
"Selamat pagi semuanya. Maaf terlambat," Ucap seorang pria dan wanita yang baru saja turun dari kamarnya.
Semua keluarga yang saat ini sedang berada di meja makan terkejut dengan ucapan mereka.
Sang bocil yang sangat polos bukan polos lebih tepatnya pura-pura polos. Pun bertanya kepada oma'nya apakah ini masih pagi perasaan ia hari ini makan dua kali.
Rebecca menggelengkan kepalanya, kalau saat ini adalah jam makan siang, jadi mungkin saja anak dan mantu'nya menganggap jam 12, pasih pagi. Maklum lah penganten lama baru kawin. Jadi lupa segalanya, lupa matahari lupa bulan,
Lantas, ia menyuruh anak dan mantu'nya untuk duduk di kursi mereka masing-masing. Vanandya dan Virendra yang salah tingkah pun langsung duduk di kursi mereka, lalu Vanandya mengambilkan makan untuk sang suami.
Mereka lalu makan dengan tenang sebelum seseorang berkata dengan suara khasnya.
"Vanandya, hari ini kamu ikut mama ke salon ya?"
"Buat apa mah? Bukannya aku sudah cantik, nanti kalau ke salon tambah cantik gimana?"
Mereka yang ada di ruang makan berdecak sebel, dengan perkataan sang matu yang terlalu percaya diri.
"Ck, percaya diri sekali kau ini."Virendra yang menjawab perkataan Vanandya.
"Haruslah, percaya buktikan aku sangat cantik kalah dengan wanita Bimoli, wanita ondel-ondel yang bedaknya hampir lima kilo."
"Bukannya, tadi kau ingin menjawab apa itu Bimoli?"Virendra dengan penasaran berkata kepada istrinya.
Mereka hanya menyimak pembicaraan mereka saja, sambil menggelengkan kepalanya merasa gemas dengan kedua pasangan yang sama-sama gelo.
"Vir, Bimoli itu minyak buat goreng. Masa gitu aja ga tau"Ucap Rebecca kepada sang anak, yang merasa kesal kalau anaknya tidak mengetahui apa itu Bimoli.
Mereka pun menghentikan perdebatan mereka yang ingin tahu apa itu Bimoli. Setelah makan siang selesai mereka pergi ruang keluarga.
"Sayang kita akan berangkat ke butik, setelah itu kita ke salon. Karena malam ini adalah acara makan malam keluarga."
Vanandya pun menganggukkan kepalanya, ia menurut saja apa kata sang mama mertua. Nanti jika di tolak bisa-bisa dapat ceramah burung kakak tua.
"Mah, sepertinya kita akan pindah ke mansion baru"Ucap Virendra tiba-tiba setelah menghentikan main ponselnya.
__ADS_1
Semua orang menatap ke arah Virendra, dengan tatapan bertanya bukanya mansion ini besar. Tapi kenapa anaknya ingin pindah dari mansion.
Virendra menghela nafas panjangnya dan menghembuskan nafasnya. "Karena ada seseorang yang bilang kalau mansion ini sangat kecil"
Semua keluarga kembali terkejut dengan perkataan anaknya, siapa orang gelo itu yang mengatakan mansion ini sangat kecil,. bahkan mansion ini sangat besar.
"Siapa, orang yang berkata mansion ini terlalu kecil. Biar mama kasih bogem biar dia meledakk seperti bom nuklir."
"Tuh mantu mama sendiri"
Vanandya saat ini sangat tegang pasalnya tatapan mata semua orang mengarah kepadanya. Ingin sekali ia menghilang dari muka bumi ini, kenapa suami'nya bisa mengetahuinya. Apa menduga kalau kedua pelayannya yang mulut ember, yang menyebarkan berita ini.
"Vanandya, kenapa kamu berkata seperti itu?"Saat ini tuan Victor yang bertanya dengan aura dinginnya.
"Mungkin dia kurang leluasa untuk bermain kuda-kuda dengan sang suami pa"Kali ini Grey's yang berbicara.
Oh Tuhan, saat ini Vanandya benar-benar ingin pintu Doraemon oh tidak mungkin ruang dan waktu agar ia bidang menghilang dari hadapan mereka.
"Jika itu kemauan mantu tersayang papa, papa akan mewujudkan impian mantuku. Kamu ingin mansion seperti apa? Atau mau mansion ini di besarkan ?"Victor berkata antusias kepada sang mantu.
Oh kali ini seluruh keluarga tercengang dengan perkataan Vanandya, mana ada debt colector, berani kepada keluarga besar macam keluarga Marquez yang sangat kejam- kejam.
"Ayolah mantu papa, kamu mau mansion seperti apa?"
Rebecca menatap suaminya.
"Kok sepertinya, kamu yang sekarang ngebet memaksa Vanandya?"
"Ya karena aku juga sudah bosen dengan mansion ini, Sudah 25 taun aku ingin pindah ke mansion baru. Tapi gak berani sama ayah."
"Jadi saat tadi mantu'nya bilang kalau mansion ini terlalu kecil, aku langsung meminta kepada mantu untuk memilih mansion yang besar dan mewah.. Nanti biar si mantu bunglon bisa ngomong ke ayah"
What. Jadi ia akan di jadikan babi ngepet untuk menjadi perantara, seperti babi yang sedang mencari uang untuk tuannya, jadi tuannya tidak cape-cape menjadi mencuri'.
Seperti itu nasib Vanandya, ia suruh berbicara kepada kakeknya untuk mengganti mansion, agar si Victor bisa menikmati mansion baru.
__ADS_1
"Oh tentu saja tidak bisa, mantuku bukan kambing conge untuk menuruti keinginan tuannya. Dan Ingan mantuku tidak punya tuan, tapi dia punya pelayan."
Grey's, merasa jengah dengan perdebatan Keluarga'nya yang mempermasalahkan ingin pindah mansion, ia lalu menatap sang adik ipar yang sengkleknya ga ketulungan.
"Ratu bunglon, ini kan mansion yang kau inginkan."Grey's berkata dengan dingin dan datar,. ia sambil mengarahkan ponselnya ke arah ratu bunglon.
"Kok raja korup eh Kutub tau kalau mansion ini yang aku inginkan?"Ia menatap sang kakak ipar penuh curiga. Karena tidak ada yang tau kalau mansion itu yang ia inginkan.
Virendra lalu mengambil ponsel kakak'nya itu, ia melihat sebuah foto mansion yang sangat bagus, mewah, elegan dan besar.
"Kalau kamu ingin meminta ke suamimu untuk membelikannya"
Vanandya memiliki 2000 Kecerdikan dan macam cara yang sudah ia simpen di memori, kamus dan berkas-berkas yang ada di otaknya. Lalu anak buahnya sedang bekerja mencari cara-cara yang estetik.
"Haduh raja kutub, mendingan kau aja yang beli. Soalnya sayang uang suamiku untuk beli.. Kan raja kutub banyak duit"
Saat ini kekesalan dan raut wajah Grey's berubah begitu saja, tak kala adik iparnya sang ratu bunglon. Mengatakan kalau dirinya yang suruh beli.
"TIDAK!!"
"Dosanya seorang kakak ipar, kepada adik iparnya yang tidak mau menuruti permintaan sang adik ipar adalah tak di terima di alam kubur maupun tak bisa di kremasi. jenazahnya akan hancur menjadi batu nangis. Dan itu berlaku kepada suami kejam, suami tukang selingkong."
GLEK.
Para pria menelan ludah mereka sendiri dengan perkataan Vanandya yang sangat menakutkan, mereka membayangkan jika mereka mati jasadnya tidak bisa di apa-apain.
'Mantuku teryata cerdik juga.. Tidak salah mama memilih dia sebagai mantu'nya, Benar-benar duplikat Sasa.' Batin Rebecca bermonolog dengan sendiri.
"Mah jika suami mama seperti itu gimana? Apa mama mau mengurus jasad suami mama?"
Baiklah ini saatnya ikut peran mantu yang durhaka mempermainkan ipar dan mertuanya. Rebecca pun mengikuti dialog.
"Hm sepertinya di jual laku kayanya, atau jadi santapan hewan."
"KAUUU...
__ADS_1