CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 131


__ADS_3

"Ini adalah kalung. Buat twins, yang dulu leluhurku berikan kepadaku." ucap Rudra. Kepada, istrinya, memang selama ini dirinya menyembunyikan sesuatu hal dari istrinya, dan ini baru pertama kali dirinya mengungkapkan.


Rudra menceritakan kalau kalung liontin, adalah kalung yang memiliki daya tarik kepada kembaran'nya. Jika salah satu dari mereka ada yang terpisah maka kalung itu akan menuntunnya ke pemilik kalung satunya lagi. Dulu, saat dirinya sedang berkunjung ke Indonesia ia sempat terpisah darinya bahkan ia tidak bisa menemukan dia sampai belasan tahun, Ia pun dengan terpaksa berada di Indonesia. Sampai, belasan tahun pun ia tidak menemukan keberadaan ibu, ayah dan saudara kembar'nya. Ia hanya di bekali kalung liontin dan kecerdasan,


Karena saat itu usia dirinya masih sepuluh tahun ia pun berkerja banting tulang untuk menyambung hidup. Dan, saat dirinya sudah sangat lelah tidak kuat hidup. Dengan terpaksa ia menjual kalung itu yang memang sangat berharga. Namun, baru saja ingin menawarkan kalung itu kepada penjual toko, ada seorang yang menghentikan dirinya.


"Nak.. Kenapa kamu jual kalung itu? Harusnya kamu simpan dan rawat kalung itu baik-baik." ujar seorang nenek yang sudah berumur.


"Siapa anda? Aku tidak mengenalmu? Kenapa anda melarang ku?" tanya Rudra kecil kepada nenek-nenek yang melarang dirinya untuk menjual kalungnya.


"Apa kamu tau? Kalung itu adalah kalung yang sangat berharga bagi keluarga adirat.!!"


Ucapan sang wanita tua itu mengejutkan dirinya, bagaimana dirinya tidak terkejut, kalau wanita di hadapannya mengetahui Keluarga'nya. "Dari mana anda tau nama kakek saya?"


Wanita itupun tersenyum mendengar pertanyaan dari pria kecil di depannya, karena suasana tempat tidak mendukung ia mengajak anak itu pulang ke kediaman dirinya,


Dan, setelah sampai di kediamannya mereka di sambut hangat oleh sepasang kekasih. Sang, nenek pun mengenalkan Rudra kepada mereka,


Mendengar hal itu mereka sangat bahagia, kalau salah satu keturunan adirat masih hidup. Rudra, tidak mengerti akan ucapan wanita di depannya, lantas ia bertanya kepada wanita di depannya.


Wanita itu menjelaskan kalau seluruh Keluarga adirat sudah tiada. Saat peristiwa kecelakaan itu yang tepatnya berada di sebuah gunung.


Mendengar cerita itu, rudra sangat syok dengan apa yang terlah ia dengar, bahkan ia sempat menyalahkan mereka. Karena, meninggalkan dirinya di Indonesia sendirian.


Dan nenek itu juga menunjukkan kalung yang sama seperti kalung milik rudra. Dan, semenjak itu rudra di asuh oleh keluarga dari kakeknya.

__ADS_1


Eleanor mendengar cerita dari suaminya sangat terkejut, jadi suaminya pernah memiliki alur cerita yang sangat rumit. dan, sangat menyedihkan, tanpa di sadari Eleanor pun meneteskan air matanya. Dirinya merasakan sedih karena suaminya tak pernah menceritakan hidupnya kepadanya.


"Kenapa kamu tidak menceritakan hal ini kepadaku?" tanya Eleanor dengan isak tangisannya.


"Aku tidak ingin membuka kembali masa kelamku sayang," ucap Rudra sambil memeluk tubuh istrinya. Rudra pun mengajak istrinya untuk segera tidur, karena hari sudah semakin malam.


*)*(*


Sementara itu seorang wanita sedang berada di ruangan yang gelap, bersama dengan seorang pria paruh baya yang duduk di depannya.


"Apa ada sesuatu yang kamu inginkan?" ucap pria itu kepada wanita di depannya.


"Iya tuan.. Aku ingin kau melakukan sesuatu kepada seseorang agar dia bisa menjadi milikku." ucap wanita itu.


"Siapa orang itu?" tanya sosok pria yang berprofesi sebagai seorang dukun ternama di tanah Jawa. Bahkan, kemampuannya tidak di ragukan lagi. Sudah banyak orang yang datang untuk melakukan pelet agar orang yang dia sukai jatuh ke tangannya, bahkan sampai ke jenjang pernikahan hubungan mereka sangat langgeng.


Mendengar hal itu pun sang dukun hanya tersenyum simpul, ia lalu mengerjakan apa yang wanita itu minta, sang dukun membacakan mantra-mantra kepada foto Valdes, yang tercantum nama lengkap, tanggal lahir, nama orangtuanya bahkan weton dia sudah tertulis di foto itu agar sosok Valdes sangat tertarik kepada wanita yang bernama lengkap Yolanda putri.


Setelah melakukan ritual itu ia memberi tau kepada Yolan, kalau pelet itu akan berkerja pada malam bulan purnama. Yang, akan terjadi pada malam Jum'at kliwon.


Mendengar hal itu Yolanda merasa senang karena sebentar lagi dirinya akan mendapatkan apa yang dia mau. "Lihat saja Valdes, kau akan menjadi milikku seutuhnya setelah ini.!" batin Yolanda sambil tertawa bahagia.


"Lihat aku sudah melaksanakan apa yang kamu minta.. Apa kamu siap melaksanakan tugasnya untuk menghilangkan na*suku?" ucap sang dukun.


Mendengar hal itu wanita itu pun melakukan hal yang dukunnya minta, ia juga langsung melepaskan kain yang melekat di tubuhnya. Dan, terjadi lah sesuatu yang di inginkan sang dukun dengan cara menikmati lubang untuk mengecas tubuhnya.

__ADS_1


**


Di lain sisi, Valdes baru saja melakukan hubungan bersama dengan istrinya, ia baru saja mendapatkan empat pelepasan tapi istrinya merasakan lelah jadi ia pun menyuruh istrinya untuk segera istirahat, dan lagi pula ini sudah hampir pagi.


Namun, perasaan Valdes tak menentu, ia merasakan bayangan seorang wanita yang membuat gairahnya menaik, bahkan isi kepalanya di penuhi oleh sosok wanita yang pernah ia temui tadi siang.


"Apa yang terjadi? AKHHH, kenapa bayangan wanita menjijikan terlintas di kepalaku." ucap Valdes dengan menahan sakit kepala bahkan dadanya mengalami nyeri.


Namun, hal itu berlangsung-angsur hilang dan di gantikan dengan ingatan tentang bacaan yang sangat ia tidak mengerti.


"Ada apa denganku sebenarnya kenapa aku jadi seperti ini?" ucap Valdes berkeringat dingin nafas tersengal-sengal.


"Aku gak mungkin mencintai wanita itu? Hatiku hanya ada vanandya." Gumamnya.


Karena takut terjadi sesuatu ia mengabari asisten pribadinya untuk melakukan hal itu, karena ia akan merasakan bahaya di hatinya.


Setelah menelpon asisten, Valdes kembali ke kamarnya dan ia menidurkan tubuh'nya di samping istrinya. "Sayang, semoga saja mimpi yang menimpamu tidak terjadi.." batin Valdes sambil menatap ke arah Vanandya. Ia kembali kepikiran akan perkataan sang istri tempo hari kalau, akan ada sesuatu yang menimpa hubungannya entah itu siapa vanandya tidak tau yang jelas orang itu akan bermain dengan cara yang lain.


***


Pagi pun tiba, saat ini sang surya sudah menggantikan cahaya rembulan..!!


Saat ini vanandya sedang menyiapkan sarapan untuk Keluarga'nya. Saat sedang memasak makanan kesukaan twins ia di kejutkan dengan teriakan sang suami.


Karena, takut terjadi sesuatu ia menyuruh sang pelayan untuk meneruskan memasak, setelah berkata seperti itu. Ia berlari ke arah kamarnya yang berada di ruang tulip. Tempat tidur mereka.

__ADS_1


Saat, sudah sampai ia terkejut kalau keadaan kamar sangat berantakan, bahkan keadaan Valdes sangat buruk. Twins juga melihat kondisi sang daddy merasakan kasihan, agas pun langsung menghubungi kediaman lacerta untuk segera datang.


"Apa yang terjadi...?"


__ADS_2