
"Brengsek"Virendra mengumpat dengan kasar, ia sangat Vinci kepada istrinya. Ia lalu menatap ke arah Vanandya dengan tajam, "Bukankah saat ini kamu sedang hamil? Jangan bilang itu adalah anak dari benihku? Karena kita seling melakukannya."Sambungnya dengan dingin.
"HAHAHA!! Bermimpi lah kau adikku tersayang, walaupun kamu melakukannya dengan wanita ku? Kamu tidak akan bisa memiliki seorang ad nak dari wanita."Tawa Valdes bergema di ruangan itu dengan suara dinginnya.
Seluruh anggota merasa terkejut dengan perkataan Valdes, mereka bertanya-tanya kenapa virendra tidak bisa memiliki anak dari Vanandya.
"Apa maksudmu?"Virendra merasa geram dengan ucapan kakaknya.
Raut wajah Valdes seketika berubah menjadi sendu, ia lalu menatap adiknya dengan rasa kesedihan. "Maafkan aku, sebenarnya..?"
...FLASHBACK ONN...
Seorang yang yang sedang berkutat dengan berkas-berkas yang berada di meja kerjanya. Saat sedang fokus pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang dari luar.
Ia lalu menyuruhnya masuk, seorang dari luar pun masuk ke ruangan ceo-nya.
"Ada apa?"Tanya Valdes tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas di meja kerjanya.
"Oma besar ingin menjodohkan virendra dengan..."Ucapannya terpotong dengan suara dingin tuannya.
"Lantas apa masalahnya kai?"Valdes pun menghentikan aktivitasnya dari berkasnya lalu tangannya menopang dagunya.
"Masalahnya Oma ingin menjodohkan dengan wanita yang terlah kau renggut kesuciannya."Sontak perkataan kai membuat Valdes mematung.
"Kau bilang apa kai?"
Elkairo Abimanyu asisten sekaligus sahabat dari Valdes, ia sudah mengabdi kepada Valdes sejak mereka di bangku SMA. Bahkan ia tau betul kehidupan pribadi sahabatnya itu.
Kembali ke topik, Kai pun menjelaskan kalau wanita yang di jodohkan oleh oma besar adalah cinta pertama tuannya. sekaligus gadis yang pertama kai tiduri. Saat itu pun Valdes tak pernah bertemu lagi dengan Vanandya.
BRAK' Valdes memukul mejanya dengan keras, ia tak terima kalau oma'nya akan menjodohkan virendra dengan gadisnya. Ia lalu menatap tajam ke arah asistennya.
"Aku ingin kamu halangi perjodohan yang Oma lakukan.!"
Kai menggelengkan kepalanya, ia tidak bisa melakukannya karena perjodohan akan di laksanakan berapa hari lagi.
"Apa sekarang virendra sudah kembali ke tanah air?"
"Saat ini anak buahku baru saja mengatakan kalau tuan virendra sedang berada di jett pribadinya."
Valdes lalu menyuruh asistennya utuk menunda keberangkatan adiknya, karena ia ingin memberikan sesuatu kepada adiknya sebelum dia berangkat.
__ADS_1
Kai pun menelpon anak buahnya untuk menghentikan penerbangan tuan virendra, karena ada seorang yang ingin menemuinya.
Valdes dan kai bergegas menuju bandara pribadinya, untuk menemui adiknya. Mobil yang di Kendari oleh kai melaju cukup kencang membela kota London.
Setelah memakan waktu mobil yang di Kendari olehnya pun sampai di bandara pribadinya, dan di susul oleh para bodyguard Valdes.
Valdes pun berjalan memasuki bandara pribadinya yang di jaga oleh penjaga suruhannya.
Saat sudah sampai di dalam ia di suguhi dua puluh jett pribadi milik keluarganya, ia lalu mencari jett milik adiknya. Setelah menemukan tempat di mana jett pribadi adiknya ia Langsung lari dan masuk ke dalam jett milik virendra.
"Vir?"Valdes memanggil adik dengan lembut.
"Kak Val? Kenapa datang kesini?"
"Kaka denger dari anak buah kakak kalau kamu ingin di jodoh oleh oma?"
"Aku tidak tau kak?"
'Jadi Vir belum mengetahui tentang perjodohan yang Oma rencanakan? Bagus deh.'Batin Valdes.
"Memangnya ada apa kak?"
Virendra hanya mengangguk kepala, mengerti akan ucapan kakaknya.
Saat ia akan menjawab pertanyaan kakaknya ia terjatuh pingsan, Valdes pun panik dengan adiknya yang tiba-tiba pingsan.
Valdes menyuruh Cakra asisten pribadi adiknya untuk membawanya ke klinik yang berada di bandara ini. Karena bandara ini sudah sangat lengkap.
Cakra, tanpa berlama-lama membawa tuannya keluar dari jett dan membawa virendra ke ruang medis.
Setelah berada di ruang medis Valdes memberikan cairan yang terlah ia buat, dan meminta kepada seorang dokter untuk menyuntikan cairan itu tepat di bola bisbolnya.
Tentu saja dokter itu tidak bisa membantah karena seluruh kekuasaannya ada di tangan Valdes. bahkan tuan virendra masih berada di bawah tuan virendra.
3 jam berselang akhirnya virendra tersadar dari pingsannya. dan ia terkejut saat mendapati ia di ruangan berbeda.
Valdes, Cakra dan kai masuk kedalam ruangan itu setelah mendapati kalau Virendra sudah sadar.
"Vir kau baik-baik saja?"
Virendra hanya mengangguk ia lalu berdiri dari tempat tidurnya. Dan meminta kepada Cakra untuk segera melakukan penerbangan.
__ADS_1
Sebelum itu virendra berpamitan kepada kakak'nya kalau dirinya akan segera pergi.
Valdes hanya tersenyum kepada virendra, Virendra yang melihat senyum kakak'nya merasa bahagia karena dari kecil ia tak pernah melihat senyum kakak ke-duanya.
Setelah itu pun jett lepas landas dari bumi Inggris.
...FLASHBACK OFF...
BUGHHH.!!
BUGHHH.!!
BUGHHH.!!
Tiga kali pukulan dari virendra kepada kakaknya. Dia tak menyangka kalau kakak'nya akan berbuat seperti itu kepada dirinya, selama ini ia berusaha untuk membuat hubungan baik kepada kakak ke-duanya namun hasilnya nihil. Dan sekarang ia merasa kecewa kepada'nya.
"Kak. Kenapa kau melakukan itu kepadaku? Aku sudah baik padamu, tapi ini balasannya untukku?"Bentak virendra kepada kakaknya dengan air mata yang sudah keluar.
"Kebaikan apa yang kau maksud? Kebaikan dengan cara menghancurkan hidupku?"Valdes tidak kalah ia membentak keras adiknya. Lalu membalas memukul virendra,
Rebecca yang menyaksikan kedua putranya berkelahi hanya bisa menangis. "Cukup! Cukup! Kalian jangan berantem!"
Namun perkataan Rebecca tak di gubris oleh dua sodara itu. Dengan terpaksa Grey's dan Victor menghentikan perkelahian mereka.
Mereka pun berhenti memukul satu sama lain,
Rebecca lantas melihat ke arah Vanandya yang saat ini berada di pelukan varisa.
PLAK.! Dia menampar pipi Vanandya. Dia lalu berkata kepadanya. "puas kamu membuat kedua sodara berkelahi? Apa kau ingin membuat kedua sodara itu saling membunuh? Maka saya orang pertama yang akan membunuhmu terlebih dulu."Bentak Rebecca. Ia lalu menatap ke arab sahabatnya itu, " LIHAT RISA LIHAT?. GARA-GARA JAL*NG INI KEDUA ANAKKU BERKELAHI!! SAYA KECEWA SAMA KAMU RISA KECEWA"Sambungnya membentak varisa.
PLAK!!
PLAK!!
Varisa merasa sakit mendengar anaknya di sebut sebagai seorang jal*Ng, bahkan ia sendiri tidak pernah mengatakan itu kepada anaknya tapi sahabatnya berani berkata seperti itu.
"JANGAN PERNAH KAU MENYEBUT PUTRIKU DENGAN KATA-KATA KOTOR ITU? KARENA AKU TAK AKAN MEMBIARKAN ORANG ITU SELAMAT."Bentak varisa kepada Rebecca.
"Lantas apa sebutan wanita yang bermain dengan kedua adik dan kakak? Wanita Sholehah?"Rebecca tertawa sinis kepada sahabatnya itu.
"Kau ingin tau kenapa anakku melakukan itu? Itu semua karena.."
__ADS_1