
"APA YANG KALIAN LAKUKAN..KENAPA KALIAN BERANTEM HAH?!"Rebecca yang sudah tidak tahan dengan pertengkaran yang di lakukan oleh kedua putranya.
"Grey's jawab mama ada apa ini sebenarnya?"Tanya Rebecca yang sudah mengecilkan volume suara.
Grey's tak menjawab namun tatapannya melayang ke arah adiknya dengan tajam. Entah mimpi apa semalam sampai-sampai ia kena mukul olehnya.
Rebecca menatap sang Valdes dengan sulit di artikan. Rebecca merasakan kesedihan mendalam di mata sang putra, karena baru kali ini ia melihat mata sang putra setelah sekian lama.
"Val. Ada apa sebenarnya kenapa kamu memukul kakak kamu?"Ucap Rebecca berhati-hati.
Valdes yang memang dari dulu tidak dekat dengan sang mamah Bakan mulut ini tidak pernah mengucapkan kata mama.
Dia pun tertawa sinis mendengar Mamahnya berbicara kepada dirinya.
"Hahaha.. Sebaiknya nyonya berbicara langsung dengan putra bejadnya itu."Ucapan Valdes membuat semua orang mematung. Mereka tak terkejut dengan Valdes memanggil Rebecca dengan sebutan nyonya., Tapi yang bikin terkejut adalah Valdes yang mengatakan kalau Grey's adalah seorang pria yang bejad.
Grey's yang tak terima pun berusaha memukul Valdes tapi langsung di hentikan oleh adiknya Vernon,
PLAK!!
Satu tamparan yang Valdes dapatkan membuat aura kebencian semakin tinggi, ia menatap dengan aura kebencian.
Valdes mengusap sudut bibirnya yang berdarah karena terkena tamparan dari Rebecca.
"Cukup val cukup!! Jika kau membenci mama mama terima tapi jangan pernah mengatakan kalau kakak kamu bejad!"Bentak Rebecca dengan isak tangisannya.
Victor sebenarnya ingin melerai pertikaian mereka sebelum terjadi sesuatu di antara mereka. Tapi kakek vinton mencegahnya untuk ikut campur karena mungkin saat Valdes akan meluangkan kesedihan yang selama ini di pendam.
"Asalkan anda tau ya nyonya karena kelakuan putramu itu putri sahabatmu harus menderita."
"Aku akui, kalau putraku memang salah terlah membunuh lucas dan itu karena salah paham.. Dan untuk masalah putrinya yang terlah di nodai oleh Grey's itu memang salah tapi itu sudah infas dengan hancurnya masa depan putriku."Ungkap Rebecca yang tidak terima anak-anaknya di salahkan.
__ADS_1
Saat akan mengatakan sesuatu, asisten pribadi Valdes datang dengan membawa maps yang Valdes minta.. Valdes pun mengambil dua lembaran maps warna biru lalu membukanya perlahan, setelah mengetahui isi informasi mengenai Grey's, Valdes menyerahkan maps itu dengan kasar kepada Rebecca.
Rebecca dengan tangan gemetar karena perlakuan kasar sang putra membuat dirinya merasakan takut. Lembar demi lembar yang terlah Rebecca baca.. Dan itu membuat ekspresi wajah nya berubah menjadi marah,
Rebecca berbalik menatap sang anak sulung lalu ia pun menampar anak'nya.
PLAKK!
"Mah.!"Grey's terkejut kalau mamahnya berani melakukan itu kepada anaknya. Bukan hanya dia saja tapi yang lain juga sama terkejutnya, tapi tidak dengan Valdes ia pun tersenyum kemenangan.
"Grey's teryata kau sangat brengsek! Mamah selama ini tak mengajari berbuat hal sekeji itu ataupun menyakiti seorang wanita.. Yahh dulu mama sempat menolak wanita yang dulu datang., karena mama tau dia bukan wanita baik-baik, dan mama tidak mementingkan status, Drajat yang mama inginkan adalah wanita baik-baik."Ucap Rebecca dengan tangisnya ia terlah gagal menjadi seorang ibu.
"Jadi benar dulu kamu terlah menikah siri dengan hazel? Dan karena kamu lihat hazel melakukan dengan seorang pria kamu meninggalkannya."Ucap Victor yang sudah membaca berkas itu.
Victor pun berjalan mendekati sang putra lalu memukulnya berapa kali sampai Grey's tak bisa berkutik sedikit pun. Rebecca melihat Putranya di pukuli oleh suaminya langsung menyuruhnya menghentikannya.
Jiwa kepo Kimberly pun membaca berkas itu halaman demi halaman membuat Kimberly terkejut sekaligus menertawakan sikap menjijikan keponakan tirinya.
"Ya Tuhan Grey's, kamu berdosa karena terlah menelantarkan anak-anak mu."
Entah kenapa hati Kimberly merasakan sakit saat melihat nama hazel di perlakukan seperti itu oleh keponakannya.
Dan Kimberly masih tak menyangka dia tega menghabisi nyawa Lucas karena wanita sirinya di lekukan seperti itu.
"Kau memang pantas di sebut biadab Grey's."
Grey's yang memang tak pernah melihat kemarahan Tante Kimberly , pun sedikit tercengang karena kemarahan mampu membuat guci berharga ratusan milyar melayang. Bahkan tangannya sedikit terkena pecahan kaca.
"Kimberly apa yang kau lakukan hah?"Agni merasa geram dengan tingkah mantu'nya.
"Bumer! Kali ini jangan halangi aku karena aku akan memberikan pelajaran pada anak set*n itu yang terlah merusak seorang wanita tapi tak bertanggung jawab."Suara Kimberly sangat menggema.
__ADS_1
Agni pun langsung menyeret mantu'nya kedalam kamar, sebelum sebelum masalah Keluarga'nya terselesaikan.
DORR!
DORR!
DORR!
Kimberly terus saja menggedor pintu kamar, karena kelakuan Bumer yang mengoncikan dirinya didalam kamar ia pun terus saja berteriak agar Bumer mau membuka pintu kamarnya. Tapi sia-sia saja.
Kim terus mondar-mandir memikirkan cara agar bebas dari kamarnya. Saat pikirannya buntu ia teringat ******* sang mantan duda. Ia pun memencet nama ( My husband mantan duda. ) Setelah berapa menit ia menunggu akhirnya telepon dari istrinya di angkat.
"Sayang kamu dimana?"Kimberly sudah mulai aktingnya agar pak duda.
"Lagi di jalan kenapa hm?"
"pak duda! aku ingin kamu telepon mama suruh membukakan pintu kamar aku.. Aku di kunci'in sama bumer, dan pak duda juga pergi-pergi mulu?"Kimberly berkata dengan suara manja.
Pria yang di sebut om duda oleh Kim pun hanya menghembuskan nafas kasar'nya, ia pun bertanya kepada Kimberly apa yang terjadi kenapa ibunya di mengunci'in istrinya.
"Sayang telpon ibu apa susahnya untuk membukakan pintu? Atau kau tidak akan melihat ku."
"Apa maks.."Ucapan pak duda terpotong dengan sambungan telepon terputus.
"Akhhhh!"Pria yang bernama Faisal agustin Marquez. Hanya mengerang kesal. Tiap hari ada saja masalah antara ibunya dan istrinya membuat dia egan pulang.
Walaupun faisal jarang pulang, ia tidak pernah sekalipun bermain dengan wanita lain di belakang istrinya. Karena ia sudah sangat cinta dengan wanita bernama Kimberly.
Kembali ke Kimberly yang sedang misah-misuh karena bumer selalu bikin dia naik darah. Untung dia sayang sama anaknya kalau tidak udah di jadiin rempeyek.
CEKLEK!
__ADS_1
Kim yang mendengar suara pintu di bukan pun langsung mendekatinya.
"Sudah mengadunya?"