CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 116


__ADS_3

"Sebaiknya kalian cepat katakan sebelum kemarahan tuan akan. Berdampak, kepada kalian.!!"


"Cih, tidak akan pernah.!!"


"Baiklah jika tidak ingin mengatakan yang sebenarnya.. Kita masih memiliki cara lain."


"Apa?"


Valdes menyeringai misterius kepada wanita di depannya yang di ikat. Oleh hayden dan Kairo, ia lalu membisikan sesuatu kepada hayden untuk mengeluarkan senjata agar mereka segera buka mulut. Biar, hukuman kepada istrinya segera di cabut.


Mendengar titah dari tuan valdes, hayden pergi dari ruangan itu untuk mengambil senjata. Setelah ia memerintahkan ia pun kembali lagi ke ruangan yang gelap dan pengap.


Melihat dan sepuluh anak buahnya yang di suruh melisa untuk melakukan kejahatan kepada amira. Pun merasa heran. Karena mereka tak melihat hayden membawa benda tajam untuk melukainya.


Namun, saat mereka sedang terheran-heran mereka di kejutkan. Dengan, kedatangan seorang pria yang sangat tinggi dan berotot, seperti seorang petarung. Bahkan, jumlahnya tidak sedikit, ada sekitar 60 orang yang di panggil oleh hayden.


Melihat orang suruhannya valdes merasa senang. Karena, senjatanya sudah berada di hadapannya. "Lihatlah orang-orang yang sedang di ikat, kalian boleh menggauli mereka sepuasnya, bahkan jika perlu siksa mereka sampai mereka mau buka mulut." kata valdes dengan dingin. Dia, sudah menyuruh orang-orang itu untuk menikmati tubuh melisa dan juga tubuh bawahan melisa yang sangat setia.


Mendengar itu Melisa dan anak buah terkejut dengan ucapan valdes. Jadi ini senjata valdes yang menyuruh para pria kesini untuk melepaskan hasratnya.


Anak buah melisa tentu saja tidak terima, mana mungkin dirinya harus melayaninya sedangkan mereka sama-sama pria seperti dirinya.


"Apa kau gila, menyuruh mereka untuk menggauliku? Kau tau aku seorang pria jadi berikan lah seorang wanita.!!" bentak salah satu anak buah melisa.


Valdes, Kairo, hayden dan seorang pria yang berada di situ tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan salah satu anak buah melisa. Mereka pikir ini pasar yang boleh mengenyang sesuka hati mereka.

__ADS_1


"Kenapa kalian ketawa hah?" timpal salah satu dari mereka.


"Tentu saja kami ketawa. Mendengar, perkataan kalian yang mengenyang." ucap Kairo dengan dingin tanpa ada ekspresi sedikitpun.


"Melisa!! Aku kasih waktu 30 menit ya? Jika kamu tak mengakui perbuatan kamu, maka seumur hidupmu akan terus saja melayani mereka setiap detik, setiap menit, setiap jam atau setiap hari." ucap Valdes berlalu pergi meninggalkan tempat itu, sambil menatap hayden untuk segera memerintahkan anak buah.


Hayden pun langsung memerintahkan mereka untuk menggilir melisa dan bawahannya. Ia lalu pergi menyusul Valdes dan Kairo, yang sudah menunggunya di ruangan kerja bersama dengan nyonya dan tuan.


Setelah kepergian hayden seluruh pria suruhan valdes pun segera melaksanakan tugasnya terhadap 11 orang di depannya, mereka orang yang tidak suka main lembut. Mereka, akan melakukan dengan kasar. Sampai, mereka minta ampun dan mengungkapkan kesalahannya.


Melisa merasa ketakutan saat sepuluh pria mendekati dirinya ia pun berteriak untuk segera menjauh dari dirinya. Karena, dirinya tak menyukai para pria di hadapannya sekarang.


Para pria dengan kasar, merobek baju melisa dengan sangat kasar. Setelah, semua sudah tak ada sehelai benang, pria A, langsung memasukan juniornya tanpa pemanasan. Dan, di susul pleh pria B, yang ikut memasukan lewat jalur Belakang. Tak sampai di situ, Pria C dan Pria D. ikut memasakan lewat jalur atas dan jalur depan.


Para anak muda melisa juga merasakan kesakitan ketika jalur belakang di masukan oleh benda panjang. Mereka hanya merasakan kesakitan saat kedua benda menerobos pintu belakang. Dan, di tambah benda kramat masuk ke jalur atas.


"Akhhhhhhh!!! Sakit hentikan brengsek.!!"


****


Mereka yang sedang menonton dari layar kaya pun merasa jijik kepada mereka. Karena, mereka belum juga mau membuka mulut.


"Apa rencana ini akan berhasil?"


"Tentu saja, kita lihat saja apa yang akan terjadi. Jadi ayah dan bunda hanya perlu menyaksikan kekejaman seorang valdes mantu kalian.!!"

__ADS_1


Merek yang mendengar tuannya berkata seperti itu bergidik ngeri. Bahkan, ada yang mual menyaksikan semua itu. Varisa, hanya diam saja karena dirinya tak di ijinkan oleh suaminya untuk menonton apa yang di lakukan mereka. Tapi, ia bisa mendengar teriakan dan ******* dari para musuh. Varisa menyimpulkan kalau mereka sedang di gauli oleh anak buah mantunya itu.


"Memang ayah tak salah memilih mantu untuk di jadikan suami buat putri mahkotaku." ucap ayah Hendrik berbangga.


"Cih, dulu buang aku. Dan, sok-sokan tak mau memiliki mantu sepertiku tapi sekarang bangga." Valdes berdecak sebel akan perkataan ayah mertuanya.


Bukannya marah Hendrik pala tersenyum bahagia. Karena, mantu keluarga Miharjo tidak boleh lemah, mereka harus kuat agar mampu menyetarai para tetua.


Jadi tidak di ragukan lagi keluarga Marquez. Adalah, keturunan yang sangat kejam dan sadis kepada lawannya tak jarang lawannya menang melawan keluarga Marquez. Maka sebab itu keluarga Marquez rata-rata keturunannya seorang pria. Sedangkan, keturunan Miharjo adalah seorang wanita yang sangat tangguh dan kuat bahkan didikan dari seorang ratu di kraton Jawa sangat menjunjung tinggi harga dirinya. Karena, mereka akan sangat murka kalau harga dirinya di rendahkan.


Saat sedang menyaksikan itu, salah satu pria bawahan melisa berteriak minta ampun dan dia akan menjadi bukti agar vanandya segera di bebaskan. Dan, ia juga memiliki rekaman dan video yang ia ambil. Sebelum, mereka melakukan itu kepada Amira,


Melisa yang mendengar itu berteriak kepada salah satu dari mereka untuk tidak menyerahkan bukti itu kepada keluarga Marquez. Tapi, pria itu tak mendengarkan apa yang di katakan oleh nyonya'nya. Yang, saat ini ia inginkan adalah segera bebas dari neraka dunia.


Valdes dan yang lain mendengar itu pun merasa senang, lalu ia memerintahkan kepada anak buah valdes untuk membawa seorang pria yang mengaku itu ke hadapan mereka.


Setelah menunggu begitu lama pria itu pun muncul di hadapan valdes dan yang lain. Pria, itu tak menggunakan apa-apa, hayden pun menyuruh seseorang mengambil pakaian untuk di kenakan oleh pria di hadapannya.


Sambil menunggu dia berpakaian, ia menanyakan bukti apa yang pria itu punya, kenapa sampai mau berteriak untuk segera di bebaskan.


Pria A. Lalu, menyerahkan ponselnya kepada hayden karena seluruh bukti ada di situ dan mulai dari melisa yang menyuruh dirinya untuk melakukan itu kepada amira, karena mereka tidak tau kalau Amira adalah putri tunggal dari Marquez jadi Meraka menerima penawaran itu.


Setelah melihat semua bukti valdes, hendrik, varisa, hayden dan Kairo. Pergi, mereka pergi ke dalam penjara untuk menyerahkan bukti yang di tunjukan oleh pria A. Mereka juga tak lupa membawa anak buah untuk membawa pria A kehadapan polisi agar dia buka suara.


"Maaf..."

__ADS_1


__ADS_2