CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 101


__ADS_3

Saat tiba di garasi, mereka sedang memilih mobil yang ingin digunakan. Namun pandangan Vanandya tertuju pada mobil yang sangat cantik, Lamborghini Aventador berwarna hitam. Ia ingin menggunakan mobil itu kali ini, "Kita gunakan mobil itu saja," ucapnya. Valdes memberikan hormat kepada Vanandya dengan membungkukkan badannya, "Baiklah ratu." Ia membuka pintu mobil agar istrinya bisa masuk. Vanandya yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya menurut sambil tersenyum ke arah Valdes. Setelah istrinya masuk, Valdes juga masuk dan menjalankan mobil dengan kecepatan sedang, tangan mereka saling bergenggaman.


Sementara itu, mobil keluarga Marquez sedang bercanda karena kehamilan Kimberly. Tanpa disadari, bahaya menimpa mereka saat di pertigaan lampu merah. Mobil mereka bertabrakan dengan mobil lain yang melaju cukup kencang. Teriakan mereka terdengar ketika mobil mereka terus terseret oleh mobil truk. Varisa dan Eleanor yang melihat kejadian tersebut turun dan menghampiri keluarga Marquez. Tak disadari, mobil yang dikendarai oleh Valdes melihat semua kecelakaan itu dan segera ikut turun. Sebelum itu, Valdes menepikan mobilnya terlebih dahulu. Mobil polisi dan mobil ambulans berdatangan untuk menolong mereka, satu persatu dimasukkan ke dalam ambulans. Varisa, Eleanor, Vanandya, dan Valdes tidak bisa berkata-kata hanya bisa menangis. Valdes mengajak mereka ke rumah sakit untuk melihat perkembangan keluarga Marquez. Sebelum itu, ia mengabari keluarganya bahwa ibu dan yang lainnya mengalami kecelakaan. Sambil mengendarai, ia terus menelpon namun teleponnya tidak kunjung diangkat. Akhirnya, ia menelpon pamannya dan teleponnya terangkat.


Saat ini keluarga Marquez sedang bermain golf, tapi Faisal merasa tidak enak. Ketika sedang menyeruput kopi, ponselnya berbunyi, dan ia menjawab panggilan dari keponakannya. Valdes memberitahu bahwa mobil keluarga Marquez mengalami kecelakaan dan sedang dibawa ke rumah sakit keluarga mereka. Faisal sangat terkejut dan cangkir kopi yang ia pegang terjatuh. Para pria yang sedang main golf datang menghampiri Faisal setelah menerima telepon darinya tentang kecelakaan tersebut. Mereka semua bergegas ke rumah sakit.


Saat ini, keluarga Marquez sedang ditangani oleh sejumlah dokter di rumah sakit atas permintaan Valdes. Varisa hanya diam karena ia merasa gundah dengan kejadian saat itu. Suara detik jam terus berjalan, namun belum ada pemberitahuan dari dokter. Para pria keluarga Marquez dan Lacerta tiba untuk menanyakan kondisi istri mereka. Tak berselang lama, dokter keluar dari ruangan IGD dan menjelaskan bahwa kecil kemungkinan untuk selamat, karena benturan yang sangat hebat membuat mereka dalam kondisi koma. Rudra sangat bersyukur istrinya tidak mengalami apa-apa namun sangat sedih karena putri dan cucunya masih kritis. Ia menelpon seseorang untuk mencari tahu apa yang terjadi dan siapa pelaku yang berani melakukan ini pada keluarganya. Saat ini mereka akan dibawa ke ruang ICU dan selama itu mereka bergantian menjaga.

__ADS_1


Tanu, Virendra, Hazel, dan Grey's yang diberitahu oleh Victor dan Hendrik pun bergegas ke rumah sakit. Setelah tiba, mereka menanyakan tentang kondisi ibu dan yang lainnya, namun belum ada perkembangan mengenai kondisi mereka. Mereka pun kembali terdiam dengan pikiran dan doa untuk kesembuhan keluarga Marquez. Suasana terhenti ketika seorang suster memanggil dokter dan para pria keluarga Marquez dan Lacerta kembali cemas. Mereka ditempatkan di satu kamar agar bisa memantau mereka dalam satu waktu. Beberapa dokter itu berlari ke ruang ICU. Vinton bertanya kepada sang suster, namun sang suster belum bisa memberikan penjelasan. Seorang dokter keluar dan menanyakan Eleanor. Sang dokter, Mr. Meer ingin berbicara dengannya.


Setelah mendengar kabar bahwa Meneer ingin berbicara dengannya, Eleanor merasa bahagia. Dia mengira bahwa Meneer akan segera sembuh. Dengan pakaian yang disediakan oleh tim dokter, Eleanor langsung mengangguk dan memasuki ruangan ICU. Ini kali pertamanya setelah sekian lama ia mendekati Meneer.


"Er!" panggil Eleanor kepada adik angkatnya. Ia sangat sedih melihat kondisi Meneer yang sangat memprihatinkan. Meneer pun membuka matanya saat melihat kakaknya ada di hadapannya. Ternyata kakaknya masih mau menemuinya, padahal dia sudah melukai hatinya.


"Kaka." Ujar Meneer dengan suara lemah.

__ADS_1


"Ma-maaf!"ucap Meneer.


"Buat apa minta maaf, kamu tidak salah?" tanya Eleanor.


"Maaf, ka-karena telah menghancurkan keluargamu."


"Sudah lupakan. Untuk saat ini kamu harus sembuh agar kita bisa berantem lagi," kata Eleanor.

__ADS_1


Meneer menggelengkan kepala pelan, karena waktunya sudah hampir habis. "Ka.. Ak-aku sudah ti-tidak kuat lagi. Ak-aku mohon tip-keluarga-ku." Ucap Meneer terbata-bata.


"TIDAKKKK!" teriak Eleanor tersedu-sedu.


__ADS_2