
Sesuai rencana mereka, saat ini para pria Marquez sudah mempersiapkan Senjata mereka untuk menghancurkan para bodyguard dari Eriska. Mereka juga sudah menghubungi bodyguard dan pengawal dari keraton Adiwilaga untuk menyerang mereka.
Saat sedang bertarung vanandya langsung menerobos masuk ke gedung tua. Ia mencari dimana Eriska menyekap putra dan bunda'nya. Karena ia takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Saat sedang mencari ia melihat berapa bodyguard berjalan ke arahnya, vanandya pun langsung bersembunyi, karana saat ini ia tidak ingin melawan, yang saat ini ia lakukan adalah mencari keberadaan sang putra.
Vanandya mengecek ponselnya ingin mengetahui di mana lokasi putranya berada, saat ia mengetahui lokasi tepat Putranya ia segera pergi ke ruangan yang ada putra dan bundanya. Namun ia sangat berhati-hati karena takut ia ketahuan para bodyguard'nya.
***
Di lain dasar. Saat ini ke enam pria sedang bertarung dengan sangat sadis, bahkan mereka tidak segan-segan menebas kepala mereka. Karena mereka tidak akan membiarkan mereka hidup di dunia.
"Berani sekali anda membunuh rekan saya!!!" ucap salah satu bodyguard yang melihat kepala sahabatnya di tebas.
"Mereka pantas mati, karena kalian sudah berani mengusik ketenangan keluarga saya.!" bentak Grey's dengan tegas.
Tanpa di sadari oleh bodyguard yang berbicara dengan Grey's, seorang pria dari belakan menusuk pedangnya ke arah punggung pria itu, sampai membuat bodyguard itu terjatuh.
"Kau..
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Valdes langsung memotong kepala milik bodyguard itu.
Sudah banyak puluhan bodyguard yang di habisi oleh Valdes dan yang lain, mereka lalu pun mulai membunuh mereka dengan sangat kejam. Karana mereka tidak akan membiarkan para bodyguard bisa menang melawan Marquez. Yang memiliki kesadisan dan kebengisan.
Begitu juga dengan Laksh dan Vernon. Mereka langsung membunuh lawan tanpa ber basa-basi, kedua pria yang saling berkerja sama itu sudah mengeluarkan puluhan peluru untuk membunuh para bodyguard.
"Sudah saatnya kalian harus mati karena sudah berani melawan kami." ucap Laksh dan Vernon.
Sedangkan, vernando dia dengan menggunakan pedang milik kakek buyutnya untuk menghabisi para musuh yang sudah mengusik ketenangan Keluarga'nya, dan mereka tidak akan segan-segan mengampuni mereka dengan begitu mudah.
***
Sementara itu di gedung teratas Vanandya sudah menemukan lokasi di mana anaknya berada lalu ia pun masuk ke dalam ruangan, betapa terkejutnya dia melihat kondisi putra dan bundanya dalam keadaan tubuh terikat dengan menggunakan rantai.
Bahkan vanandya melihat banyak bekas luka di tubuh Putranya, dan itu seperti goresan dari belati. Bahkan ia melihat ada bekas tamparan di pipi putranya.
__ADS_1
Dengan raut wajah sedih, Vanandya berjalan mendekati Putranya dan ia langsung memeluk tubuh kecil sang putra, ia terus saja mencium dan memeluk tubuh vagas.
"Sayang maafkan mommy karena mommy kamu harus mendapatkan seperti ini. Kamu juga harus menerima kekerasan dari mereka."
"come on, mom ini cuma luka biasa, buktinya vagas masih kuat. Jadi mommy jangan sedih sebaiknya mommy lepaskan ikatan kami, karena sebentar lagi penyihir tua itu akan datang." ucap vagas.
Vanandya pun segera melepaskan rantai yang mengikat tubuh vagas dan varisa. Setelah ikatan rantai terlepas mereka pun segera keluar tapi sebelum benar-benar keluar Eriska dan para bawahannya menghadang mereka.
"Mau kemana kamu keponakan ku hm? Jangan kamu kira kamu sudah menang karena sudah berani membebaskan vagas dan varisa." ucap Eriska dengan angkuh.
"Benar, kakak ipar tidak akan pernah menang melawan kami,!" ucap Ameera.
"Cih, hanya sekelompok antek-antek yang haus akan kekayaan mana bisa menang melawan seorang putri mahkota dari tiga keraton." ujar vanandya dengan sinis.
"Kau.."
"Kenapa? Benar kan apa yang saya katakan? Kalau kalian adalah seorang antek-antek?" tanya vanandya.
Eriska sangat marah karena vanandya menghina dirinya dan anaknya. karena tidak terima ia pun segera menampar Vanandya dengan begitu keras, karena ia tidak menyukai akan hal itu.
"Saya tidak perduli," ucap vanandya dengan acuh.
Eriska pun dengan bengis mengeluarkan pisaunya, lalu Eriska mengarahkannya kepada vanandya.
"Sepertinya anak keturunan Adiwilaga harus segera mati, agar jalan kita untuk menguasai keraton bisa lancar seperti di jalan tol."
"Bermimpi lah setinggi langit karena itu semua tidak akan pernah terjadi. Bahkan kalian lah yang akan kalah di tangan saya." ujar Vanandya.
Tanpa di sadari oleh Vanandya, para bodyguard Eriska langsung menyergap varisa dan vagas. Setelah keduanya berada di tangan bodyguard Eriska. Eriska memerintahkan kepada bodyguardnya untuk segera membawa mereka pergi.
Vanandya yang melihat anak dan bunda'nya di bawa oleh bodyguard milik Eriska pun lengah, Dengan kasar'nya Ameera menendang perut Vanandya sampai dia merasakan kesakitan.
"Akhhhhhh!"
Teriak Vanandya karena ada sesuatu di dalam perutnya seperti merasakan kram. Apa lagi ia melihat darah yang keluar dari sela-sela pahanya.
__ADS_1
Valdes, yang baru saja naik ke lantai atas tempat dimana istrinya berada langsung terkejut karena melihat istrinya tersungkur dengan di penuhi darah.
Dengan khawatir Valdes berlari menghampiri istrinya karena yang sedang terluka karena tendangan dari Ameera.
"Sayang!"
"Jangan pedulikan aku sekarang, yang harus kamu perduli bisa menyelamatkan anak kita, karena saat ini putra kita sangat terluka parah akibat Eriska yang menampar dan putra kita juga mengalami sayatan pada tubuhnya." ujar Vanandya yang merasakan sakit di perutnya.
"Gak, saya gak bisa meninggalkan kamu sendirian, karena saya tidak ingin kamu terjadi sesuatu."
"Aku mohon sayang demi aku," vanandya memohon kepada Valdes. Karena ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada putra dan mama'nya.
"Baiklah," ucap Valdes. Ia segera memanggil adik dan memanggil anak buahnya untuk membawa Vanandya ke rumah sakit. Karana keadaan vanandya yang sudah terluka parah.
Vanandya pun segera di bawa oleh Laksh dan Vernon ke rumah sakit dengan di kawal oleh para bodyguard keluarga Marquez. Setelah melihat kepergian istrinya Valdes pun segera mengejar orang yang sudah membawa anaknya.
Ia terus kepikiran akan kondisi anaknya, karena Vanandya mengatakan kalau putranya banyak mengalami sayatan yang cukup parah.
Setelah berada di mobil Valdes langsung melajukan kendaraannya dan mengejar mobil milik bodyguard Eriska. Dan ia juga melihat anaknya meminta tolong kepada dirinya.
"Daddy!!" teriak vagas kepada Daddy'nya,
Hal itu membuat Valdes mempercepat kendaraannya agar bisa menghentikan mobil milik Eriska yang membawa putranya.
"Tambah gas'nya lagi, saya tidak ingin mereka mengejar kita." ucap Eriska.
Kedua mobil dengan kecepatan tinggi saling kejar-kejaran, Valdes merasa kesal karena mobil yang di bawa sangat lelet. Bahkan mobilnya kalah dengan mobil milik Eriska.
***
sementara itu seorang wanita paruh baya merasa sangat gelisa ia tidak tau apa yang saat ini dia rasakan karana ia tidak bisa tidur,
Karena terus saja gelisa ia keluar dari kamar. Namun saat baru keluar ia mendengar suara anak kecil seperti kemarahan dan kesedihan yang begitu dalam.
Saat ia membuka kamar tersebut ia melihat cucunya sedang memegang bingkai foto,
__ADS_1
"Vegas..."