CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 126


__ADS_3

Namun, sebelum Tanuja masuk, pintu mobilnya kembali di tutup oleh seseorang pria. Saat Tanu menatap orang itu, ia langsung terkejut dengan apa yang dia lihat.


"Kau harus. Ikut, bersama denganku.?" ucap virendra kepada Tanuja, sambil menyeret Tanu untuk masuk kedalam mobilnya.


Tapi Tanu menolak ajakan virendra, lalu ia berjalan ke arah mobilnya. Namun, saat akan masuk ke dalam mobil, tumbuhnya Melayang ke udara. Ia pun terus berteriak kepada virendra untuk menurunkan dirinya.


Namun, virendra, tidak menuruti keinginan tanu, setelah sampai kembali ke mobilnya, ia langsung memasukan tanu ke dalam mobil. Ia juga ikut masuk lewat pintu penumpang. Setelah siap virendra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak melepaskan tanu kembali. Karena, mulai sekarang ia akan mengurung Tanu dj kediamannya sampai tidak ada pria yang berani meliriknya.


**


Sementara itu, di kediaman lacerta sedang terjadi perdebatan kecil yang di lakukan oleh kedua keluarga, seorang ayah masih enggan untuk memberikan restu kepada mereka. Karena, AApa yang terlah di lakukan oleh mereka masih membekas di hatinya.


"Hendrik, kau tidak boleh egois seperti itu?"


"Aku egois? Yang harusnya berkata seperti itu aku.. Kamu, yang egois karena terlah berani memberikan restu kepada Grey's dan haze. Kamu, sendiri tau kan kalau apa yang di lakukan oleh Grey's tidak pantas mendapatkan maaf apa lagi haze adalah anak istimewa dari.." ucapan hendrik terpotong oleh pekikan istrinya. "Suamiku!!" perkataan varisa membuat mereka yang berada di situ merasa terkejut.


"Anak istimewa dari siapa ayah, bunda?" tanya hazel kepada orangtuanya. Karena ia sangat penasaran akan perkataan sang ayah,


"Anak istimewa dari ayah dan bunda sayang," ucap varisa dengan lembut. Namun, hal itu tidak di percaya oleh hazel karena ada hal yang mengganjal di perkataan orang tuanya. Tapi, ia tidak mempunyai bukti kuat untuk membuktikan itu, jadi ia hanya mengangguk kepala, pura-pura percaya akan perkataan sang orang tua.


"Jika aku benar anak istimewa, lantas kenapa kalian tidak merestui kami bun? Aku sebenernya masih cinta sama Grey's dan kami ingin memberikan orang tua yang lengkap buat kedua anakku?"


"Benar om, Tante. Aku mohon restui lah kami? Aku meminta maaf kepada kalian atas dosa-dosa aku yang telah membuat kalian hancur, itu semua aku terpaksa."

__ADS_1


"Benar ayah hen, restui lah mereka. Dan lupakan masa lalu, jangan sampai luka masa lalu akan berdampak kepada kebahagiaan masa depan anak-anak." ucap Faisal suami dari Kimberly.


Hendrik termenung memikirkan perkataan mantunya itu, ia memang harus melupakan apa yang sudah di alami masa lalu. Karena, sekuat apapun dirinya berusaha menghalangi hubungan mereka, masa lalu tidak akan pernah berubah. Yang, harus ia lakukan adalah masa depan,


"Baiklah aku akan merestuimu tapi dengan syarat,!" ucap hendrik, yang memiliki sebuah ide untuk menghukum pria di depannya dengan syarat yang akan ia lakukan.


Grey's, yang mendengar itu, menunjukan sebuah senyum yang melebar. Mendengar perkataan hendrik, tentu saja ini adalah kesempatan yang baik buat dirinya.


"Apa syaratnya om? Aku akan melakukan apapun yang om minta." ucap Grey's dengan tekat yang sangat kuat.


Hendrik menghela nafas kasar'nya, mendengar ucapan Grey's giliran. Mendengar ia akan merestui dia sangat senang dan bahagia, tapi giliran di tolak kaya cowo letoy. Fi tolak, udah patah hati, larinya ke bar dan meniduri wanita. Pikir Hendrik yang melihat senyum Grey's,


"Syaratnya kamu harus... Harus, membuat sebuah istana dari tangan kamu sendiri, Atau kamu bikin sebuah tempat doa. Dalam, kurung waktu satu malam.!!"


Semua orang menganga lebar. Mendengar syarat dari Hendrik yang tidak masuk akan di mereka, syarat yang sangat aneh, bagai mana bisa seorang Grey's yang manusia biasa harus membangun istana dalam satu malam. Itu tidak akan mungkin,


"Benar hen? Manusia mana yang bisa membuat istana dalam waktu satu malam?" ujar Viktor.


"Hen jangan aneh-aneh deh? Cucuku tidak mungkin bisa melakukannya! Dan ini bukan kisah bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang yang harus membuat seribu candi.!!" bantah vinton yang mendengar hendrik yang sangat gila.


"Ya, mau gimana lagi? Itu persyaratan dari aku atas dosa-dosa Grey's yang harus di tebus dengan membangun istana. Dan, dengan tempat doa." ujar hendrik, yang kekeh tidak akan mempermudah Grey's untuk mendapatkan putrinya itu,


"Ayah, kita hidup di jaman modern. Bukan hidup di jaman kerajaan yang harus melakukan hal seperti itu? Jadi berilah Grey's waktu untuk membangun. Tapi tidak satu malam?" ucap hazel berkata dengan lembut.


"Hm, baiklah. Ayah akan memberikan waktu satu tahun untuk Grey's membangun istana, tapi ayah meminta kalau istana yang akan di bangun dengan hasil kerja keras dia sendiri,"

__ADS_1


Mereka menghembuskan nafas kasar'nya, mereka sangat keberatan dengan permintaan hendrik. Namun, mereka tidak bisa melarang, karena Grey's sendiri yang menujui ucapan hendrik. Jadi, mau tidak mau mereka juga ikut menujui'nya.


Grey's, berkata kepada hazel, untuk tidak perlu khawatir. Kalau dia akan berusaha semaksimal mungkin agar istananya yang akan ia buat nanti, bisa segera Jadi. Dan, setelah itu ia bisa segera menikahi hazel.


Hazel pun mengangguk kepala dengan terpaksa, ia akan memberikan dukungan dan semangat, kepada calon suaminya yang akan melakukan kerja berat untuk membangun istana.


Setelah pertemuan mereka, keluarga Marquez. Berpamitan, untuk pulang ke kediaman mereka, dan mereka juga sudah menujui persyaratan yang sangat tidak masuk akal, karena kegilaan hendrik.


***


"Apa!!" teriak seorang wanita saat mereka sedang berada di ruang keluarga bersama dengan keluarga kecilnya. Namun, saat sedang bersantai, sambil melihat suami dan twins bermain, kakak'nya menelpon dirinya.


Vanandya sangat terkejut dengan cerita yang di ucapkan oleh sang kakak. Bagaimana, tidak terkejut kakaknya baru saja menceritakan tentang pertemuan kedua keluarga besar untuk meminta restu kepada keluarganya.


Dan ayah'nya memberikan syarat yang hampir sama dengan syarat untuk suaminya. " Itu masih mudah kak.. Sedangkan Valdes dia sangat berat."


"Memangnya syarat apa yang di berikan ayah kepada valdes?" tanya hazel kepada adiknya.


"Adalah kak, nanti kakak juga tau sendiri." ucap vanandya kepada kakak'nya yang berada di sebrang sana.


"Plis Vana, kasih tau apa syarat ayah kepada valdes?" ucap hazel.


"Kak, jangan sekarang ya? Nanti Kaka mati berdiri gimana?" ucap Vanandya.


"Kaka, tidak perlu khawatir. Aku yakin kok, kak Grey's mampu melewati syarat yang sangat aneh dari ayah.. Dan, pasti setelah ini ayah bakalan merestui hubungan kalian," sambung vanandya.

__ADS_1


Hazel pun hanya menjawab dengan deheman saja, lalu ia mematikan sambungan teleponnya, yang masih terhubung oleh sang adik.


"Siapa yang telpon .?"


__ADS_2