CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 186


__ADS_3

Di, kamar sepasang suami-isteri yang berapa Minggu baru menikah. Mereka, sedang membicarakan sesuatu tentang mimpi yang di alami oleh seorang wanita yang tidak lain adalah Pitaloka. Dia, mengatakan kalau dia mimpi bertemu dengan wanita yang sangat mirip dengan Tante varisa. Dia, mengatakan kalau dia harus segera membantu keluarga Marquez, karena, ada yang ingin mencelakai mereka.


Mendengar penjelasan sang, istri vernando diam. Dia, tidak ingin ikut campur dalam keluarga mereka. Walaupun, mereka adalah keluarga dari adiknya, tapi itu bukan urusan nya.


Tapi, Pitaloka, mengatakan kalau ini adalah permintaan dari Vera. Bunda dari vernando. Jika, dia mengatakan hal itu tandanya dia pernah memiliki hubungan dengan keluarga mereka.


Vernando, termenung memikirkan perkataan istrinya, jika Bunda'nya berpesan kepada Pitaloka melewati mimpi. Itu, tandanya, ada sesuatu rahasia yang sangat besar. Sampai, dia mendatangi mimpi Pitaloka.


Vernando, lantas mengajak istrinya untuk datang ke kediaman Marquez di malam hari yang masih banyak pengendara yang melintas jalanan.


Setelah, berapa lama mengendarai mobil, mobil mereka terlah sampai di kediaman Marquez, yang saat ini mereka sedang menikmati makan malam, bersama dengan keluarga. Namun, ada guratan keanehan saat melihat keluarga mereka bersama, ada sebuah kehangatan terpancar di hatinya.


Rebecca, yang melihat kedatangan vernando dan sang istri langsung mengajak mereka bergabung. Karena, mereka semua juga baru akan mulai makan malam.


Tapi, aneh'nya kedua adik-adiknya seperti ada kesedihan yang sangat mendalam di hati mereka. Ingin, rasanya vernando bertanya kepada Vanandya, tapi suasananya sedang tidak baik-baik saja.


Dan, kedua pasangan itu pun duduk bersampingan dengan Vanandya dan Grey's. Rebecca, mengambilkan makanan untuk vernando dan Pitaloka dengan senyum yang mengembang.


Tapi, ada sebuah tatapan yang tidak menyukai, siapa lagi kalau bukan Yulia dan Amira.


Faisal, yang sejak tadi menyuapi ibunya dengan telaten, bahkan sampai menanggapi apa yang Keluarganya lakukan. Sampai dia mendengar suara yang sejak bertahun-tahun tidak mendengarnya. Saat, dia menatap vernando ada sebuah kemiripan dengan adiknya itu, "Venton?" gumam Faisal, yang masih di dengar oleh yang lain, bahkan sendok yang Faisal pegang terjatuh dari tangannya.


Vinton, yang mendengar anaknya menyebut 'Venton' langsung meletakkan sendok dan garpu. Dia sangat terkejut dengan. Apa, yang anaknya Katakan.

__ADS_1


"Apa, maksud kamu sal?" tanya vinton kepada putra sulungnya.


"Gak, ada yah. Mungkin, Faisal salah lihat," kata Faisal, yang langsung bungkam tak ingin mengatakan apa yang dia lihat Barusan, tapi matanya tidak bohong, dia melihat sosok kakak'nya ada pada diri vernando.


Mereka, pun kembali makan dengan diam dan tanpa banyak bicara, karena keluarga mereka tidak di bolehkan berbicara saat makan. Sampai, mereka menyelesaikan makan malamnya.


Dan, seluruh keluarga, pergi ke ruang keluarga untuk santai sejenak, sebelum ada seorang yang berbicara. Yang mengutarakan niatnya datang ke tempat Marquez.


"Maaf sebelumnya, kedatangan kami kesini ingin membicarakan tentang mimpi yang di sampaikan oleh bunda kami. Dia, mengatakan kalau keluarga kalian sedang dalam bahaya, karena ada seorang yang menginginkan kalian mati. Dan, kami juga akan membantu kalian di saat kalian terancam." kata vernando kepada keluarga Marquez.


Keluarga, Marquez terkejut dengan perkataan dari vernando. "Apa, maksud kamu berkata seperti itu hah?" ucap Yulia, spontan, karena dia merasa kesal kalau pria di depannya sudah menduga kalau keluarga Marquez sedang dalam bahaya.


Dan, sekarang keluarga Marquez, menatap ke arah Yulia. Faisal, Laksh, victor, dan Vanandya sudah mencurigai kalau Yulia adalah dalang di balik semua ini. Karena, dari gelagat Yulia sudah mulai aneh, dan saat tadi vanandya akan pergi ke kamarnya untuk meletakkan bayinya yang sudah tidur, dia melihat Amira adiknya dan Yulia sedang mengobrol masalah serius. Padahal, Amira baru saja menangis untuk menangkap Axel.


"Kau, tidak perlu khawatir karena kami bisa menjaga diri kami sendiri. Dan, kami juga tidak membutuhkan bantuan kamu." kata Amira, kepada pria di depannya.


"Diam, kamu Vanandya! Aku, bukan bicara dengan kamu. Aku, bicara dengan pria yang sok tau itu. Hanya karena mimpi dia datang kemari Cih."


"Amira, jaga bicaramu.!" bentak Victor.


"Pa, dia datang kesini hanya mengatakan yang tidak jelas. Papa, percaya dengan pria gila itu? Jika, papa ingin percaya silahkan." kata Amira, yang langsung pergi dari ruang keluarga.


Melihat respon Amira yang seperti ini membuat vanandya semakin curiga kepada Amira dan Yulia. Namun, untuk saat ini vanandya tidak ingin mengatakan kepada siapapun. Karena, mereka pasti tidak akan mempercayai dengan mudah tanpa adanya bukti.

__ADS_1


Vernando, sangat kesal dengan perkataan dari Amira dengan marah dia berdiri dari duduknya lalu dia mengajak istrinya untuk pulang ke kediaman Marquez. Karana, perkataan dia tidak mendapatkan respon baik. Palah, sebaliknya.


Semua, keluarga terdiam melihat kepergian vernando dan Pitaloka. Tapi, mereka tak bisa mencegah kepergian mereka.


"Aku, akan pergi ke kamar untuk menidurkan, baby Valle." kata vanandya, yang di ikuti oleh suaminya.


Satu persatu pun mereka pergi ke kamar mereka masing-masing. Karena, mereka sangat lelah ingin istirahat. Apa, lagi hazel tengah hamil yang usianya baru berapa bulan. Jadi membutuhkan banyak istirahat. Agar, hazel sehat.


Agni, mengisyaratkan kepada suster, yang merawat dirinya. untuk pergi dari ruangan itu. Dia, juga ingin istirahat.


**


"Apa!" pekik seorang wanita paruh baya. Yang, mendengarkan penjelasan dari putrinya. Putrinya, mengatakan kalau ada seorang pria yang bilang kalau istrinya bermimpi bertemu wanita yang meminta keluarga Marquez waspada.


Dan, putrinya juga mengatakan kalau pria itu adalah kakak dari vanandya wanita yang sangat berbahaya bagi mereka. Karena Vanandya akan melakukan apa saja agar kejahatan selalu kalah.


Wanita, paruh baya terdiam. Dia, memikirkan sosok pria itu. "Jika, benar dia adalah kakak dari vanandya otomatis dia adalah anak dari varisa? Dan, jika mereka masih memiliki keturunan seorang pria maka.." gumam Eriska. Dia, terdiam langsung saat mengetahui informasi dari Putrinya. Dia, tidak akan membiarkan semua itu terjadi.


"Memangnya kenapa dengan mereka ma?" tanya Amira.


"Benar Eriska. Apa, yang terjadi sampai kamu seperti ini?" timpal Yulia.


"Sebaiknya, kalian harus berhati-hati. Karena, selain vanandya kakak dari vanandya sangat berbahaya. Bisa jadi dia memiliki garis dari leluhurnya. berarti dia akan menghancurkan kita." kata Eriska. Memperingati Yulia dan putrinya agar terus berhati-hati. Dan, dia juga mengatakan untuk tidak salah dalam berucap karena itu akan menimbulkan kecurigaan bagi mereka.

__ADS_1


"Lalu, kita harus apa ma?"


"Tunggulah, besok pagi. Karena, akan ada kejutan buat mereka. mama tidak akan membiarkan mereka tertawa sebelum mama yang akan tertawa kemenangan."


__ADS_2