CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
Bab 25


__ADS_3

Seorang wanita paruh baya berjalan memasuki mansion yang begitu besar, dengan sangat anggun dan elegan. Tidak kalah besarnya dengan mansion'nya, saat sudah sampai depan ruang keluarga, ia melihat keluarga mereka sedang berkumpul.


"Hai singa betina... Apa kabar kamu? Sudah lama tak melihat mu?"Ucap seorang wanita paruh baya yang masih saja cantik.


Rebecca yang sedang mengobrol dengan mantu'nya langsung menatap ke arah wanita yang memanggil dirinya singa betina.


DEGH. Ia terkejut saat melihat sahabatnya ada di depannya,. dengan senang ia pun berdiri lalu berjalan mendekati sahabatnya itu.


"Ya. Tuhan, Kelinci bertanduk banteng. Apa ini beneran kamu?"


Varisa menganggukkan kepalanya lalu mereka pun, berpelukan melepaskan rasa rindunya karena sudah bertahun-tahun tidak ketemu. Akhirnya saat ini mereka di pertemukan lagi dengannya.


Rebecca mengajak sahabat'nya untuk duduk. Agar obrolan mereka terasa nyaman.


Ketiga pria, itu pun. Berpamitan pergi karena mereka akan mencari dalang dari pemer*osaan terhadap putri satu-satunya keluarga Marquez.


Saat ini hanya para wanita saja yang ada di situ.


Vanandya yang duduk di dekat bundanya langsung merebahkan kepalanya di bahu sang bunda.


"Apa dia putrimu?"Tanya Rebecca kepada sahabatnya.


"Ia dia adalah putriku satu-satunya, kami selalu menjaga putriku seperti berlian. Bahkan kami tidak akan membiarkan hal buruk terjadi kepada putriku."Ucap varisa dengan kelembutan.


"Sebenarnya aku merasa kecewa sama kamu. Karena kamu memperlakukan putriku semena-mena terhadap putriku, bahkan kamu mencarikan kandidat istri buat anak kamu."Varisa berkata dengan nada marah tapi masih dengan kelembutan dan ketenangan.


Rebecca, meminta maaf kepada sahabatnya itu, ia tidak tau kalau vanandya adalah anaknya varisa. Jadi ia merasa tak cocok dengan tingkah mantunya itu, namun setelah ia mengetahui kalau vanandya adalah anaknya varisa ia akan menerima dengan lapang dada.


Varisa merasa kesel dengan sahabat'nya itu, namun ia tetap menunjukkan aura keanggunan. Jika vanandya bukan anak kandung dirinya dia anak menghancurkan seperti ia menghancurkan dia.


"Baiklah ca. Kali ini aku maafkan, tapi jika putramu atau keluarga mu menyakiti putriku seujung kuku akan aku pastikan persahabatan kita selesai."Ancam varisa kepada sahabatnya.


Rebecca merasa terkejut dengan perkataan sahabat'nya itu, yang mengatakan seperti itu. Karena tidak ingin persahabatan mereka putus Rebecca berjanji akan melindungi mantu'nya itu,


Mereka akhirnya berpelukan kembali ia enggan untuk melepaskan satu sama lain.


"Aku bahagia akhirnya kita bertemu lagi setelah sekian lama. Sasa, si kelinci bertanduk banteng."


"Aku juga bahagia bisa bertemu denganmu Caca si singa betina."

__ADS_1


Mereka pun ketawa, saat mengingat akan kejadian di mana mereka di pertemukan, sampai mereka akhirnya bersama-sama.


"Jadi selama ini kamu menikah dengan keluarga lacerta?"


"Ia setelah lulus aku menikah dengan Hendrik lacerta, karena kami di jodohkan. Jadi awal-awal kami sangat cuek bahkan kita seperti seekor kucing dan tikus."


"Trus gimana usaha om nirwana? Apa usahanya menjadi chef terkenal tercapai?"


Varisa, nampak lesu saat Rebecca membahas tentang ayah'nya. Ia sangat sedih dengan apa yang terjadi dengan ayah'nya.


"Kenapa?"


Varisa menghela napasnya, ia menceritakan kalau ayah'nya saat itu akan mencapai taham sempurna menjadi seorang chef handal di dunia, namun sang Tuhan berkehendak lain ayah'nya terlah tiada karena ulah seseorang.


Namun sebelum dia tiada, dia memberikan warisan kepada Vanandya, yaitu sebuah panduan. Dari umur 10 tahun Vanandya belajar memasak agar dia seperti kakeknya pandai memasak.


Rebecca. Mendengar cerita sahabatnya merasa sedih, ia pernah Deket dengan om nirwana.


"Pantesan saja saat pertama aku datang kesini aku mencium bau masakan yang sangat familiar."


"Pasti itu masakan dari putriku?"


Tanpa terasa waktu sudah begitu cepat, satu jam lagi adalah pemberangkatan dirinya untuk menyusul suaminya. Ia sangat merindukan suaminya itu, apa lagi ia juga merindukan sang belut yang mampu ia ketagihan.


"Sepertinya aku harus pamit."


"Loh, bukannya kamu menetap disini?"Varisa menggelengkan kepalanya. "Aku tinggal di Eropa, tempat suamiku pembangunan perusahaannya disana.. Jika aku di sini suami aku disana tidak akan beres."


Rebecca menggelengkan kepalanya, merasa lucu dengan tingkahnya yang tidak berubah dari SMP. Ia tau kalu sahabat'nya itu adalah otak mesum, yang di ponselnya berisi video-video dewasa.


"Jangan bilang kalau kamu masih...?"


Varisa tersenyum renyah kepada sahabatnya itu, lalu ia berpamitan kepadanya dan juga kepada anak'nya itu, setelah berpamitan ia memasuki mobilnya yang di Kendari oleh supirnya.


'Walaupun kau sahabatku tapi keturunan kau yang menghancurkan... Hati ibu mana yang rela melihat anaknya.'Batin varisa saat mengingat peristiwa kelam itu, bahkan ia harus di masukan kedalam rumah sakit jiwa karena jiwanya terguncang melihatnya.


"Sebentar lagi.!!"Ucap varisa dengan dingin, bahkan air mata sudah membasahi pipinya.


Iya sedang menggeledah tas'nya guna mencari sesuatu yang sangat berharga baginya, jika tidak ada itu si akan kehilangan kendali.

__ADS_1


***


Kembali ke mansion keluarga Marquez,


Saat ini Vanandya berjalan memasuki ruangan, namun ia sangat terkejut dengan benda yang tergeletak di lantai ruang keluarga. Saat ia mengambilnya ia terkejut kalau obat yang ia temukan adalah obat penenang buat bundanya.


Karena merasa cemas ia menghubungi bundanya namun tak di angkat, lalu ia menelpon supir bunda varisa, namun sama saja tak di jawab olehnya


Ia lalu bergegas pergi keluar sambil menyambar kunci mobil seseorang pria yang ia tidak tahu siapa. Karena merasa khawatir takut bundanya terjadi apa-apa.


Saat ia sudah di dalam mobil ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, banyak pengendara lain, yang menyumpah-serapahi pengendara mobil yang di Kendari oleh Vanandya.


Ia, tidak bisa menemukan mobil yang di tumpangi oleh bundanya.


Vanandya lalu menelpon ayah'nya ia memberi tau obat bundanya ketinggalan bahkan kemungkinan saat ini depresi bundanya akan kambuh, karena sahabatnya bercerita tentang masa lalunya.


Tentu sang ayah syok dengan perkataan sang putri, bahkan ia sudah menutup rapat-rapat bahkan melarang istri tercintanya untuk mengunjungi mansion keluarga Marquez, karena ia takut istrinya bertemu dengan wanita itu.


Vanandya pun mematikan teleponnya, lalu kembali menelpon sang bunda tapi tetap saja tidak di angkat. Ia lalu menelpon seseorang untuk membantu mencarikan bundanya.


"Hallo."


"....."


"Hm, bisa bantu aku gak?"


"....."


"Tolong kamu lacak keberadaan mobil yang sering di gunakan bunda berpergian saat menggunakan supir."


"...."


"Aku tunggu!"


Vanandya mematikan ponselnya dengan kasar, lalu ia lemparkan ke jok penumpang, Ia sudah berusaha mencari namun mobil bundanya belum saja ketemu.


Kling. Suara pesan masuk. Seorang menunjukkan tempat pemberhentian mobil sang bunda, dengan kasar ia menancap gas'nya dan kecepatan itu naik.menjadi 180/jam.


"Bundaaa...

__ADS_1


__ADS_2