
"Apa yang kau."Valdes menghentikan ucapannya saat ada seseorang yang mendekati mereka, ia pun langsung merubah ekspresinya menjadi biasa saja.
"Kakak kamu disini?"Ujar seorang pria yang bernama Virendra.
Valdes hanya menjawab dengan deheman saja, entah kenapa ia merasakan cemburu jika melihat Vanandya dekat dengan adiknya. Ia lalu pergi ke kamarnya untuk istirahat.
Saat di kamar. Valdes sangat emosi ia lalu meninju kaca yang ada di kamarnya sampai tangannya mengeluhkan banyak darah. Jika di tanya ia kenapa, ia merasakan sakit hati karena perasaannya harus kandas.
"Naya" Satu nama yang ia sebut, ia lalu mencari perban untuk mengobati lukanya yang tidak sebanding luka yang ada di dalam hatinya.
Ia pun tertidur setalah luka yang sudah ia obati, ia tertidur dengan menyandar di sofa. Entah kenapa kepulangannya ke mansion membuat dirinya bertambah besar untuk memiliki dia.
**
Sementara di kamar Vanandya ia merasakan jantungnya yang berdetak dengan kencang. Kata-kata yang di lontarkan oleh kakak ipar'nya membuat ia tidak bisa tenang. Sampai seorang mengejutkan dirinya,
Virendra pun menopang dagunya di bahu istrinya. Ia suda mengatakan kalau dirinya mencintai istri yang sangat sempurna itu.
Namun tidak dengan Vanandya, ia tak pernah mempercayai ucapan Virendra, baginya dia adalah seorang pembual. Walaupun ia menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh Virendra, Namun hati Vanandya sangat keras bahkan ia tidak pernah bisa mencintainya.
Ia lalu berjalan ke tempat tidurnya dan ia pun merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah.
Virendra yang melihat tingkah istrinya yang menurutnya aneh pun hanya membicarakan saja, ia lalu bergi dari kamarnya karena perkerjaan'nya sangat banyak.
Vanandya yang pura-pura tertidur pun, langsung bangun saat melihat kepergian suaminya.
Hari ini Vanandya merasakan perasaan yang tidak nyaman, karena terbayang-bayang akan perkataan suara bas pria itu yang terkesan dingin.
Lalu ia mengabari seseorang untuk memberikan informasinya. Setelah mengabari Vanandya pun kembali tertidur dan ia memejamkan matanya.
***
__ADS_1
Pagi hari menerpa alam bumi yang masih sepi karena para makhluk hidup sedang dalam mimpinya.
Tapi tidak dengan keluarga Marquez yang saat ini baru saja kumpul di meja makan untuk menikmati sarapan pagi.
Rebecca yang melihat tangan, anak keduanya pun langsung bertanya kepadanya.
"Sayang. Kenapa dengan tangan kamu?"
Semua orang pun menatap tangan Valdes yang di balut perban. Namun, perbannya masih ada noda merah. itu tandanya darah terus saja masih basah.
Rebecca yang berniat ingin mengganti perban anaknya pun di tolak secara halus, karena ia harus mengecek perusahaan yang ada di sini.
Valdes, adalah orang nang memiliki posisi tertinggi di perusahaanya bahkan perusahaan yang ia pegang sudah sangat meningkat drastis.
Vanandya yang ingin membantu mengobati luka yang ada di Valdes, langsung mengurungkan niatnya untuk tidak membantunya.
Valdes pun berjalan meninggalkan tempat makan, namun sebelum pergi ia mengatakan kepada adiknya kalau dia harus pergi ke Bali untuk bertemu investor dari bali, dan jam penerbangannya 30 menit lagi.
Virendra terkejut pasal, kakak'nya berkata dengan mendadak, jika saja kakak'nya mengatakan tadi malam. Pasti ia sudah berkemas,
Semua orang pun satu per satu pergi dengan kesibukannya masing-masing,
Vanandya yang habis bertaman di halaman belakang pun menyelesaikannya karena badan terasa lengket, ia ingin membersihkan badannya.
Saat sudah sampai di dalam kamarnya Vanandya melepaskan kain yang melekat di tubuhnya. Saat ini ia sedang berendam dengan aroma lavender, aroma yang sering di sukai oleh orang yang pertama kali menyebut dirinya cantik.
Setelah cukup puas ia berendam. Ia pun membilas di bawah shower yang mengalir.
Ia sampai tidak menyadari ada seseorang yang masuk kedalam kamar mandi. Karena pria itu membuka pintunya dengan sangat hati-hati tampa menimbulkan suara.
Dari kejauhan ia menyium bau yang sangat ia sukai, entah kenapa menyium bau itu keja**anannya berdiri dengan tegak. Dengan lengan kemeja yang ia lipat, sampai menunjukkan otot-otot dan urat tangannya kelihatan.
__ADS_1
Dengan sangat lembut ia memeluk tubuh wanita itu dengan sangat erat sampai baju yang ia gunakan basah. Dan menambahkan kesan seksi.
Vanandya sangat terkejut dengan apa yang ia lihat ada seseorang yang memeluk dirinya dari belakang tanpa seizin darinya. Dengan keras ia mendorong tubuh pria itu, namun tenaganya tak seberapa kuat di bandingkan dengan tenaga seorang pria.
Pria itu membalikkan tubuh wanitanya dan menyenderkan tubuhnya itu ke dinding kamar mandi.
Vanandya lagi-lagi terkejut saat pria yang memeluk dirinya adalah kakak ipar'nya.
"Hai wanita ku."
"Apa maksud dari semua ini val? Kenapa kamu masuk kedalam kamar mandi ku ?"Vanandya membentak keras kakak ipar'nya.
"Bukannya sudah ku katakan dari dulu, nanti dan tahun-tahun yang akan mendatang kalau kamu adalah milik ku!!"Valdes berkata dengan dingin melebihi Virendra.
Vanandya berusaha menutupi tubuh'nya yang terpampang karena tak menggunakan apa-apa.
Namun Valdes terkekeh geli melihat wanitanya sedang berusaha menutupi tubuh polosnya, padahal dirinya sudahmmmm
Valdes pun mencium perut Vanandya lalu pergi begitu saja meninggalkan Vanandya yang mematung dengan perlakuan Valdes kepada dirinya. Entah kenapa perasaannya begitu hangat setelah pria itu mencium perutnya.
Tersadar dari lamunannya Vanandya pun berjalan ke arah walk in closet, dan ia memakai dress berwarna merah marun. Setelah beres ia pun langsung pergi ke luar kamar.
Sialnya ia harus bertemu dengan Valdes yang menggunakan pakean kasual.
Valdes yang melihat wanitanya memakai pakaian yang sangat ia sukai pun menarik tangannya, setelah mereka berada di garasi Valdes menyuruh Wanitanya untuk masuk ke dalam mobil, lalu Valdes pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dengan tangan satunya memegang tangan kecil wanitanya.
Vanandya merasa marah karena dia selalu saja bertindak di luar batasnya. Karena selalu saja menyeret dan memeluk tanpa seijin dirinya. Namun, entah kenapa ia tidak bisa menolak apakah dirinya seorang jal*ng.
Sampai mereka pun berhenti di halaman yang cukup luas bahkan seluruhnya terdapat Tamanan yang sangat ia sukai. Tak lupa halamannya sangat ketat di jaga oleh para bodyguard, mungkin berjumlah seribu.
Bukan itu saja ia sangat kagum dengan bangunan yang sangat indah menjulang tinggi bagaikan istana Disney. Ini adalah keinginan dia bisa memiliki mansion seperti ini, namun ia tidak bisa mewujudkan impiannya. Di balik semua impiannya ada seseorang yang sangat berarti di dalam hidupnya.
__ADS_1
Vanandya lalu menatap ke arah Valdes seolah-olah bertanya kenapa dia membawa dirinya ke sini. Dan ia juga tidak mengetahui bangunan siapa ini, karena setahunya Marquez tidak memiliki bangunan seperti ini.
"Ini adalah...