
Garvi farraz ...
Seorang pria yang berbicara dengan Rebecca sekaligus yang membantu membuka jalan agar mobil yang di tumpangi oleh Rebecca bisa melewati dan segera bergegas ke rumah sakit.
Setelah garvi berbicara dengan Rebecca ia berpamitan pergi untuk kembali membuka jalan.
Para pengendara pun dengan sigap meminggirkan mobilnya agar mobil Rebecca bisa melewat. Mereka tau jika orang-orang penguasa jalanan sudah keluar pasti ada keadaan yang sangat serius jadi mereka dengan sigap membantunya.
Sopir pribadi Rebecca pun menjalankan mobilnya setelah ada celah jalanan ia langsung menancapkan gas'nya dengan sedikit kencang.
"Hazel bertahan lah mama tau kamu adalah orang yang sangat kuat dan pantang menyerah." ujar Rebecca.
Berapa menit berlalu mobil mereka sudah sampai di depan rumah sakit yang Rebecca sebut. Di depan sudah sds varisa yang sedang menunggu kedatangan dari Rebecca. Bahkan varisa juga sudah menyuruh berapa perawat dan suster untuk siap siaga.
Benar saja setelah mobil itu berhenti para perawat dengan sigap membantu hazel ke dalam brangker dan setelah itu mereka membawa masuk kedalam ruang IGD yang ada di ujung lorong.
Saat Rebecca dan varisa akan ikut masuk mereka berdua langsung di halangi oleh suster, suster menyuruh agar varisa dan Rebecca untuk tetap berada di luar selagi dokter yang akan menangani hazel.
"Bagaimana bisa hazel jatuh dari tangga? apa kalian tidak bisa menjaga nya?" tanya varisa bertubi-tubi setelah hazel sudah masuk ke dalam perawatan.
"Aku, juga tidak tau kronologi hazel jatuh karena aku saat itu masih syok karena mendengar berita kecelakaan," ucap Rebecca.
"Kau syok hanya mendengar berita kecelakaan kereta dengan mobil dari pada kau menjaga hazel? Asalkan kau tau saat ini dia sedang hamil dan usia kandungannya masih 6 bulan!" ucap varisa datar,
"Saya syok karena kecelakaan itu ada Valdes berserta istri dan anak-anaknya. Dan kau tau siapa orang yang membawa kereta? dia adalah Valdes Putraku.!" ucap Rebecca dengan lirih namun seakan-akan seperti membentak varisa.
Deg...
Varisa sangat terkejut mendengar perkataan dari Rebecca. Jadi orang yang berada di dalam kereta itu adalah putri berserta cucu dan mantu'nya?
Varisa tidak menyangka kalau ia harus mendapatkan dua kabar buruk dari kedua putrinya. Lalu ia menatap ke arah Rebecca ia ingin mengetahui kondisi saat ini.
"Lalu bagaimana kondisi mereka?" tanya varisa dengan sedih.
"Mereka baik-baik saja tapi saya tidak menjamin orang yang berada di dalam mobil bisa selamat." ucap Rebecca.
Mereka pun kembali terdiam sampai ada berapa perawan dan suster yang berlalu lalang dengan sangat panik. Mereka bertanya apa yang terjadi dan kenapa semua orang Sangat panik seperti itu?
__ADS_1
Salah satu suster menjelaskan kalau ada dua pasangan suami-isteri yang baru saja mengalami kecelakaan sampai mengalami luka yang serius bahkan ada yang sudah meninggal di tempat kejadian.
Mendengar cerita itu Rebecca dan varisa terkejut mereka menduga kalau itu adalah korban dari kecelakaan yang sedang viral itu. Kecelakaan kereta api yang menabrak sebuah mobil.
"Sebaiknya kita lihat korban kecelakaan itu aku takut jika itu benar kalau Valdes yang menabrak mereka." ucap varisa dengan lirih.
"Kau benar sebaiknya kita mengecek keadaan mereka." ucap Rebecca menyetujui perkataan varisa.
Saat mereka akan pergi sebuah suara memanggil mereka dengan aura yang sangat khawatir.
"Bunda..!" panggil seorang pria bersama dengan istri dan mertuanya.
Varisa dan Rebecca yang akan pergi pun mengurungkan niatnya untuk tidak pergi ke tempat itu mereka pun menghampiri pria yang memanggil dirinya.
Vernando Adhikara adiwilaga...
Pitaloka pamungkas...
Shanty pamungkas..
Josh pamungkas...
"Saat ini hazel sedang di tangani oleh tim dokter." ucap varisa.
Shanti dari tadi diam saja entah kenapa ia merasakan tidak asing dari wanita di depannya. Tapi, ia lupa pernah bertemu dimana. Sampai ia menyadari akan sesuatu.
"Nyonya Rebecca?" ujar
"Iya saya Rebecca? ada apa ya?" tanya Rebecca.
"Sepertinya kita pernah bertemu tapi dimana ya?" tanya shanty.
"Apa nyonya shanty lupa kalau saya pernah datang di acara pernikahan putri kamu dengan vernando." ujar Rebecca menjelaskan.
Shanty yang mendengar hanya ber'oh ria ia baru menyadari kalau ia pernah bertemu dengan Rebecca saat acara pernikahan putrinya.
Mereka pun duduk sambil menunggu seorang dokter keluar dari kamar IGD.
__ADS_1
***
"Ahhhhh..Ohhhhh.. Yahhhhhh...Terussss sayang." suara ******* keluar dari mulut seorang wanita yang sedang menikmati tusukan di area bawahnya dari seorang pria yang sangat ia cintai.
Ia sangat-sangat bahagia karena bisa memiliki kembali cintanya walaupun dengan berapa obat dan alkohol di campur ia bisa mendapatkan seorang yang sangat ia cintai.
Tentunya dengan bantuan dari seorang yang membuat bisa mendapatkan kenikmatan seperti ini. Jika tidak ada mereka ia tidak akan bisa memilikinya kembali.
"Ahhh... Grey's keluarkan di dalam Grey's aku ingin merasakan..Shhhhh..Ohhhh..Ohhh,Yyyaaahhhh..benih cinta kamu Grey's." desahannya kembali.
Grey's faresta Marquez..
Gisel Stella Cornelia..
Kedua nama yang sedang bercerita tanpa mengetahui kalau saat ini istrinya sedang berjuang antara hidup dan mati bahkan ia dia tidak memperdulikan ponsel yang bergetar.
Grey's dengan patuh mengeluarkan benihnya di dalam rahim Gisel tanpa berpikir dua kali jika akan menimbulkan dampak yang buruk kedepannya.
Gisel yang merasakan kalau Grey's sudah melakukan pelepasan di dalam perutnya tertawa bahagia karena ia bakalan hamil anak dari suaminya.
Saat menyadari kalau saat ini Grey's sedang tidur Gisel langsung melakukan rencana selanjutnya yaitu menghancurkan semua barang-barang di tempat itu agar Grey's mengira kalau dirinya melakukan perlawanan. Bahkan ia juga melukai dirinya sendiri agar Grey's bersimpati kepada-nya.
***
"Grey's kemana?" tanya Rebecca saat melihat kedatangan suami'nya berserta dengan putra-putranya.
"Lho, bukannya Grey's sudah pulang duluan? Karena setelah kami meeting Grey's pamit pulang duluan karena dia merasakan tidak enak badan." ujar Victor kepada sang istri.
"Jika Grey's pulang duluan pasti saat ini Grey's sudah berada di sini. Dan saya sudah mengabari dia tapi tidak kunjung di angkat." ucap Rebecca.
"Lihat, dengan keadaan hazel yang sedang mempertaruhkan hidup dan matinya malah suaminya tidak mendampingi, malangnya putriku." timpal varisa.
Rebecca pun meminta kepada Vernon dan Laksh untuk mencari dimana Grey's berada karena ia merasakan khawatir dengan Grey's yang tidak bisa di hubungi. Belum lagi masalah Valdes selesai ia harus mendapatkan masalah baru hazel yang jatuh dari tangga dan sekarang Grey's sangat sulit di hubungi.
Saat Rebecca sedang khawatir keluarga lacerta datang karena mereka di kabari oleh varisa kalau hazel mengalami kecelakaan.
Belum sempat mereka bertanya sebuah pintu ruang perawatan di buka oleh seorang dokter.
__ADS_1
"Keluarga Nyonya hazel..?"