CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 201


__ADS_3

Varisa, yang sudah berada di dalam ruangan tempat dimana Keluarga'nya menyimpan semua barang-barang jaman dulu. Dan, di situ juga adalah tempat mereka menyimpan buku yang terdapat aktivitas Pribadi yang di lakukan keluarga. Walaupun, mereka menutup semua informasi tentang keluarga Adiwilaga. Tapi, mereka selalu menuliskan di dalam buku kehidupan.


Dia, lalu mencari buku yang bertuliskan nama Vera. Dan, setelah dia menemukan buku sejarah keluarga Adiwilaga. Varisa, Keluar dari ruangan itu. Yang hanya bisa di masuki oleh keluarga inti saja.


"Ini, semua rahasia ada di dalam buku itu. Kamu, boleh membaca buku itu. Dan, kamu juga akan mengetahui siapa sosok ayah kandung kamu." ujar. Varisa, dia menatap ke arah suami'nya. Namun, suaminya hanya diam saja. Varisa tau suami'nya sedang marah kepada dirinya. Karena, masalah dirinya yang menyembunyikan Keluarga'nya dari Hendrik.


Vernando, menerima buku itu dari varisa dengan perlahan. Setelah, buku sudah ada di tangan dirinya dia membuka secara perlahan. Lembar demi lembar, vernando membaca buku itu dengan fokus. Sekaligus sangat tegang. Dia, tidak menyangka kalau ayah kandungnya selama ini ada di dekatnya. Namun, dia tidak menyadarinya.


Dan, dia juga tidak menyangka kalau apa yang di ceritakan oleh varisa benar apa adanya kalau keluar mereka di bantai oleh seorang pria yang menginginkan kekuasaan dari Adiwilaga.


"Bunda, jadi..?" vernando menjeda perkataannya. Karena, dia sudah tidak mampu lagi berkata-kata.


"Iya, sayang ayah kamu ada di sekitar kamu dan dia adalah...?"


***


Sementara, itu seorang wanita sedang berbincang-bincang dengan sahabat barunya. Mereka, berdua sudah sangat akrab satu sama lain. Dan, ke-dua nya ingin mengadakan masak bersama di rumah wanita itu yang tidak lain adalah vanandya.


Vanandya, pun menyetujui akan hal itu, karena berhubung suami dan suami dari sahabatnya sedang memancing ikan. Jadi, ke-dua nya berencana untuk masak bareng.


anvaya amaranggana adipati dan kawangga adipati. Adalah, sepasang suami-isteri yang saling mencintai satu sama lain. Mereka, di karuniai satu putri yang sangat cantik bernama. Alara amaranggana adipati.


Saat, mereka sedang mempersiapkan alat masakannya, seorang gadis kecil datang mendekati kedua wanita itu.


"Ibu, sedang apa kalian?" tanya gadis kecil yang berumur 3 tahun,

__ADS_1


"Kami, sedang mempersiapkan barang-barang, karena kami akan masak di luar bersama dengan Tante Vanandya dan om Valdes." ujar anva. Kepada, putrinya.


"Iya, sayang, kami akan masak apa kamu ingin ikut bersama dengan kami?" tanya Vanandya dengan lembut kepada alara.


"Mau, dong tante. Ala, mau bantu Tante." ucap gadis kecil dengan mulut cedal'nya. Karena, umur tiga tahun belum bisa mengucapkan dengan jelas.


Vanandya, yang mendengar jawaban dari alara, tersenyum simpul. Dia, merasa gemas dengan bocah kecil itu. Dia, berkata yang membuat anvaya terkejut.


"An, gimana kalau kita jodohkan anak kita? Kan, kita bisa jadi besanan. Aku, ingin sekali putrimu menjadi menantu ku. Aku, yakin kalau Putrimu akan menjadi wanita yang tangguh saat besar nanti." kata vanandya kepada anvaya.


"Tapi, kau tau kan kalau Keluarga kita sangat berbeda jauh. Aku, tidak ingin jika putriku nanti harus menderita. Aku, sih percaya kalau kamu pasti akan melindunginya, tapi aku tidak yakin dengan keluarga kamu yang lain." ucap anvaya. Dengan, sedih. Karena, dia tidak ingin kalau keluarga vanandya yang lain bakalan menyakiti hati Putrinya.


"Kamu, percayakan kepadaku kalau semua keluargaku akan menerima putri kamu dengan lapang dada. Karena, keluarga kami tidak memandang status atau kedudukan, yang kami menginginkan kesetiaan kedua pasangan." ujar Vanandya.


"Anvaya, aku berjanji jika putraku berjodoh dengan putrimu aku akan menyayangi dia seperti aku menyayangi anak-anakku sendiri. Dan, apapun kekurangan putrimu aku bakalan terima dengan ikhlas. Jadi, izinkan putraku berjodoh dengan Putri mu." kata vanandya, dengan keyakinan.


Anvaya, sangat dilema akan hal itu, dia pun terdiam memikirkan semua perkataan dari vanandya, jika benar kalau vanandya akan menerima putri seperti Putrinya sendiri ia akan ikhlas. Menjodohkan putrinya dengan putra dari vanandya.


"Baiklah, Van aku setuju menjodohkan putriku dengan putra kamu. Tapi, bersumpah'lah bahwa kamu akan menerima putri ku apapun yang terjadi. Dan, jangan pernah menyakiti hati putriku?" pinta, anvaya kepada vanandya.


"Aku, bersumpah anva, aku bersumpah. Aku, akan menerima putri kamu dengan hati yang terbuka dan akan menganggap putrimu sebagai putri kandungku sendiri. Dan, apapun kekurangan alara aku akan. Menerimanya dengan ikhlas," ucap Vanandya.


Mendengar, keyakinan dari anvaya dia tersenyum bahagia. Karena, vanandya mau menerima putrinya dengan baik. Lalu, dia bertanya kepada Vanandya, siapa anak yang akan di jodohkan depan putrinya. Karena, setau dirinya vanandya memiliki seorang anak kembar.


"Memang, kamu mau menjodohkan putriku dengan siapa? Karena, mendengar cerita kamu kalau kamu memiliki anak kembar." tanya anvaya.

__ADS_1


"Aku, ingin menjodohkan dengan putraku yang bernama alvagas aldebarat. Karena, aku sangat yakin kalau Putrimu yang baik dan lugu akan cocok dengan putraku yang pendiam tapi, sekalinya berbicara dia seperti seorang wanita. Dan, dia terkesan cuek tapi sangat perhatian." ujar vanandya menjelaskan kepada anvaya.


Mendengar, akan hal itu anvaya tersenyum lega. Dia, takut jika putra dari vanandya adalah sosok pemuda yang sangat arogan, dingin dan selalu merendahkan. Karena, dia sudah berpengalaman, kalau putra dari anak orang kaya suka seperti itu.


Mereka, pun kembali menata perlalatan memasak di depan rumah, sampai mereka selesai suaminya baru pada pulang dari memancing. Kedua, wanita itu bertanya kepada suami mereka masing-masing.


"Sayang, apa kamu dapat ikannya?" tanya anvaya.


"Sayang, kamu dapat tidak? Soalnya aku hari ini sangat menginginkan ikan sungai." ujar Vanandya.


Kedua, pria itu tersenyum ke arah istri mereka, lalu ke-dua nya menunjukan kepada istri mereka. Hasil tangkapan ikan yang sudah berusaha mereka dapat.


Vanandya, yang melihat ikan itu masih hidup langsung meloncat ke arah Valdes, karena ikan itu terbang ke udara saat dia dekati. Hal, itu pun membuat mereka mentertawakan vanandya. Bahkan, alara, yang melihat Vanandya seperti itu tertawa.


"Hahaha..! Tante, sangat lucu, sama ikan saja takut," ucap gadis kecil. Dengan, tawa yang sangat keras.


Vanandya, benar-benar sangat malu karena ulah dirinya yang seperti anak-anak. Dia, langsung bersembunyi di dada bidang suaminya. Dia, sudah sangat malu. Bahkan, utuk menunjukan mukanya saja enggan.


"Vanda, sudahlah, ngapain kamu malu. Lagian, dulu saat anvaya di kasih ikan seperti yang kamu rasakan saat ini." ujar kawangga, dengan senyumnya.


"Sayang, kenapa kamu membongkar aibku sih?" ucap anvaya dengan kesal.


Mereka, semua kembali tertawa, tapi kali ini mereka menertawakan anvaya karena muka kesal dia kepada suaminya.


"Sayang aku mau ngomong....?"

__ADS_1


__ADS_2