CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 245


__ADS_3

Hazal terlah sampai di halaman mansion dengan selamat, laku ia turun dari mobil Alphard, yang di kendarai oleh supir pribadi Keluarga Marquez. Dengan sangat anggun ia berjalan memasuki mansion namun ia begitu terkejut melihat Eriska cs sedang bersantai-santai seperti seorang nyonya saja,


"Apa-apaan ini? Siapa yang menyuruh anda untuk bersantai-santai seperti ini hah!" bentak hazel,


Suara hazel yang sangat menggema membuat mereka reflek langsung berdiri dari duduknya, karena terkejut mendengar suara mengerikan dari hazel, apa lagi status mereka di mansion ini hanya sebagai tamu,


"Ha-Hazel?" ucap mereka terbata-bata karena melihat hazel sedang berada di depannya.


Hazel tersenyum sinis ke arah mereka semua, karena sudah berani duduk di sofa milik dirinya, peraturan yang di buat oleh hazel adalah tidak ada orang rumah duduk di sofa miliknya,


"Enak sekali anda duduk di sofa milik saya! Sedangkan mansion ini sangat berantakan," ucap hazel dengan datar.


"Buat apa sih zel kita cape-cape berkerja kan kita mempunyai para pekerja di mansion, kamu tau kan zel aku sedang hamil harus banyak istirahat," ucap Gisel.


Hazel langsung menatap tajam ke arah Gisel karena sudah berani melawan dirinya dan tidak mau melaksanakan perintah dari dirinya.


"Segera laksanakan atau saya usir dari sini secara kasar?" ucap hazel.


Yang langsung di laksanakan oleh Eriska cs karena mereka takut di usir dari kediaman milik Marquez, apa lagi rencana mereka belum berhasil jadi mana mungkin mereka keluar begitu saja tanpa membawa kekayaan Marquez group.


Bahkan Gisel yang semula nolak langsung menuruti perintah dari hazel karena ia tidak ingin jauh dari Grey's, apa lagi ia sedang hamil anak dari Grey's.


Hazel tersenyum puas karena bisa memerintah wanita-wanita jahat yang sudah membuat hidupnya menderita apa lagi karena ulah mereka anak yang dirinya kandung tidak bisa di selamatkan.


Tanpa sadar rebecca dan kedua mantu'nya melihat interaksi mereka, karena mereka memang. sedang berada tidak jauh dari tempat dimana Eriska cs berada.


"Mama tidak menyangka semakin hari hazel semakin keterlaluan, bahkan dia sudah memberhentikan para pekerja mansion ini." ucap rebecca.


"Sebaiknya kita biarkan saja apa yang hazel lakukan, jika dia sudah melewati batas baru kita bertindak." ucap Vanandya.


Mereka lalu pergi dari tempat itu menunju ke halaman belakang mansion. Namun sebelum mereka pergi sudah di hentikan oleh hazel dengan sangat dingin.


"Berhenti ditempat!" ucap hazel.

__ADS_1


Rebecca, Vanandya dan Tanu pun berhenti di tempat mereka berdiri lalu berbalik menatap ke arah hazel yang sedang menatap mereka dengan tajam.


"Dari pada kalian tidak ada kerjaan dan kerjanya cuma bersantai-santai saja, lebih baik kalian membersihkan kolam, taman atau memasak buat saya makan siang nanti." ujar hazel.


Saat Vanandya ingin menolak perintah dari hazel karena dia menyuruh ibu mertua untuk berkerja, sudah terlebih dulu di potong oleh hazel dengan suara yang sangat dingin.


"Vanda, ingat saya yang berkuasa di mansion ini jadi kamu harus turuti kemauan saya. Jika tidak kalian akan tau konsekuensinya jika menolak perintah saya. Saya tadi pagi tidak menyuruh kalian karena di cegah oleh kedua putraku tapi sekarang tidak akan lagi." ucap hazel dengan dingin.


Mau tidak mau mereka pergi dari tempat itu dan mulai melakukan pekerjaan rumah tanpa di bantu oleh pelayan mereka.


Hazel lalu duduk di sofa kebesarannya yang ada di ruang keluarga lalu ia meminta kepada Gisel dan Ameera untuk membawakan minuman dan cemilan untuk ia makan.


Gisel dan Ameera yang sedang mengepel dan mengelap debu di dapur langsung menghentikan kegiatannya dan segera melakukan tugas baru yang di berikan oleh hazel.


Sementara Gisel membuat juice jeruk rasa asin, Ameera menyiapkan cemilan kue kering ke dalam piring lalu ia ia juga mengambil toples berisi keripik di dalam nampan,


Setelah siap mereka langsung menghantarkan minuman berserta cemilan yang di minta oleh hazel, ke depan di mana hazel berada.


Prang.


"Kita harus lakukan sesuatu agar aset Marquez jatuh ke tangan kita.!" ucap marah Eriska.


"Lalu kita harus apa er, sedangkan kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena semua aset sudah berada di tangan hazel, hal itu akan sangat sulit untuk kita ambil." ucap Yulia.


"Saya tidak perduli, kita akan gunakan cara licik agar kita bisa mendapatkan tanda tangan dari hazel dan dengan begitu kekayaan Marquez akan jatuh ke tangan kita." ucap Eriska penuh tekad.


Kembali ke hazel,


Saat ini di a sedang menikmati santainya, sampai terganggu karena kedatangan mahluk harus yang sangat menyebalkan datang membawa pesanan yang di minta.


"Ini," ucap Gisel dengan ketus.


Hazel tersenyum ke arah keduanya lalu ia menerima juice dari Gisel lalu ia meminumnya. Namun berapa detik kemudian hazel langsung menyemburkan juice di dalam mulutnya ke Arah wajah Gisel, sampai membuat Gisel menutup matanya.

__ADS_1


"Apa, kamu ingin membunuh saya hah?" bentak hazel yang langsung berdiri dari duduknya.


Bentakan hazel langsung membuat rebecca ca dan Eriska cs datang ke ruang keluarga, karena suara hazel yang begitu keras membuat mereka mendengar suara dari hazel.


"Apa maksud kamu zel? Aku tidak berniat membunuhmu?" ucap Gisel yang langsung menciut, entah kenapa ia menjadi takut seperti ini kepada hazel karena sebelumnya ia sangat berani kepada hazel?


Hazel langsung menyuruh Gisel buka mulut lalu ia meminumkan ke mulut Gisel sampai Gisel langsung meneguk habis minuman yang di berikan oleh hazel


Rasa asin terus menjalar ke seluruh mulut Gisel sampai ia terbatuk-batuk karena rasa asin itu.


"Hazel apa-apa ini?" tanya Vanandya, yang baru saja datang dari halaman belakang.


"Ini bukan urusan kamu, sebaiknya kamu pergi saja dan selesaikan pekerjaan mu!" bentak hazel.


"Tentu ini menjadi urusanku karena ini juga masih rumah suami ku, dan masalah apa yang Gisel buat kepada kamu aku tidak ikut campur tapi ini masalah anak di dalam perut Gisel, jika anak dia kenapa-kenapa karena ulah kamu itu akan jadi sangat berbahaya buat kamu," ujar vanandya.


"Saya tidak perduli akan hal itu, palah saya akan sangat bahagia kalau anak dia keguguran dan tidak bisa memiliki seorang anak lagi, karena ulah dia saya kehilangan anak saya.!" bentak hazel.


Deg.


Vanandya terdiam mendengar perkataan dari hazel ia lupa kalau hazel keguguran karena ulah dari Gisel dan Grey's, apa lagi saat itu kakak'nya sedang menanti kan kelahiran anak perempuannya itu,


"Kenapa diam hah tidak bisa menjawab kah? kau itu terlalu membela Gisel di bandingkan saya.( ujar hazel,


"Zel, maafkan aku. Bukan maksud aku membela Gisel tapi aku hanya tidak ingin kalau kamu menjadi seorang pembunuh, dan apa lagi jika kamu harus membunuh janin yang tidak berdosa." ucap Vanandya dengan lirih.


"Cih, itu sama saja," hazel berdecak sebel ke arah Vanandya.


"Sebaiknya kalian segera menyelesaikan tugas kalian atau saya tidak akan menggaji kalian atau mengasih kalian makan."


"Hazel...


Belum sempat menyelesaikan sebuah dering mengejutkan mereka.

__ADS_1


"Hallo"


__ADS_2