CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 89


__ADS_3

"Aku dari..."Saat Vanandya akan menjawab pertanyaan dari suaminya, suara Rudra sudah terlebih dulu bergema karena saat ini mereka tidak ada waktu lagi. Jadi Vanandya menunda untuk berbicara masalah penting,


Mereka pun memutuskan untuk pergi segera, karena tuan vinton dan keluarga sudah menunggu di bandara pribadi milik keluarganya.


Vanandya dan Valdes yang satu mobil pun, bertanya tentang apa yang membuat Vanandya tiba-tiba hilang begitu saja. Karena sebelumnya Vanandya belum menjawab pertanyaan dari dirinya.


Menghembuskan dengan kasar Vanandya menjelaskan secara rinci kenapa ia pergi mendadak karena ia berada di ruang rahasia yang sudah kakeknya buat. Ia juga menceritakan tentang ketiga keluarga yang bersahabat, namun berakhir dengan kedatangan salah satu wanita.


Ketiga pria itu pun hidup masing-masing layaknya tak saling kenal, sampai membuat nyonya Cahyani memanfaatkan situasi itu untuk menghancurkan.


Valdes yang sedang menyetir hanya bisa mendengar cerita dari istrinya jadi itu asal usul ketiga keluarga yang saling membenci, dan itu karena seorang wanita.


Mereka pun sudah sampai di depan bandara yang sudah ada anak buah dari Rudra dan vinton. Karena saat ini mereka berkerja sama untuk menghancurkan keturunan Cahyani.


Satu per satu keluarga keluar dari mobil dan penuh wibawa, elegan mereka memasuki sebuah jeet pribadi yang sudah di persiapkan untuk pemberangkatan.


Virendra dan Tanu tertegun melihat satu sama lain, Naum Tanu abaikan karena rasa sakit hati yang belum hilang membuat ia ingin melupakan rasa cintanya.


Reaksi mereka tak luput dari pandangan Rudra, dia sengaja mempertemukan mereka karena ia ingin melihat reaksi virendra yang sudah menyadari akan cintanya.


Teryata Tanu di di tempatkan di samping virendra membuat dia mau tidak mau duduk di samping pria yang sudah menggoreskan hatinya.


Thommy di tempatkan bersama dengan para Oma karena Eleanor sangat yakin kalau Thommy akan bereaksi ketakutan saat melihat virendra.


Saat semua sudah duduk di tempat masing-masing, Rudra menyuruh pramugari untuk siap landas.


Kim yang sedang duduk bersama dengan para ipar merasakan mual hebat, bahkan ia sudah lemas karena terus saja mengeluarkan isi perutnya.


Faisal yang panik harus berbuat apa pun meminta kepada pramugari untuk memberikan minyak angin.


Sonya dan mevin, yang melihat Kim terus saja mengeluarkan isi perutnya pun berinisiatif memberikan sebuah cokelat, karena melihat Kim mereka mengingatkan akan sosok Monica yang dulu sering mual saat naik pesawat.


Kimberly yang merasa lemah pun menerima coklat pemberian Sonya, dan ia pun langsung memakan cokelat itu.

__ADS_1


Setelah makan coklat mualnya berangsur-angsur hilang ia pun terus saja makan coklat sampai habis tiga batang


"Oh iya kenapa Tante tau makanan kesukaan aku? Apa lagi coklat ini adalah obat untuk meredakan rasa mual saat dalam pesawat."Tanya Kim dengan penasaran, karena tidak ada orang yang tau kalau coklat adalah obat buatnya, yang tahu hanyalah suaminya.


DEGHH! Varisa, Hendrik, Mavin dan Sonya terkejut mendengar perkataan Kim..Karena Kim mengatakan kalau coklat adalah obat bagi dia.


"Apa jangan-jangan dia?"Batin Sonya menutup mulutnya,


Mevin yang melihat reaksi istrinya pun berbisik. "Hm kamu jangan mikir yang aneh-aneh, karena tidak mungkin Monica selamat.. Mungkin saja kebiasaan mereka sama,"


Sonya hanya mengangguk kepala, namun filing seorang ibu gak pernah salah, ia yakin kalau Kim adalah anaknya. Namun karena belum ada bukti yang akurat ia hanya bisa diam saja.


Kembali ke tempat duduk Vanandya dan Valdes, saat ini Vanandya sedang memeriksa dokumen milik keluarga Tholense. Dengan buku sejarah yang kakeknya tinggalkan ia akan lebih mudah mempelajari tentang silsilah keluarga.


"Jadi nona muda Cahyani adalah anak dari tuan Liam dan nyonya Desi Ratnasari."Gumam Vanandya yang baru mengetahui akan anak dari tuan Liam.


Namun suara vanandya masih bisa di denger oleh Valdes, dan ia pun langsung merebut buku silsilah itu, ia pun membaca halaman demi halaman,


Reaksi Valdes sangat terkejut teryata dulu kakek buyutnya sangat sadis sampai membunuh nenek buyut. Namun ia tak bisa marah karena walau bagaimanapun dia adalah leluhurnya yang sudah tiada.


"Mommy Daddy."Rengek seorang anak kecil kepada orang anak kecil kepada orangtuanya.


Valdes yang melihat muka sedih anaknya pun menggendong lalu memangku sang anak, Ia pun berbicara kepada alvagas kenapa dia merengek.


***


Sementara di mansion Tholense, seorang pria sedang marah kepada seluruh ana buah. Karena rencana untuk membunuh putra dan putri mahkota gagal,


Tapi ia tak masalah, karena surat kuasa sudah berada di tangan dirinya. Ia juga sudah menggantinya atas nama cucunya, yang sebagai pewaris tunggal Tholense.


Karena di dalam cucunya mengalir darah dari Liam. Jadi akan ada kemungkinan besar cucunya akan di Lantik menjadi putri mahkota di perusahaan Tholense.


"Ayah aku tidak sabar menunggu hari esok, saat pelantikan putri mahkota. Tiba"Ucap nyonya Desi. Karena sebentar lagi kekayaan akan jatuh ke tangan mereka,

__ADS_1


"Benar sayang ayah juga tak sabar menunggu hari esok tiba."Ucap tuan mahayuda.


Setelah pembicaraan mereka selesai, Desi pun melihat persiapan yang menyambut putri mahkota,


***


"Undangan."Gumam seseorang yang baru saja sampai di kediamannya bersama dengan kekasih dan anaknya.


Karena penasaran wanita itu membuka undangan yang bertuliskan nama Amira Briana.


Ya Amira di undang oleh keluarga Tholense untuk menghadiri acara pengangkatan putri mahkota sekaligus putri tunggal dari tuan Liam dan nyonya Desi.


Semua orang yang tidak mengetahui pun hanya terkagum-kagum dengan pesona anak dari Liam. Dan mereka juga tidak mengetahui siapa putri dari Liam dan Aulia Sarah. Karena Liam sangat menjaga privasi anaknya agar tidak ada musuh yang mengincar nyawa putrinya.


"Wah sayang kamu juga di undang?"Ucap Axel saat melihat undangan dari keluarga Tholense.


"Iya nih sayang.. Kamu juga di undang?"Kata Amira. Namun Axel hanya menganggukkan kepala, karena ia enggan untuk datang.. Tapi setelah mendengar keluarganya akan datang dia mau tidak mau ikut hadir.


Amira yang tersadar menanyakan Axel mau makan apa karena hari ini ia sedang bahagia ia ingin memasak buat kekasih nya.


"Terserah kamu mau masak apa, karena apapun yang kamu masak akan aku makan."


Amira hanya menggelengkan kepala pelan dengan tersenyum ia lalu pun pergi ke dapur untuk masak sesuatu untuk kekasihnya.


Saat sedang memasak sebuah tangan melingkar di perut'nya. Amira yang terkejut pun menengok kebelakang.


Cup! Sebuah ciuman mendarat di bibir Amira dengan lembut. "Nikmat"


"Menjauh lah xel aku sedang masak."


"Tidak mau aku pengen seperti ini. wangi badan kamu sangat candu."


****

__ADS_1


"Jadi siapa anak dari mereka.."


__ADS_2