CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
Sepesial part.1


__ADS_3

ENAM BULAN.


Setelah enam bulan kematian sang putra dan sang ibunda, hidup vanandya semakin membara bahkan ia tidak memiliki balas kasian lagi ia akan menghancurkan orang-orang yang sudah mengusik ketenangannya.


Bahkan ia seperti orang gila, karena dalam waktu bersamaan ia harus kehilangan kehidupannya. Anak di dalam kandungan, Vagas dan varisa. Hal itu membuat kejiwaan vanandya sedikit terguncang, bahkan ia sudah seperti seorang dewa Kematian yang selalu membunuh setia orang yang berusaha menghancurkan keluarga Vanandya.


Valdes, yang melihat istrinya seperti itu hanya membiarkan saja. Ia tidak melarang apapun yang istrinya lakukan, baginya itu adalah bentuk kebangkitan dari seorang Dewi kematian,


Seperti sekarang para bodyguard sedang mendapatkan penyiksaan dari vanandya karena sudah membuat putranya Vegas terluka, karena kecerobohan itu membuat para bodyguard merasakan apa yang yang saat ini Vegas rasakan.


Dan setelah kematian, Vanandya dan Valdes di suruh untuk tinggal di kraton Miharjo, tapi mereka menolak, karena mereka lebih menyukai tinggal di mansion yang pertama kali mereka bercinta saat vanandya masih berstatus sebagai istri dari virendra.


Mereka pergi menjauh dari keluarga Marquez maupun keluarga lacerta, karena mereka menginginkan ketenangan saat ini. Mereka pergi dengan membawa Vegas maupun membawa anak mereka yang perempuan.


Valeeqa nayesha Marquez.


"Apa kalian tau apa kesalahan kalian?!" bentak Vanandya.


"Maafkan kami nyonya kami tidak akan kecolongan lagi dan kami akan berusaha menjaga tuan muda dengan lebih ketat lagi agar tidak kecolongan." ujar salah satu bodyguard.


"Pergi.!" ucap Vanandya dengan dingin.


Dan rapat setelah itu suami'nya datang bersama dengan asisten pribadinya Kairo. vanandya pun segera duduk di ruang keluarga dan di susul oleh Valdes, yang langsung memeluk tubuh istrinya.


"Apa, kamu kembali menyiksa mereka lagi?" tanya Valdes,


Karena saat ia masuk ia melihat para bodyguard dengan wajah ketakutan bahkan banyak bekas luka yang ada di tubuh mereka. Bahkan luka itu sangat banyak.


"Apa kamu ingin aku melarang? Karena dia sudah ceroboh membuat Vegas terluka.!" ujar Vanandya dengan santai.


"Tentu saja tidak sayang saya tidak akan melarang kamu jika itu tujuan yang sangat baik." ujar Valdes dengan senyum yang mengembang.


Ia tidak pernah menyalahkan Vanandya atas kejadian itu, tapi ia menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menyelamatkan semuanya. Tidak bisa menyelamatkan sang putra, tidak bisa menyelamatkan janin yang ada di perut istrinya, bahkan tidak bisa menyelamatkan ibu mertuanya.

__ADS_1


"Apa kamu sudah menemukan keberadaan wanita itu?" tanya Vanandya.


"Kami belum bisa menemukan keberadaan wanita itu, tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan mereka, karena mereka harus mati dengan sangat sadis agar putra kita bisa tenang." ujar Valdes.


Kairo yang mendengar itu hanya diam saja, karena melihat kekejaman dari suami-isteri yang sama-sama kejam,


"Mommy, Daddy," panggil Vegas dengan sangat lirih.


Dia menuruni anak tangga dengan tampang yang sangat datar, karena semenjak di tinggal oleh sang adik ia sudah seperti seorang yang kehilangan bayangannya.


Ia menjadi pribadi yang sangat dingin dan sangat kejam bahkan ia jarang berbicara kepada siapapun, ia akan berbicara saat ia menginginkan berbicara,


"Son." ujar ke-dua nya.


Setelah sampai di depan orang tuannya Vegas dan Vanandya langsung memeluk tubuh sang putra yang hanya tinggal satu-satunya. Mereka mulai saat ini akan menjaga Vegas dengan nyawa mereka,


"Dad, mom aku sangat merindukan vagas. Aku ingin menemui vagas dad, mom." ujar Vegas yang masih senantiasa memeluk tubuh kedua orang tuanya.


"Maafkan, Dady dan mommy Son, yang tidak bisa menyelamatkan adik kamu. Kami juga sama dengan mu son, kami sangat merindukan vagas." ujar sang Daddy.


Mendengar itu, Valdes terdiam memikirkan ucapan dari Kairo, ia pun segera menyetujui dan meminta kepada istri dan anak, untuk segera bersiap karena mereka akan pergi berkunjung ke makam sang putra.


Mendengar itu pun Vegas langsung pergi ke kamarnya untuk bersiap mengganti pakaiannya dengan menggunakan kemeja, putih yang senada dengan kemeja sang Daddy.


*


*


*


*


Saat ini keluarga kecil Valdes baru saja sampai di pemakaman keluarga Marquez, mereka pun langsung berjalan masuk kedalam makan. Dan keluarga Valdes berhenti tepat di hadapan makam sang putra yang sudah dulu meninggalkan meraka semua.

__ADS_1


Ketiga orang itu pun berjongkok di depan makam anak mereka yang sudah di tumbuhi tanaman liar. Valdes, vanandya dan Vegas segera mencabuti rumput liar yang ada di kelilingi makam vagas.


"Hai Anak Daddy yang paling tampan, sedang apa kamu sekarang? Pasti saat ini kamu sedang berbahagia ya? karana kamu sudah bertemu dengan opa kamu." batin Valdes.


"Sayang maafkan mommy ya? Andaikan saat itu mommy langsung menyelamatkan kamu, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini, mungkin saat ini kamu masih berada di tengah-tengah kami. Tapi percayalah sayang, mommy akan selalu menyayangi kamu walaupun kamu sudah tidak ada di sini." batin Vanandya.


"Kamu melanggar janji vagas, mana janji kamu katanya kita akan. Selalu bersama setiap waktu untuk membangun perusahaan, tapi kamu sudah melanggar janji yang pergi dari sisi aku vagas." batin Vegas.


Raden mas Alvagas aldebarat lacerta Marquez wasangmiharjo Hadiningrat.


Bin


Valdea Hutabarat Marquez.


Nama nisan yang tertulis, yang menandakan itu adalah salah satu anggota besar yang pernah ada.


Setelah melepas rindu satu sama lain keluarga Valdes berpamitan pulang kepada vagas, karena hari sudah mulai sore. Dan sebelum mereka meninggalkan tempat itu, Vegas mengatakan kepada vagas.


"Adek, kamu harus hati-hati di makam karena di sini banyak orang yang sudah meninggal, kakak takut kalau kamu di ganggu sama mereka, dan kamu harus berjanji jika mereka membully kamu, kamu harus datang ke dalam mimpi kakak agar Kaka bongkar makam orang yang sudah menyakiti kamu dan nanti kakak bilang sama orang itu." ujar Vegas.


Ia tidak menyukai kalau orang yang sudah meninggal mengganggu adiknya yang sedang tertidur di rumah barunya yang sudah di buatnya oleh Daddy'nya.


Para bodyguard dan orang tua Vegas yang mendengar itu hanya diam saja menahan senyumnya sekaligus terharu karana kasih sayang Vegas kepada adiknya tidak pernah pudar.


Bahkan dia dengan mudah mengatakan kalau dia akan menjaga adiknya dari gangguan para orang yang sudah tiada.


"Buat kalian jika berani menyakiti adik aku maka aku akan menghancurkan kalian." ujar Vegas berkata kepada makam.


Karena di makam keluarga Marquez sudah banyak penghuninya bahkan hampir penuh, karena makam itu sudah ada sejak puluhan tau pendiri Marquez utama di bangun sampai sekarang.


Vanandya pun langsung berkata kepada Vegas untuk segera pergi, Vegas pun menuruti perintah dari sang mommy. Mereka saling bergandengan tangan tanpa ada sosok vagas di keluarga mereka.


"Hallo?"

__ADS_1


"Valdes segera datang ke rumah sakit...


__ADS_2