CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 59


__ADS_3

Setelah keputusan Amira tempo hari kakek pun memberikan sebuah berkas-berkas penting, berapa kartu kredit dan fasilitas lainnya karena ia tak ingin cucu perempuannya mengalami kesulitan, ia juga menyerahkan salah satu cabang perusahaan yang ada di New York, Pastinya itu dengan di awasi oleh Valdes. Karena valdes adalah CEO Jantung perusahaan MARQUEZ GROUP, Jadi seluruh cabang perusahaan besar ada dalam kendali Valdes.


Tak heran jika sang kakek mempercayai Valdes, karena dia mampu membuat perusahaan semakin berkembang bahkan hampir sejajar dengan perusahaan VND GROUP.


Tapi kakek merasakan khawatir semakin pohon tumbuh kembang makan akan semakin pula angin menerpa pohon itu, maka dari itu ia selalu mempercayai keputusan Valdes dalam perusahaan, karena dirinya sudah tidak ikut campur dalam perusahaan.


Jadi ia menyerahkan perusahaan yang di New York untuk di kelola oleh cucu perempuanya apa lagi dia akan di jadikan putri mahkota di dalam perusahaan MARQUEZ GROUP.


Setelah menerima semua itu Amira pun berpamitan kepada keluarga. Hatinya berat untuk meninggalkan natah air tapi ini demi kelangsungan hidup ia akan berjuang menjadi perempuan tanggu agar tidak ada seorang pria yang berani menyakiti.


Saat ini Amira Brianna Marquez dan Arabella princess Marquez akan pergi meninggalkan tanah air.


Jett pribadi yang di tumpangi oleh Amira pun lepas landas meninggalkan daratan.


***


"Val, andaikan kau ada disisiku pasti aku akan sangat bahagia atas kelahiran anak kita."Gumam Vanandya sambil mengusap perut yang sudah sangat buncit ia sedang menantikan detik-detik kelahiran anaknya.


"Vanan?"


Vanandya yang namanya di panggil pun mengusap muka yang sudah basah terkena air mata.


Ia pun balik badan mendapati kakak'nya sudah berada di belakang.


"Duduklah kak."Titah Vanandya kepada sang kakak.


Hazel pun duduh di pinggiran kasur sambil menyeret adiknya agar duduk di samping.


"Apa kamu belum bisa melupakan valdes?"Ucap Hazel yang melihat raut kesedihan sang adik,


"Terus apa kakak juga masih mencintai kak Grey's?"Vanandya balik bertanya.


Perkataan Vanandya sangat memohok hatinya, jujur saja ia juga sangat mencintai Grey's tapi karena sikap keluarga dan Grey's yang membuat ia tak bisa memaafkan. Apa lagi keluarga sangat menantang hubungan mereka.


"Aku tau kak? Kakak pernah sekali melihat kak Grey's jika benar cinta kalian murni temui lah dia dan beri tahu Grayland kalau papa kandungnya masih ada, karena aku juga sangat yakin kalau kak Grey's sangat mencintai kakak.. Dan satu hal yang kakak harus tau, green selama ini sangat kekurangan kasih sayang kedua orang tua, istri Grey's lebih memilih karirnya dari pada green."

__ADS_1


Hazel terkejut jadi selama ini green tak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtua, apa memang ini saatnya untuk kembali dan menjadi sosok ibu buat green.


"Namun kakak harus ingat! Jika kakak ingin kembali kakak harus menjadi lebih kuat dan tangguh karena kita tidak tau hal kedepannya.. Dan kakak harus menerima tawaran ayah untuk menjadikan kakak CEO utama, aku akan mendukung yang terbaik buat kakak.. Kaka tau kan kak Grey's bukan orang biasa dia adalah seorang mafia, jadi kakak harus mengimbangi kakak Grey's."Vanandya menasehati Hazel dengan lembut namun penuh dengan ketegasan.


Hazel pun kembali mencerna setiap kata yang di lontarkan oleh Vanandya, ia pun kembali teringat kejadian di masa lalu setelah terjadi pertarungan yang mengakibatkan ia Terpisah dengan pria itu.


Ia pun bertekad untuk menjadi kuat agar ia bisa melindungi diri sendiri tanpa menyusahkan Grey's. ia pun pergi ke kamarnya setelah obrolan dengan adiknya selesai.


***


"Gimana apa sudah ada perkembangan tentang keberadaan Vanandya?"


"Sudah tuan dan saya juga sudah tau dimana titik keberadaan Nyonya Vanandya, tapi sepertinya ada yang di rahasiakan oleh nyonya,"


"Apa maksud kamu kai?"


"Satu bulan yang lalu saat tuan sedang melakukan perjalanan bisnis, nyonya bilang harus berhati-hati karena ada seorang penyusup dan penghianat di sekitar tuan."


"Apa bagaimana dia bisa tau sedangkan aku yang sehari-hari disini tidak tau?"


Valdes termenung membayangkan perkataan wanitanya, ia tak menyangka kalau wanita itu sangat cerdas. Ia pun membiarkan kai untuk menghentikan pencarian istrinya, karena ingin mengikuti permainan sang wanitanya.


Huffthh! Valdes menghembuskan nafas kasar'nya ia sebenarnya sudah mengetahui siapa orang yang berpenghianat namun ia mengikuti rencana mereka sampai ia mengetahui siapa dalang dari semua ini.


Saat sedang memikirkan tentang perusahaan ponselnya berdering. Dengan enggan Valdes mengangkat panggilan itu.


"Hallo son"


"Hm"


"Bolehkah papa bertemu Denganmu?"


"Ga bisa."


"Tapi son berikan papa waktu? Papa ingin mengobrol dengan mu"

__ADS_1


"Dimana?"


Victor yang mendengar jawaban sang putra yang mau menemui dirinya pun merasa bahagia karena sang putra mau berbicara dengannya.


"Papa akan mengirimkan lokasinya."


Tanpa menjawab Victor mematikan sambungan telepon sepihak.


Ia lalu berdiri dari kursi kebesaran dan berjalan mendekati asisten pribadi, dan ia mengatakan kalau dirinya akan bertemu dengan sang papa.


Dan ia juga mempercayakan perkerjaan'nya kepada kai untuk di urus, dan ia juga meminta kai buat meminta surat undangan perusahaan VND GROUP. Karena kai ingin menjalin kerja sama dengan pemilik perusahaan itu.


***


PLAKK! Seorang gadis baru saja mendapatkan kemarahan dari sang papa tapi semua ini ada campur tangan dari istri kedua papahnya.


"Sudah mulai membangkang kamu hah?!"Hardik tuan Bram yang tidak suka kalau anaknya menjadi pembangkang.


"Memang apa salah astuti pah? Bukankah selama ini Astuti selalu mengalah dengan Mutiara anak tiri papa?!"Ucap astuti yang meluap kemarahannya.


"Kau..!"Bram menunjuk ke putrinya. Dengan menggertakan giginya.


Citra yang bak malaikat mulai berakting dengan mulus. Citra lalu mendekati suaminya dan berkata. "Sudah mas jangan sakiti astuti, memang benar Astuti melakukan itu tapi aku tak apa-apa mungkin dia marah karena aku merebut kamu dari mamanya jadi dia melampiaskan semua ini padaku."Ucap citra dengan derai air mata buaya.


"CUIH!" Astuti meludah di hadapan ibu tiri yang kejam itu. Ia sangat murka dengan dengan racun yang di keluarkan olehnya.


"Penyihir, wanita ulah berani sekali kamu memfitnah aku? Memang siapa dirimu yang berani melakukan itu kepada putri tunggal Wijaya."Bentak astuti kepada citra.


"ASTUTI SABRINA WIJAYA.!! JAGA BATASANMU DIA ITU ADALAH IBUMU."Bentak tuan Bram.


"DAN ASALKAN PAPA TAU DIA CUMA IBU TIRI?! DAN IBU KANDUNG KU CUMA ANGGUN MALIK."


Saat tuan Bram akan menampar pipi anaknya suara bariton mengurungkan niatnya untuk menampar pipi Astuti.


"BRAM BEGINI KAH CARA KAMU MEMPERLAKUKAN ASTUTI..!!"

__ADS_1


__ADS_2