
Namun sebelum Valdes menyelesaikan kalimatnya Vanandya langsung membungkam mulut Valdes dengan satu jarinya, karena saat ini ia tidak membutuhkan komentar dari suaminya, karena sudah pasti suaminya akan melarang dirinya.
"Husst, pasti saat ini kamu ingin berkomentar ini lah itu lah, oh tentu saja aku tidak akan menuruti kemauan kamu, apa lagi nanti malam adalah acara yang sangat sepesial buat keluarga Marquez.!" ucap Vanandya.
"Sayang, siapa yang akan melarang kamu hm? padahal aku sangat senang kalau istri aku yang cantik bisa pergi ke salon." ucap Valdes dengan lembut.
"Cih, pasti saat ini kamu sedang merayuku hm?" ucap vanandya membisikkan kepada Valdes.
"Tentu saja sayang, semua ini tidak gratis, apa lagi nanti malam kamu akan tampil cantik di hadapan semua orang tentu saja aku tidak terima itu. Jadi bayarnya adalah kamu harus memuaskan aku gimana?" bisik Valdes tempat di telinga Vanandya.
Grey's dan yang lain hanya menatap jengah dengan keromantisan mereka apa lagi mereka melakukan di hadapan mereka. Apa Valdes tidak memikirkan para jomblo yang berada di situ.
Virendra merasakan panas di dalam hatinya melihat kedekatan Vanandya dengan Valdes dengan hati yang memanas virendra pergi dari tempat itu.
Tanu yang mengetahui apa yang di rasakan oleh suaminya hanya diam saja lalu ia pun berjalan mengikuti suami'nya. Sebenarnya ia tau kalau virendra masih memiliki perasaan yang lebih terhadap Vanandya jadi ia hanya diam saja walaupun hatinya merasa sakit karena virendra membagi perasaan dengan vanandya yang berstatus sebagai istri dari Valdes.
Vernon juga jengah melihat keromantisan Valdes ia langsung menarik tangan Laksh agar mereka pergi dari tempat itu.
"Kenapa kau menarik ku?" tanya Laksh kepada Vernon.
"Apa kamu ingin mata kamu bintitan karena melihat keromantisan mereka? Sudah cukup dosa kamu banyak karena memergoki kakak dengan kakak ipar sedang mengeces," ucap Vernon dengan ketus.
"Sudah diam lah saat mengingat itu aku merasa malu sendiri, " ucap Laksh.
Malam hari pun tiba saat ini semua tamu undangan sudah mulai berdatangan ke kediaman Marquez dengan membawa keluarga mereka, masing-masing untuk menyaksikan sosok anggota baru keluarga Marquez.
Jarang-jarang keluarga Marquez mau mengundang mereka ke dalam mansion Marquez.
**
Sementara di kamar Vanandya.
Vanandya sedang merias wajahnya agar tampil cantik di hadapan semua orang, apa lagi akan ada media yang menyorot mereka. Saat sudah merias ia bertanya kepada Valdes tentang make up yang ia gunakan apa sudah cantik atau belum,
__ADS_1
"Sayang bagaimana apa aku sudah sangat cantik? Dan apa ada yang kurang dalam riasan ku?" tanya vanandya.
Deg.
Valdes sangat kagum dengan penampilan istrinya yang sangat cantik, jika ia bisa lebih baik ia kurung saja istrinya di dalam kamar. Karena ia tidak terima jika kecantikan istrinya harus di perlihatkan kepada laki-laki di luaran sana.
Ia lalu berjalan mendekati Vanandya dan menarik pinggang Vanandya agar pelukannya kepada vanandya semakin erat.
"Sayang lebih baik kita tidak perlu menghadiri acara tersebut, lebih baik kita bikin. anak saja hm" ucap Valdes dengan suara beratnya.
"Tidak bisa sayang, kita harus segera pergi turun dan menemui tamu undangan," ucap vanandya, yang langsung menjauh dari pelukan Valdes.
Huffhh. Valdes menghela nafas dengan berat, sangat sulit membujuk istrinya untuk tidak ikut dalam acara. Ia lalu meminta kepada istrinya untuk memakai kan dasi kupu-kupu,
Vanandya pun Langsung memakaikan dasi itu kepada leher suaminya yang sudah rapih dengan menggunakan jas putih yang sepadan dengan dress yang ia gunakan.
"Sepertinya aku sangat tampan, bahkan dengan ini banyak para wanita yang ingin menjadi istri kedua untukku," ucap Valdes dengan bangga saat berdiri di hadapan cermin.
"Boleh saja kamu menikah asalkan semua harta kamu tidak jatuh ke tangan istri kedua mu dan istri kedua mu harus menjadi pelayan setiaku bagaimana hm?" ucap vanandya dengan menaik turunkan alisnya,
Valdes lalu menatap ke arah Vanandya lalu nyengir sambil menunjukkan angka dua jarinya, tidak lagi-lagi deh ia mengatakan itu,
Di satu sisi lain Tanu hanya diam saja tidak mengatakan apapun kepada suaminya, karena ia masih sakit hati apa yang di lakukan oleh virendra.
"Tanu, kamu kenapa sih hm dari tadi diam saja?" tanya virendra.
"Gapapa!" ucap Tanu dengan ketus.
Ia pun pergi dari hadapan virendra yang baru saja merapikan pakaian virendra,
Karena virendra sangat kesal ia menarik tangan Tanu dengan kasar dan ia menempelkan ke dinding,
"Sebenarnya ada apa dengan kamu hah?" tanya viren dengan sedikit menaikan nada suaranya.
__ADS_1
"Kamu ingin mengetahui ada apa dengan ku? Sebaiknya kau tanyakan kepada dirimu sendiri.!" ucap Tanu menekan setiap perkataannya dengan menunjuk-nunjuk ke dada bidang virendra.
Tanu lalu menghempaskan tangan virendra yang menghimpit dirinya, ia pun langsung pergi dari hadapan virendra yang sedang mematung. Saat tau baru saja membuka pintu ia berpapasan dengan Vanandya dan Valdes.
"Tanu, ada apa dengan kamu kenapa kamu terlihat sedih begitu?" tanya vanandya.
Saat berpapasan ia melihat gurat kesedihan di wajah Tanu, saat ia berkata seperti itu Tanu hanya diam saja tak mengatakan apapun kepada Vanandya.
"Aku permisi dulu!" ucap Tanu.
Melihat Tanu berjalan menjauh dari mereka vanandya dan Valdes saling bertatap mata,
"Sayang ada apa dengan dia?" tanya Vanandya.
"Aku tidak tau sayang kan dari tadi aku bersama dengan kamu, mungkin saja dia sedang ada masalah sama virendra makanya dia seperti itu," jawab Valdes.
"Tapi Tanu gak seperti ini sebelumnya, apa mungkin virendra melakukan kekerasan kepada tanu?" ucap vanandya.
"Sudahlah sayang itu urusan mereka, kita tak perlu ikut campur dalam rumah tangga mereka yang kita pikirkan adalah saat nanti aku akan menggempur kamu dalam ranjang karena kamu sudah berani menunjukkan kecantikan kamu kepada dunia." ucap Valdes.
Glek.
Vanandya tak menyangka kalau suami'nya akan benar-benar melakukan hal itu kepada dirinya, ia pun memikirkan cara agar terhindar dari kelakuan Valdes. dengan tongkat ajaib'nya itu.
Mereka, pun menghentikan pembicaraan saat mereka di suru turun karena acara sebentar lagi akan di mulai,
Satu persatu keluarga Marquez menuruni anak tangga dengan aura yang sangat mencengkram, di satu sisi para wanita berjalan. Dengan sangat anggun di sisi lain para pria berjalan dengan wibawa, tanpa ada senyum yang keluar sedikit pun.
Tamu undangan yang melihat kedatangan anggota keluarga Marquez sangat kagum karena mereka sangan cantik dan tampan. Belum hilang rasa terkejutnya mereka kembali di kejutkan dengan hadirnya para tuan muda Marquez.
Walaupun mereka masih sangat kecil-kecil tapi aura kepimpinannya sangat memikat, apa lagi mereka adalah keturunan dari keraton dan kerajaan bisnis.
"Selama malam semuanya!" ucap tuan vinton sebagai seorang pemimpin di keluarga Marquez.
__ADS_1
"Malam!" teriak para tamu undangan.
"Terimakasih sudah berkesempatan hadir di dalam pesta penyambutan tuan muda baru di keluarga Marquez.! Aku Vinton Austin Marquez ingin mengenalkan tuan muda vernando Adiwilaga sebagai cucu kandung saya!"