
Rebecca pun kembali ke kamar ibu meneer dengan suami dan anak-anak. Ia sangat mencemaskan kondisi ibu mertua apa lagi ia tinggal dengan Kim.. Wanita yang sangat tidak bisa di percaya dengan perilakunya yang terkesan arogan.
Saat sudah naik ke lantai 5 tempat di mana ibunya berada mereka langsung masuk saat di kamar meneer mereka terkejut.
"Kim! Kau kenapa?"Pekik Rebecca saat melihat Kimberly berjalan dengan sempoyongan yang terus memegang kepalanya.
Lantas Rebecca mendekati Kimberly, walaupun ia tidak suka dengan wanita di depan.. Tapi ia masih memiliki belas kasihan.
"Ck! Kau ini brisik banget.. Aku tak apa-apa gak usah lebay begitu."Kimberly berkata dengan ketus kepada Rebecca.
Rebecca yang di perlakuan seperti itu hanya mengendus kesal nasib baik ia berbaik hati, tapi kebaikan ga di anggap sama sekali.
Virendra, Victor dan Vernon cuek dengan apa yang mereka lihat, karena mereka tidak suka dengan wanita bernama Kimberly.. Namun karena wanita itu istri tertua dari keluarga ini hanya bisa diam saja,
Kimberly pun pergi dari kamar ibu meneer karena ia lupa minum obat, karena harus menjaga ibu meneer.
Tak lama pun meneer berangsur-angsur pulih ia membuka mata,
"Victor?"Ucap meneer dengan lirih, saat akan bangun di cegah oleh Victor, agar ibunya tetap tiduran.
"Nek.. Kenapa nenek bisa seperti ini?"Ucap virendra dengan penasaran akan pingsannya sang nenek.
Nenek meneer hanya tersenyum simpul mendengar perkataan sang cucu.
"Nenek.., baik-baik saja Vir, karena nenek terlalu lelah jadi nenek pingsan."Ujar meneer.
"Vir, maafkan nenek karena perjodohan kalian gagal."
"Vir tidak apa-apa nek.. Mungkin Vanandya bukan jodoh viren."Ucap virendra.
Lalu meneer menyuruh mantu'nya membuka laci yang berada di sudut kamarnya, dan mengambil kotak kecil yang berada di laci.
Rebecca yang patuh mengambil apa yang ibunya inginkan dan ia pun memberikan kotak itu kepada meneer.
__ADS_1
"Buka lah di situ tertulis surat-surat yang pernah di tulis oleh vir."Ucapnya.
Rebecca pun membuka isi kotak yang ia pegang dan melihat apa isi dari kotak itu yang membuat penasaran. Saat di buka ia terkejut melihat dua anak kecil saling berpelukan,
"Bu siapa foto gadis kecil ini dan kenapa dia begitu dekat dengan virendra?"Rebecca bertanya kepada meneer.
Meneer pun menerawang jauh saat dimana ia mengajak virendra ke tempat asuhan yang dulu pernah ia tinggali sebelum ia di angkat menjadi anak oleh keluarga besar Wangsami Harjo Damitri. Keluarga yang penuh keharmonisan dan kebahagiaan, awalnya meneer merasa iri melihat kebahagiaan Eleanor yang di kelilingi oleh kebahagiaan dan kesuksesan, namun semua itu lenyap setelah ia bertemu dengan seorang pria yang merubahnya dengan baik.
Mereka pun saling berjanji jika sesuatu saat nanti mereka tak berjodoh mereka ingin anaknya berjodoh dengan cara menjodohkan mereka siapapun nanti anaknya yang mau.
Dan setelah itu pria yang selalu ada buatnya menghilang bak di telan bumi. Namun takdir berkata lain, mereka di pertemukan kembali dengan hidup berbeda. Pria yang di nantikan selama hidupnya datang kembali dengan seorang anak kecil yang tak lain adalah cucu dari pria itu.
Saat itu ia yang sedang membawa virendra pun mengenalkan cucunya kepada sahabatnya. Dan pria itu mengenalkan cucu perempuannya.
Meneer dan pria itu tersenyum melihat keakraban kedua cucunya merasa senang, mereka pun sepakat menjodohkan cucu-cucu mereka.
Pesan terakhir yang pria itu berikan membuat hati meneer sedih karena itu adalah pertemuan terakhir dan permintaan terakhir yang harus di tepati.
Meneer yang mengingat kejadian itu air mata keluar begitu saja ia merasakan sedih.
sontak Virendra, Victor, Rebecca dan Vernon merasa terkejut dengan ucapan meneer.. Karena mereka belum siap harus kehilangan sosok wanita yang mampu membuat keluarga bercahaya.
Virendra pun menggenggam tangan keriput neneknya yang sudah tidak muda lagi.
"Virendra janji nek.. Virendra akan menikahi gadis kecil itu"
Nenek meneer tersenyum bahagia, karena dengan cara ini agar menjauhkan virendra dari Vanandya.. Karena jika vanandya kembali ke pelukan Valdes akan ada kemungkinan kedua sodara itu berselisih.
Dan ini juga menjadi alasan utama selain menjalankan wasiat terakhir dari sahabatnya.
"Apa nenek tau dimana wanita itu berada?"Virendra.
Nenek meneer menggelengkan kepala, setelah kejadian itu ia tak pernah lagi melihat sosok cucu dari sahabatnya.
__ADS_1
Karena pembantaian keluarga yang berasal dari L,A itu tak pernah memberi tau kemana hilangnya anak itu.
"Setelah pembantaian di L,A nenek tak pernah lagi mendapatkan berita."
"L,A?"Gumam Victor. Ia baru ingat saat itu ia berada di L,A. Bahkan ia melihat sendiri semua pelayan dan bodyguard mati mengenaskan.
"Apa dia pemilik THOLENSE GROUP?"Tanya Victor yang sangat penasaran dengan keluarga Tholense.
Meneer menganggukkan kepala ia dia adalah pemilik THOLENSE GROUP. Dan mereka hanya di berikan satu pewaris tunggal.
"Ia dia hanya memiliki satu cucu karena saat itu anak dan mantu mengalami kecelakaan jadi dia hanya tinggal bersama dengan cucu."Jelas nenek meneer.
"Dan aku hanya meminta kepada kalian untuk mencari gadis itu sebelum usianya menginjak 25 tahun."
"Memangnya apa yang terjadi nek?"
"Adik dari Tholense ingin mengambil hak waris yang di berikan kepada cucunya."
Victor mulai paham dengan penjelasan ibunya, jadi dalang di. balik semua ini adalah adiknya yang ingin memiliki kekuasaan yang di miliki oleh keluarga Tholense.
Victor pun menyuruh ibunya untuk istirahat, ia juga berjanji untuk menyelidiki kasus kematian keluarga Tholense dan hilangnya nona muda Tholense.
Nenek meneer pun menganggukkan kepala ia pun memejamkan mata.lalu Victor mengajak istri dan anaknya pergi keluar.
"Sayang apa kamu yakin ingin mencari nona muda Tholense? Kita saja tidak tau seperti apa Ruma nona muda Tholense itu."Rebecca merasakan firasat buruk ia takut keluarganya akan terkena dampaknya.
"Sayang.. Biarkan semua ini berjalan semestinya jika benar jodoh virendra adalah nona muda Tholense itu akan sangat bagus, karena anak dari tuan Tholense adalah sahabat baikku juga saat SMA dulu. Jadi dengan cara ini hubungan liga menjadi sangat erat, itu juga adalah wasiat yang di berikan pada ibu." Ujar Victor kepada istrinya.
Rebecca hanya menghela nafas panjang lalu menghembuskan dengan kasar. Ia lalu menatap ke arah sang putra.
"Viren apa kamu setuju menikah dengan nona muda Tholense?"
"Hm sepertinya tidak buruk lagian aku kan sudah berjanji sama gadis kecil itu."Ucap virendra yang terkesan dingin namun sangat lembut di hati.
__ADS_1
Victor dan Rebecca hanya tersenyum simpul mendengar jawaban dari putranya itu.
"Jadi dia adalah.."