CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
Bab 22


__ADS_3

Tuk tuk tuk tuk. Suara langkah kaki seseorang memasuki ruangan itu ia. Mereka adalah pria berbeda generasi dengan tatapan tajam, dingin dan datar.


"Sayang.. Apa yang terjadi kenapa kamu bersedih?"Victor bertanya kepada sang istri lalu menatap tajam sang mantu.


Vanandya pura-pura tak menyadari tatapan tajam sang papa mertua. Ia sibuk mengupas buah yang ada di situ, dari pada ia tak memiliki kerjaan.


Victor, berdecak sebel karena mantu'nya tak menyadari akan tatapan dirinya. Ia lalu menatap ke arah istrinya ia bertanya apa yang terjadi, kenapa istrinya menelepon dirinya sampai berpuluh-puluh panggilan, sedangkan dirinya dan anaknya sedang membahas proyek baru. Jadi mereka ponsel mereka di silent, Yadi tak mengetahui kalau orang rumah menelpon dirinya dan juga anaknya.


Setelah membahas proyek itu ia kembali keruang setelah banyak panggilan tak terjawab dari suami'nya ia meminta kepada sang anak untuk bergegas pulang ke kediamannya.


"Sayang. Amora belum pulang."


Perkataan Rebecca membuat kedua pria itu terkejut, karena anak gadis jam sembilan malam belum pulang, lalu mereka pun mengabari seluruh bodyguard'nya untuk mencari keberadaan Amora. dan ia juga menyuruh detektif swasta dan hacker handal untuk mencari keberadaan Amora.


"Tapi Amora mengirimkan pesan ke mamah kalau dia sedang berada di acara ulan tahun temennya."


Virendra lalu meminta ke mamahnya untuk memberikan ponselnya kepada'nya, setelah Mamahnya memberikan ponselnya kepada virendra. Lantas virendra langsung membuka pesan itu, namun ada yang janggal. dengan tulisan pesan adiknya itu.


"Sepertinya ini bukan pesan dari Amora. Karena ketikan Amora tidak seperti ini."Virendra berkata dengan dingin.


"Lalu siapa yang mengirimkan mama pesan ini. Apa dia orang yang menculik Amora? Vir selamatkan Amora, cari dimana dia sekarang."Mama Rebecca berteriak histeris, ia tak ingin terjadi sesuatu kepada putri satu-satunya itu,. ia sudah sangat menjaga putrinya selama bertahun-tahun dengan sebaik mungkin,. bahkan ia tak akan membiarkan semua kecil menyentuh tubuh putrinya itu


"Mama tidak perlu khawatir karena vir dan seluruh anak buah vir sedang mencari dimana Amora."


Vanandya, berjalan mendekati sang mama. Ia memberikan dukungan kepada mama mertuanya itu.


Rebecca tak menolak mantu'nya menenangkan dirinya, ia lalu bersandar di pundak mantu'nya. Perasaan yang sangat nyaman setelah bersandar di bahu sang mantu.


"Mama, tak perlu khawatir, pasti Amora. Baik-baik saja, aku melihat amora dia wanita cukup tangguh. Aku yakin amora gadis kuat seperti Hulk itu akan kembali."Vanandya berkata dengan nada lembutnya, dengan nada mengejek di depan mama mertuanya.


Mamah Rebecca merasa tenang, setelah Vanandya berkata seperti itu. Namun, sedetik kemudian ia bangkit dari senderan'nya saat menyadari akan perkataan mantu'nya itu.

__ADS_1


"Tadi kamu bilang apa? Anak saya seperti Hulk?"Ucap nyonya Rebecca kepada mantu'nya itu.


Rebecca tidak habis pikir sama mantu'nya itu, yang menghina Amora di depan ibu kandungnya. Dia mengatakan kalau putrinya seperti Hulk.


Vanandya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia lalu mencari kata kunci agar mamahnya tidak memarahi dirinya.


"Mama tau Hulk itu sangat cantik untuk Amora, bahkan gelar Hulk sangat pantas di dapatkan oleh Amora. Nama Hulk sendiri memiliki arti yang sangat besar. Hulk cantik dan anggun, Hulk pintar dan bijak, Hulk kuåt dan tangguh, Hulk arogan dan suka menindas. Eh "Vanandya lalu menatap sang mama yang di selimuti aura mencengkram.


' Vanandya kau sangat bodoh, kenapa kamu menghina anak perempuan satu-satunya di keluarga Marquez, bahkan kau menghina'nya di depan Mamahnya langsung. ' Vanandya menelan ludahnya dengan sangat kasar. Lalu ia berlari ke ke lantai dua dimana kamarnya berada.


VANANDYA NATASHA LACERTA.!! Kemari kau akan aku beri pelajaran, yang membuat kau berulang kali untuk menghina putri tunggal ku."Teriak nyonya Rebecca.


Semua orang yang menyaksikan semua itu hanya menggelengkan kepalanya, bagi para maid, mereka sangat lucu.


**


Sedangkan di kamar. Ada seseorang yang sedang melakukan penyatuan terhadap kekasihnya itu, siapa lagi kalau bukan Amora Brianna Marquez.


Berapa kali so**kan mengenai titik kenikmatan. Walaupun ia sudah keluar, berapa kali di dalam, tapi kej***anannya masih tetap berdiri dengan tegak.


Amora, yang sedang mabuk, merasakan sakit sekaligus nikmat di area terlarangnya.


**


Pagi tiba, saat ini seorang yang sedang tertidur pulas, Langsung mengerjapkan mata'nya, ia lalu duduk dari tidurnya. Namun, ia merasakan sakit di areanya.


Amora sangat terkejut, dengan apa yang ia lihat, ia sudah tidak memakai pakaian dan ia melihat ada bercak darah yang sedikit banyak.


"Gak ini gak mungkin."Gumam Amora ia lalu berdiri, namun lagi-lagi ia merasakan nyeri yang sangat sakit.


Dengan perlahan ia berjalan walaupun ia menahan rasa sakitnya, ia tidak ingat apa yang terjadi tadi malam. Saat ia berada di depan cermin ia melihat banyak sekali tanda kepemilikan,

__ADS_1


Lantas Amora berteriak histeris dengan apa yang sudah terjadi. Walaupun ia orang yang sangat arogan, kejam, dan pakaian yang terbuka. Namun ia masih menjaga kehormatannya, ia ingin memberikan kepada suaminya kelak.


"Akhhhhhhhh.!! Mama aku sudah kotor, aku sudah tak..."Amora tak bisa berkata-kata apa lagi ia sudah tidak kuat lagi.


Amora, pun langsung masuk ke kamar mandi ia ingin membersihkan tubuh kotornya. Dengan tangisnya di bawah shower ia menyesali ajakan agra byantara ke bar.


***


Saat ini keluarga Sedang menikmati sarapan, walaupun mereka masih memikirkan tentang perginya Amora. Rebecca sangat sedih akan perginya seorang anak.


"Apa sudah ada kabar dari anak buah kalian?"Rebecca berkata dengan sedih. Hatinya merasa tak tenang, ia terus saja memikirkan anaknya.


"Kami sedang berusaha untuk mencari keberadaan Amora. Tapi sepertinya ada yang menutup rapat-rapat jejaknya."Victor bicara dengan tenang.


"Akan aku cari siapa orang yang terlah mengusik ketenangan keluarga Marquez!! Maka orang itu harus lenyap di muka bumi."Virendra berkata dengan berapi-api ia akan menghancurkan siapa saja yang terlah mengusik ketenangan keluarga Marquez.


Ia lalu bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan meninggalkan tempat makan tersebut.


Ia juga sudah mengabari asisten pribadinya, untuk datang ke tempatnya. Mereka akan melacak ponsel adiknya itu, karena ia tau kemampuan cakra dalam pelacak sangat hebat.


"Tuan."Sapa cakra kepada atasannya.


"Cakra Aku ingan kamu segera melacak keberadaan Amora, karena aku yakin kamu bisa menemukan Amora."Virendra berkata dengan dingin dan datar kepada asistennya.


"Baik tuan."


Cakra lalu duduk di sofa ruang tamu. Ia pun segera melacak keberadaan Amora lewat ponselnya.


"Kakak..."


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2