucap Rebecca.
Vanandya dan Valdes pun langsung pergi ke kamar mereka yang berada di lantai dua.
Rebecca dan suami pun juga menjual mereka, untuk segera pergi tidur karena besok mereka akan menyambut kedatangan ayah dan ibu mereka.
Saat semua sudah berada di dalam kamarnya masing-masing, tapi tidak dengan grey, ia sedang duduk di atas balkon dengan di temani oleh alkohol, ia sangat menyesal terlah melakukan hal yang menyakiti hati sang istri,
"Sayang maafkan aku, karena aku terlah menyakiti hatimu?" gumam Grey's yang sudah sangat mabuk berat karena berapa botol ia minum.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu meminta maaf..."