CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 233


__ADS_3

Pelindung perempuan.


Tanpa di ketahui oleh keluarga Marquez Gisel mengajukan perlindungan perempuan agar ia terhindar dari keluarga Marquez yang ingin menghancurkan dirinya. Apa lagi dengan ia yang mengandung anak dari Grey's.


Para mantri perlindungan perempuan, tentu saja percaya kepada Gisel dengan karangannya yang tidak masuk akal. Mana mungkin keluarga Marquez bisa melakukan hal dèkèki itu terhadap perempuan.


Bahkan Gisel menceritakan keburukan keluarga Marquez kepada Komnas perlindungan perempuan. Agar dirinya bisa mendapatkan keamanan dari Komnas HAM perempuan.


Setelah membuat mereka percaya akan ucapan Gisel dia pun mendapatkan sertifikat pelindungan perempuan.


Rebecca, Vanandya dan Valdes yang berada di situ sangat terkejut mendengar apa yang di katakan oleh Gisel kalau dia mendapatkan dukungan dari Komnas perempuan. Maka mereka akan sangat sulit menyingkirkan Gisel.


Karena sekuat apapun mereka melakukannya Komnas HAM perempuan tidak bisa di suap menggunakan uang. Jadi mereka sudah tidak bisa berkutik di hadapan Komnas HAM perempuan.


"Dasar licik, awas saja aku akan buat kau membayar semuanya!" ucap Valdes mendekam setiap perkataannya.


Hahahaha.


Tawa Gisel menggema di ruangan itu karena ia sudah berhasil membuat keluarga Marquez terdiam tak berani berkutik, karena resikonya akan sangat besar jika sampai melukai Gisel.


"Kalau tidak licik bukan Gisel namanya!" ucap Gisel,


Ia pun langsung pergi dari hadapan mereka dan pergi ke kamarnya, tidak lupa juga ia meminta para pelayan datang ke kamarnya untuk membersihkan kamar dan membawakan makanan segar untuk ia makan.


Akhhh.


"Brengsek jika seperti ini kita tidak bisa menghancurkan Gisel atau menyingkirkan dia dari kediaman Marquez.!" teriak Valdes marah.


"Sabarlah val, kita saat ini memang tidak bisa melukai Gisel karena saat ini Gisel mendapatkan pelindung dan dukungan penuh dari Komnas HAM perempuan. Jika kita sampai melukai Gisel kita semua bakalan mendapatkan hukuman," ucap Rebecca menenangkan putranya.


"Jika Gisel melakukan dengan kelicikan maka kita akan melakukan dengan kecerdikan, karena lawan dari kelicikan adalah kecerdikan." ucap vanandya,


Ia yang sejak tadi diam karena ia sedang mencerna apa saja yang di katakan oleh Gisel, jika mereka berani melukai Gisel maka mereka yang akan kena, tapi sebaliknya jika mereka berpura-pura baik di depan Gisel maka kemungkinan besar Komnas HAM perempuan akan mencabut sertifikat yang di berikan kepada Gisel, karena terbukti keluarga Marquez tidak melakukan kejahatan kepada Gisel.

__ADS_1


"Maksud kamu saya?" tanya Valdes kepada Vanandya.


Vanandya pun mengatakan rencana yang ia buat kepada Valdes dan juga Rebecca untuk berpura-pura baik kepada Gisel agar mereka terhindar dari tuduhan Gisel.


"Apa kamu yakin dengan rencana kamu sayang?" tanya Rebecca.


"Saya tidak tau yang jelas kita lakukan saja rencana yang kita buat dan kita akan jebak Gisel agar dia berkata jujur kepada Komnas HAM perempuan." ucap Vanandya


"Baiklah mama setuju dengan ide kamu, karena mama juga sangat ingin menghancurkan wanita itu sampai ke akar-akarnya," ujar Rebecca.


"Kalau kamu sayang bagaimana apa kamu setuju?" tanya vanandya kepada Valdes.


"Terserah kalian saja lah! Yang penting Gisel segera bebas dari pelindungan perempuan, agar ia bisa menghabisi wanita itu," ucap Valdes dengan dingin.


Valdes pun berjalan meninggalkan istrinya bersama dengan mamanya. Saat dirinya akan. Masuk kedalam kamar miliknya ia tanpa sengaja melihat kamar Daddy'nya yang berada di ujung lorong kamar, ia pun berjalan mendekati kamar milik Daddy karena tempat itu adalah tempat ia tidur bersama dengan sang Daddy.


Ceklek.


"Daddy!" gumam Valdes,


Ia sangat sedih melihat benda kesukaan sang Daddy ada di dalam kamar milik Daddy'nya.


"Dad, Al sangat merindukan daddy!" ucap Valdes dengan bibir bergetar.


Tanpa sadar air matanya keluar begitu saja karena mengingat kembali kenangan bersama dengan Daddy'nya, walaupun ia tau kalau Daddy venton bukan ayah kandungnya tapi ia sangat menyayanginya begitupun sebaliknya venton sangat menyayangi Valdes.


Seorang yang tidak sengaja melawati kamar venton menatap sendu ke arah Valdes, ia sangat menyesal karena terlah menghancurkan kebahagiaan putranya.


Walaupun Valdes adalah putra kandungnya tapi, Valdes tidak pernah dekat dengan dirinya bahkan dia tidak pernah bertegur sapa dengan dirinya, rasanya ia ingin sekali memeluk tubuh Valdes karena bertahun-tahun ia tidak pernah sekalipun memeluk Valdes. Bahkan sejak bayi sekalipun.


"Mungkin ini karma buat ku karena terlah membunuh kakak dan melukai putra kandungku sendiri." gumam pria.


Victor Austin Marquez.

__ADS_1


Pria yang tidak sengaja melihat Valdes berada di kamar venton, karena penasaran ia melihat apa yang di lakukan Valdes di dalam kamar venton,


Saat Victor ingin melihat kembali Valdes, ia langsung buru-buru pergi dari tempat itu karena Valdes akan segera keluar dari dalam kamar, karena Victor takut ketahuan oleh Valdes ia pergi.


Namun, tidaknya di lihat oleh Rebecca dan vanandya mereka sangat sedih melihat Victor yang ingin dekat dengan Valdes.


Lantas Rebecca menatap ke arah mantu'nya ia memohon kepada vanandya agar membuat mereka bisa berbaikan kembali.


"Sayang, apa kamu bisa bantu mama, mama ingin sekali membuat mereka berbaikan karena apapun yang terlah di lakukan oleh Victor kepada Valdes, itu semua hanya ke salah pahaman, dan Valdes harus tau sebenci-bencinya Valdes kepada Victor dia tetap ayah kandung Valdes dan itu tidak bisa di rubah." ucap Rebecca memohon kepada vanandya.


Vanandya menghela nafas panjang lalu menghembuskan dengan kasar, sejujurnya ia tidak yakin kalau Valdes akan menuruti apa kemauan dirinya untuk menyatukan Valdes dengan papa. Namun karena Rebecca berharap lebih Kepada-nya ia pun akan berusaha semau dirinya untuk menyatukan keduanya.


"Baiklah ma, vanda akan mencoba menyatukan mereka tapi Vanda tidak janji!" ucap vanandya.


"Gapapa, yang terpenting kamu sudah berusaha semampu kamu, dan selebihnya biar Tuhan yang menyelesaikan." ujar Rebecca.


"Hm, ya udah mama akan. menyiapkan makan malam dulu, sebaiknya kamu bersihkan tubuhmu lalu turun ke bawah ya?" sambung Rebecca yang di angguki oleh vanandya.


Rebecca pun langsung turun ke lantai dasar dan ia langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam buat keluarga-nya. Ia juga sedang menunggu putra sulungnya kembali yang sedang mencari keberadaan hazel.


Di dalam kamar Vanandya ia melihat mata Valdes sembab ia pura-pura tidak tau saja. Tapi ia bertanya kepada Valdes apa yang membuat mata Valdes sembab?


Namun Valdes hanya menjawab kalau dirinya tidak kenapa-kenapa, dan mungkin ia terkena debu jadi matanya mengeluarkan air mata dan membuat mata dirinya menjadi sembab.


Vanandya hanya mengangguk saja. Namun hati kecilnya mengatakan kalau Valdes berbohong, karena ia ingin melupakan kesedihan yang ada di Valdes ia mengajak Valdes mandi bersama.


"Sayang apa kamu ingin mandi bersama denganku hm?" tanya vanandya dengan manja.


Valdes menatap vanandya dengan tak percaya karena tidak biasa'nya dia meminta duluan kepada dirinya.


"Tumben sekali kamu ingin mandi bersama?"


"Karena aku ingin...?"

__ADS_1


__ADS_2