
Satu bula sudah berlalu.
Semenjak kedatangan Eriska dan Ameera sebagai anak dari vinton keadaan mansion menjadi semakin memanas, bahkan tak ada yang bertegur sapa sati sama lain,
Dan semenjak itu pula Rebecca berubah drastis kepada Ameera yang semula perhatian sekarang menjadi seperti tak mengenal sosok Ameera rasa kecewa yang begitu besar membuat Rebecca menutup semua rasa kasih sayang nya kepada Ameera anak yang sudah ia besarkan. Namun bukan darah dagingnya sendiri.
Saat ini kediaman marquez semua orang sedang berlalu lalang mengerjakan mansion karena malam nanti akan ada pesta penyambutan anggota baru di dalam keluarga Marquez.
Vinton akan memperkenalkan vernando sebagai cucunya anak tunggal dari Venton dan Vera. Hal itu pun menjadi kesempatan yang bagus buat Eriska dan Ameera untuk memberi tau kepada dunia kalau dia adalah istri ke tiga dari vinton dan ia akan memperkenalkan juga kalau Ameera adalah anak'nya.
"Bi, gimana apa makanan sudah siap semua?" tanya vanandya kepada asisten rumah tangga.
"Kami sedang mengerjakan nyonya," ucap pelayan.
Vanandya menganggu kepala, lalu ia berjalan ke arah orang yang sedang mendekor mansion ini agar menjadi lebih cantik, apa lagi ini adalah hari bahagia keluarga Marquez, karena vernando mau di publikasikan sebagai anak tunggal dari Venton dan Vera. Yang selama ini hilang.
Vanandya dan Tanu saling berkerja sama dalam hal ini jadi dekorasi yang mereka rancang sangat indah dan elegan. Rebecca yang melihat kerja sama ke-dua nya tersenyum bangga karena ke-dua mantu'nya tidak saling membenci.
Lantas Rebecca mendekati Ke-dua nya dan tersenyum ke arah mereka karena melihat hasil kerja keras para mantu'nya dan yang lain.
"Wahh. Teryata mantu mama sangat hebat dalam hal mendekor?" ucap Rebecca dengan lembut kepada Tanu dan vanandya.
"Tentu dong siapa dulu?" ucap ke-dua nya dengan kompak dan bangga.
"Mantu mama dong tentunya." ucap Rebecca.
Mereka pung saling tertawa bahagia dengan ucapan mereka sendiri. Namun tanpa di duga Ameera melihat semua interaksi mereka, hal itu membuat ia Sangat iri kepada Tanu dan vanandya. Karena mama Rebecca lebih menyayangi mereka di bandingkan dirinya.
Ameera dengan pelan menghampiri mereka dan bertanya kepada Rebecca.
"Hm ma bisa bantuin Amir gak?" ucap Ameera.
__ADS_1
"Maaf anda siapa ya? Saya tidak mengenal anda jadi jangan pernah meminta bantuan kepada saya dan ya satu lagi jangan pernah kau memanggilku dengan sebutan mama! apa anda paham?" ucap Rebecca dengan dingin.
Deg.
Ameera merasakan sakit di bagian dadanya, entah kenapa mendengar mama Rebecca mengatakan itu ia menjadi sangat sedih karena tidak biasa'nya mama Rebecca mengatakan itu kepada dirinya. Rasa nyeri di bagian dadanya membuat ia pergi dari tempat itu.
Begitu melihat kepergian Rebecca wajah Rebecca menjadi sangat sedih, sejujurnya ia tak ingin mengatakan itu kepada Ameera. Namun semua itu langsung di tepis karena Ameera adalah anak dari Eriska, wanita yang sudah membunuh anak yang belum sempat ia lihat.
Karena situasi menjadi sangat sedih, Tanu berinisiatif untuk memba mama mertua dan ipar'nya ke salon untuk perawatan karena malam ini mereka harus tampil cantik di hadapan tamu undangan.
Mereka pun mengiyakan ajakan Tanu untuk pergi ke salon dan mereka pun melupakan kesedihan yang ada.
Setelah berapa lama kepergian para mantu keluarga Marquez datang lah para pria keluarga Marquez yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya, mereka pun langsung mencari keberadaan istri mereka.
Namun mereka tak kunjung menemukan keberadaan para istri mereka, lantas Valdes bertanya kepada salah satu pelayan di mana keberadaan istrinya berada.
Satu pelayan yang sedang menyiapkan sajian untuk orang-orang yang mendekor mansion pun berkata kalau saat ini para nyonya sedang pergi ke salon untuk acara malam nanti.
Setelah sudah membersikan badan, mereka berkumpul kembali di taman bersama dengan anak-anak yang sedang bermain di halaman belakang.
Valdes, Grey's, virendra, vernando, Vernon dan Laksh mereka sedang berkumpul di tempat itu.
"Kak, bagaimana apa kamu sudah menemukan dimana kak hazel berada?" tanya Valdes,
Grey's hanya menggelengkan kepala, ia sudah putus asa untuk mencari dimana hazel berada, padahal ia sudah menyuruh semua anak buahnya mencari keberadaan istrinya berada, tapi hasilnya sangat nihil ia tidak menemukan dimana dia berada.
"Mungkin ini karma buat kamu karena terlah menghamili wanita gila itu, makanya hazel pergi dari mansion, kalau saja adik aku tidak mencintaimu pasti aku sudah membunuh kamu dari lama." timpal Vernando dengan sinis.
"Vernando, kamu harus tenang, Grey's tidak akan seperti itu kalau Gisel tidak melakukan hal yang sangat licik." ucap Laksh menenangkan mereka agar tidak berantem.
"Dan saat ini kita tidak bisa berbuat apa-apa kepada Gisel karena saat ini dia di lindungi oleh Komnas HAM perempuan, jika kita melukai sedikit saja kepada Gisel maka kita lah yang akan terkena dampaknya," sambung Laksh.
__ADS_1
Karena ia masih ingat betul saat Gisel Memfitnah ia dan Vernon yang sudah melukai dirinya dengan tindakan kekerasan, di saat itu para Komnas HAM perempuan langsung memberikan peringatan keras kepada mereka.
Dan setelah kejadian itu Laksh dan Vernon tidak lagi mendekati Gisel ataupun mencari gara-gara dengan Gisel, karena mereka masih kesal karena di tuduh melukai Gisel, padahal mereka tidak melakukan apa-apa.
"Wanita licik itu memang harus segera di singkirkan dari muka bumi ini agar hidup kita akan tenang. Dan bukan hanya Gisel saja tapi Eriska, Yulia dan anak yang mengaku-ngaku sebagai anak om Faisal." ucap Valdes.
Dan di setujui oleh yang lain, karena permainan ini harus segera di selesaikan dan tanpa ampun mereka akan menyingkirkan mereka semua agar tidak lagi mengganggu kedamaian keluarga Marquez.
Karena terlalu fokus berbicara tanpa sadar para mantu keluarga Marquez sudah pulang ke kediaman mereka dengan menampilkan yang sangat berbeda.
Rebecca.
Vanandya.
Tanu.
Pitaloka.
Empat, wanita yang berjalan beringin memasuki mansion dengan membawa bingkisan.
Hal itu tidak luput dari penglihatan Victor, Faisal dan para pekerja. Yang menatap ke arah empat wanita itu dengan kagum dan takjub.
"Sayang ini Pakaian buat kamu pakai di saat acara malam nanti." ucap Rebecca memberikan bingkisan kepada suami'nya lalu ia juga memberikan kepada kakak ipar'nya.
Ketiga wanita itu pun. pergi mencari keberadaan suami mereka yang tidak ada bersama dengan ayah mertua. Salah satu pelayan yang mengetahui kalau mereka mencari para tuan pun memberi tau kalau saat ini para tua muda sedang berada di halaman belakang.
"Sayang I'm coming," ucap ke tiga wanita itu kepada suami mereka.
Deg.
Para suami mereka terkejut melihat perubahan mereka yang sangat drastis, bahkan mereka sampai tidak bergerak sedikit pun.
__ADS_1
"Sayang kau.."