CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 262


__ADS_3

Semua terdiam mendengar penjelasan sang dokter tentang Victor yang akan sangat sulit di sembuhkan, bahkan victor akan mengalami koma panjang tidak ada yang tau kapan victor akan sadar bisa jadi besok, lusa, tau akan bertahun-tahun, semua tidak ada yang tau.


Keluarga Marquez sangat sedih karena Victor harus mengalami seperti ini. Dan lebih sedihnya lagi Valdes dia sangat menyesal, ia sangat menyesal kepada dirinya sendiri, kenapa ia begitu membenci papa'nya. Padahal papanya selalu menolong dirinya dan sekarang papanya menolong dirinya karena dia tidak ingin mobil miliknya yang harus mengalami kecelakaan.


Andaikan saja waktu bisa di ulang ia tidak ingin membenci papa, tapi kenyataannya tidak bisa karena rasa sakit hati yang tidak pernah hilang dari ingatan membuat ia semakin membenci.


Valdes, berjalan mendekati mama'nya yang sedang duduk di kursi tunggu. Dengan langkah lemas ia langsung menjatuhkan tubuhnya, tepat di hadapan mama,


Bruk.


Hal itu sontak membuat keluarga terkejut dengan tindakan Valdes, yang berlutut di hadapan Rebecca.


"Maafkan al ma."


ucap Valdes dengan lirih, sambil menyatukan telapak tangannya ke depan. Seketika itu juga air matanya mulai menetes. Ia berdosa, andaikan ia berhenti saat di lampu merah pasti papanya tidak akan akan pernah mengalami seperti ini.


"Apa maksud kamu al?" tanya rebecca.


"Papa mengalami kecelakaan karena aku ma," jawab Valdes.


Semua orang terdiam mendengar perkataan Valdes, ingin marah juga tidak ada gunanya, itu tidak akan mengembalikan Victor seperti semula. Jika mereka bertengkar maka akan menjadi kekacauan di dalam keluarga Marquez.


Saat mereka sedang terdiam seorang dengan penuh kewibawaan dan penuh ketegasan datang menghampiri keluarga mereka dengan langkah kaki.


Tuk.. Tuk.. Tukk..


Suara sepatu pantofel bersentuhan sedang lantai sampai menimbulkan, orang pemilik dari sepatu itu adalah...


Raden Kamandanu.


Pria, yang memilik gelar terpenting di dalam kraton Jawa, dia juga seorang pengusaha sukses di dalam perusahaan Rk group. Ia datang menemui keluarga Marquez dan keluarga vanandya karena dia ingin membicarakan hal penting.


"Vanandya! Valdes!" panggil Raden Kamandanu.


Vanandya dan Valdes pun yang sedang duduk langsung menatap ke arah Kamandanu, pria yang tidak ia kenal dan tidak pernah mereka temui sekalipun.


"Siapa anda?" tanya Valdes, yang sudah mengelap air matanya agar tidak di lihat oleh orang.

__ADS_1


"Saya adalah Kamandanu, saya kesini ingin membantu kalian untuk membebaskan varisa dan vagas dari tangan Eriska." ucap Kamandanu.


"Kenapa anda bisa mengetahui kalau mereka berada di tangan Eriska?" tanya Valdes.


"Saya mengetahui semuanya karena saya lah yang selalu memantau pengamanan dari keluarga Adiwilaga. Karena saya tidak menginginkan kalau keturunan kakak harus musnah begitu saja." ujar Kamandanu.


Semua orang menatap ke arah Kamandanu, karena mereka tidak mengerti apa yang terlah di katakan oleh kamandanu, lalu vinton berkata kepada kamandanu untuk tidak berbelit-belit kalau berbicara.


Kamandanu lantas menjelaskan kepada mereka bahwa dirinya adalah adik dari Raden ajeng ragina, istri dari tuan Cedric Gervais. Mereka menikah saat usia masih muda, kedua darah biru yang saling mencintai dan menyayangi. Mereka bersatu dalam ikatan pernikahan.


Namun saat acara pernikahan mereka, kamandanu tidak hadir karena dia belum di lahirkan ke dunia oleh sang bunda. Namun saat bunda hamil kamandanu teryata putri mahkotanya juga sedang mengandung.


Tapi saat kelahiran mereka kamandanu langsung di bawa pergi oleh ayahnya ke luar negeri untuk mengembangkan bisnis di sana dan ayahnya juga meminta kepada dirinya untuk selalu mengawasi keadaan keraton.


Mendengar semua itu keluarga Marquez dan Vanandya sangat terkejut dengan apa yang terlah di katakan oleh kamandanu. Mereka tidak menyangka ternyata dia adalah adik dari Oma Ajeng ragina.


"Jadi kamu adalah bagian dari keluarga istriku?" tanya Valdes.


"Benar bisa di katakan aku adalah opa vanandya, Namun kedatangan saya kesini juga saya ingin meminta izin kepada keluarga kalian." ucap Kamandanu.


"Saya kesini...


Belum sempat menyelesaikan ucapannya ponsel kamandanu berdering. Kamandanu pun langsung permisi untuk mengangkat panggilan tersebut.


Vanandya kembali mendapatkan pesan dari Eriska untuk segera mempersiapkan semuanya karena jika sampai telat maka akan mendapatkan resiko terbesarnya.


Vanandya pun berpamitan kepada keluarga Marquez untuk pulang ke mansion.


"Sayang, mama, kakek dan semuanya aku pulang dulu ya?"


"Kenapa sayang?"


"Aku sedikit pusing saja karena bau obat. Jadi aku pulang duluan." ucap Vanandya.


"Aku akan mengantarkan kamu pulang."


"Tidak perlu sayang, kamu kan harus jaga papa, jadi aku akan pulang bersama supir." ucap vanana.

__ADS_1


"Baiklah."


Setelah mendapatkan izin dari suaminya, vanandya segera pergi keluar dari rumah sakit.


Tapi bukan Valdes namanya kalau dia mengizinkan vanandya pergi sendirian. Ia langsung mengirimkan pesan kepada kai untuk mengawasi Vanandya, ia juga sudah menyuruh ribuan bodyguard untuk mengikuti Vanandya ada yang mengawasi dari darat ada juga yang mengawasi dari udara.


Bukan hanya itu saja Valdes juga sudah memasang JPS di ponsel dan mobil milik vanandya. Jadi kapanpun dan Dimana pun dia berada ia bisa memantau dimana istrinya berada.


Namun saat Valdes sedang membuka ponselnya ia melihat kalau vanandya tidak pulang ke mansion Marquez, namun dia pergi ke mansion milik adiwilaga. Karena Valdes curiga dengan apa yang di lakukan oleh vanandya, ia langsung membuka ponsel satunya lagi yang terhubung dengan ponsel milik Vanandya ia lalu membuka setia aplikasi.


Deg.


Valdes sangat terkejut melihat pesan yang di kirimkan oleh Eriska kepada vanandya, ia sangat marah kepada Eriska yang sudah berani mengancam dan memperlalat vanandya untuk menyerahkan kekayaan Marquez dan kekuasaan Adiwilaga kepada Eriska.


"Brengsek!!"


Ucapan Valdes langsung mengejutkan keluarga Marquez yang sedang duduk dengan tenang sambil menunggu Victor


"Ada apa?"


"Vanandya sedang mencari berkas kekuasaan Adiwilaga agar kekuasaan itu jatuh ke tangan Eriska."


"Apa?" ucap seorang yang baru saja datang, setelah mengangkat panggilan.


Valdes menjelaskan kepada keluarganya, kalau saat ini vanandya sedang berada di mansion Adiwilaga dia sedang mencari sebuah berkas dari kekayaan Adiwilaga dan mencari berkas kekuasaan agar Eriska bisa naik tahta di keraton Adiwilaga.


"Gawat, jika tahta wilangga Adiningrat jatuh ke tangan seorang perempuan maka kerajaan akan hancur."


"Apa maksud anda?"


"Ayah saya pernah mengatakan kalau kekuasaan Adiwilaga tidak bisa di pegang oleh seorang wanita karena itu akan membuat keraton tidak akan stabil, karena yang berhak berkuasa adalah orang yang memiliki darah raja dan darah ratu dan itu adalah seorang pria bukan seorang wanita." ujar Kamandanu.


"Kita harus segera kesana dan menghentikan Vanandya jika bisa kita akan hancurkan Eriska," ucap Valdes.


Mereka sangat tidak mengetahui akan asal-usul dari keluarga Adiwilaga tapi yang terpenting saat ini mereka harus segera menyelamatkan kraton, menyelamatkan vanandya dan menyelamatkan mereka yang berada di tangan Eriska.


Berapa keluarga Marquez pun segera pergi ke tempat dimana Vanandya berada dengan menggunakan mobil milik Valdes namun di tengah jalan ia melihat seorang wanita yang sangat dia kenal, wanita itu adalah...

__ADS_1


__ADS_2