
Vanandya yang saat ini sedang terbaring karena perlakuan kakak iparnya yang melakukan kekerasan terhadap dirinya. Dan ia juga di kejutkan dengan kehamilan yang menginjak dua bulan, ia masih bertanya-tanya siapa anak yang ia kandung.
Valdes pun datang ke kamar kekasihnya, dengan membawa nampan berisi makanan. Ia tak ingin anak yang sedang di kandung Vanandya kelaparan.
"Makanlah sayang? Aku sudah memasakan sesuatu buat kamu."
Namun Vanandya hanya diam saja, ia tak merespon perkataan kakak iparnya. Ia masih saja memikirkan perkataan sang dokter tadi.
"Apa kamu memikirkan siapa anak yang kamu kandung?"Valdes bertanya kepada Vanandya dengan lembut sebelum ia melanjutkan perkataannya ia, menaruh nampan ke meja. "Itu seratus persen adalah anakku, karena sebelum kamu menikah dengan Virendra aku sudah lebih dulu menyuntikkan sesuatu ke tubuh virendra."
Vanandya sangat terkejut dengan perkataan kakak iparnya, ia pun langsung menatap sang kakak ipar. "Apa maksud kamu? Dan apa yang kamu suntikkan ke dalam tubuh viren?"
"Itu adalah cairan yang ku buat yaitu pregnancy delay, aku sengaja menyuntikkan itu agar dia tak bisa memiliki keturunan dalam jangka dekat walaupun dia sudah berhubungan, tapi sel telurnya akan menolah membuahinya."
Mendengar penjelasan Valdes, Vanandya tak percaya bahwa Valdes sangat berani berbuat seperti itu kepadanya.
"apa kau gila jiga cairan itu menyakiti viren gimana?"
"Kau tak perlu khawatir karena cairan itu akan menghilang saat satu tahun."
Valdes terpaksa melakukan itu agar pembuahan yang ia lakukan bisa jadi dan akhirnya kecebong yang ia miliki pun sudah berkembang menjadi janin di perut kekasihnya.
Saat sedang termenung dering ponsel Vanandya berbunyi. Ia pun Langsung mengambilnya dan mengangkat panggilan itu.
"Hallo"
"kamu sudah melakukan rencananya?"
"Iya aku akan pulang sekarang."
Vanandya pun langsung menutup panggilan teleponnya, ia tak ingin membuat Valdes merasa curiga dengan dirinya.
Valdes bertanya kepada Vanandya siapa yang menelepon dirinya.
"Jawab aku siapa itu?"
"Dia adalah ayahku, dia meminta padaku kalau bunda merindukan diriku."
Valdes tak percaya begitu saja, ia pun merebut telepon genggam kekasihnya, lalu menghubungi nomer yang barusan telepon.
Setelah selesai menelpon ia mengambilkan ponsel kepada kekasihnya.
"Aku akan mengantarmu pulang tapi aku tak bisa berlama-lama, karena aku ada kerjaan di luar kota."
Valdes lalu membawa Vanandya ke parkiran dan ia menyuruh Vanandya masuk.
Mobil bermerek mahal pun meninggalkan kediaman rumah Valdes. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia tak ingin membahayakan keselamatan anak dan kekasihnya.
__ADS_1
Setelah berapa saat mobil pun berhenti di kediaman keluarga lacerta, Vanandya pun dari mobil Valdes. Tanpa di duga ada seorang yang melihatnya dan melaporkan kepada tuannya.
bahkan dia merekam apa yang dia lihat saat Vanandya dan Valdes berciuman.
"Jagalah anakku baik-baik? Karena aku tak ingin anakku kenapa-kenapa." Setelah mengatakan itu ia pun masuk ke mobilnya dan meninggalkan kediaman lacerta.
Vanandya pun masuk kedalam rumahnya.
***
Brakk. Seorang pria yang di tugaskan oleh kakeknya untuk mencari kebenaran apa yang terjadi kepada keluarganya.
"Bener apa dugaanku selama ini teryata Valdes dan Vanandya miliki hubungan." Grey's sangat marah kepada Vanandya karena terlah mengkhianati adiknya dengan bermain sama Valdes. Ia pun langsung pergi dari tempat itu,
***
Vanandya yang baru saja datang merasa terkejut dengan kedatangan opa dan Oma'nya, Ia tak menyangka kalau kedatangan mereka akan sangat cepat.
"Oma, Opa?"
"Cucu tersayang Oma. Gimana kabar kamu?"
Vanandya terdiam sejenak tak, ia takut mengatakan kalau dirinya sedang hamil. Ia pun menjawabnya dengan seadanya.
"Aku baik-baik saja oma,"
Vanandya terkejut dengan perkataan opa'nya. Ia tak menyangka kalau opa'nya sudah mengetahuinya. Ia pun menatap kedua orang tuanya dan juga oma'nya, yang sedang menatap dirinya seakan-akan meminta jawaban langsung Darinya.
"Apa yang di katakan opa benar sayang?"
Vanandya pun menganggukkan kepalanya, percuma dirinya berbohong toh keluarganya sudah mengetahuinya.
"Kami sangat bahagia sayang dengan kehamilan dirimu. Tapi kami mohon inget tujuan kamu masuk kedalam keluarga mereka?"Vanandya pun hanya menganggukkan kepala, dengan pertanyaan oma'nya. Dirinya juga tidak bisa melupakan kejadian berapa tahun silam.
Varisa pun mengajak keluarganya untuk makan malam,
Dan saat ini mereka sedang berada di meja makan, yang sudah banyak hidangan untuk di santap.
**
Setelah selesai makan malam Vanandya pun berpamitan untuk pulang ke kediamannya, karena takut orang rumah mencari keberadaan dirinya, apa lagi saat ini di kediaman suaminya sedang kedatangan kakek dan neneknya.
Hendrik yang tak ingin putrinya terjadi sesuatu, ia menyuruh supirnya untuk mengantarkan putrinya.
"Oma, opa, bunda, ayah. Aku pulang dulu ya?"Ucap Vanandya sambil masuk ke dalam mobil.
"Hati-hati sayang.!!"Bunda varisa pun berkata saat mobil yang di tumpangi oleh Vanandya sudah jalan.
__ADS_1
Sepanjang jalan Vanandya termenung entah kenapa ia memiliki perasaan tidak enak, entah apa itu. Tapi yang pasti saat Ini ia benar-benar merasakan ada firasat buruk yang menimpa dirinya.
***
Setelah berkendara yang lumayan menguras waktu akhirnya mobil yang di tumpangi oleh Vanandya berhenti tepat di kediaman keluarga Marquez.
Lalu ia buru-buru masuk kedalam rumah tanpa mengucapkan makasih kepada supir pribadi ayah'nya.
Saat ia sudah sampai dj depan pintu ia lalu membuka pintu itu namun, keadaan cukup gelap sampai-sampai ia tak bisa lebih sekitar.
Vanandya berjalan dengan perlahan karena takut menabrak sesuatu, ia pun mencari saklar lampu. Namun saat akan menyalakan lampu, tiba-tiba 'BUGHHH' Pandangannya mulai kabur dan akhirnya ia terjatuh pingsan.
BYURRR. Seorang wanita yang sedang pingsan terbangun karena badannya di siram dengan air dingin.
PLAK
PLAK
PLAK
Tiga kali tamparan yang ia dapat dari seseorang, karena kesadaran belum sepenuhnya pulih ia pun hanya meringis kesakitan tanpa melihat siapa yang menampar dirinya.
Perlahan Vanandya berangsur-angsur pulih dari pingsannya dan ia sudah bisa melihat siapa yang terlah menampar dirinya, teryata semua ini kelakuan keluar suaminya.
"Mama, apa yang kamu lakukan kenapa mama menampar aku?"
"Cuih! Jangan panggil aku mama, karena wanita jal*ng seperti mu tan pantes memanggil ku mama!!"Bentak nyonya Rebecca.
"Wanita mur*han seperti teryata bisa masuk kedalam keluarga Marquez."Ucapan sinis dari Grey's kepada Vanandya.
"Lihatlah Oma. Menantu pilihan mu teryata lebih buruk"Kali ini virendra yang berbicara.
Vanandya yang dari tadi diam saja di caci maki oleh keluarga Marquez, ia tak tau apa permasalahannya sampai-sampai mereka bersikap seperti itu.
"Mama kenapa mama seperti ini? Apa Vana membuat kesalahan sampai-sampai kalian jadi seperti ini?"
PLAK
PLAK
Dua kali tamparan dari Rebecca kepada mantu'nya. Ia sudah sangat marah kepada Vanandya karena dia membuat keluarganya jadi seperti ini.
"Dasar wanita tan tau diri di kasih hati minta jantung!! Nyesel aku memungut mu untuk dj jadikan mantu!!"Bentak nyonya Meneer ia ia sudah tak sudi lagi menjadikan Vanandya sebagai mantu.
"Kau terlah merusak keluarga jal*ng..!!"
Bughh
__ADS_1