CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 258


__ADS_3

"Kamu harus.. Menyerahkan semua harta milik Marquez, karena jika tidak maka aku akan menghabisi nyawa mereka semua. Saya tidak main-main dengan ucapan saya, jika kamu tidak memberikan kekayaan Marquez, maka dalam waktu dekat kamu akan melihat nyawa mereka semua dengan sangat tragis."


Deg.


Ucapan Eriska membuat hazel dan yang lain terkejut, bagaimana bisa mereka harus menyerahkan semua kekayaan itu kepada wanita gila, itu apa lagi kekayaan Marquez tidak main-main,


Hazel menolak dengan tegas untuk tidak memberikan kekayaan itu kepada Eriska, karena ia tidak rela jika kekayaan miliknya jatuh ke tangan Eriska oh itu tentu tidak bisa.


Hazel lalu berdiri dari duduknya dan ia menatap Eriska dengan sangat tajam bak elang yang ingin memakan, dan ia pun berbicara dengan dingin kepada Eriska.


"Sepertinya saya tidak perduli karana kekayaan jauh lebih penting dari pada mereka, dan ya sekuat apapun anda mengancam saya. Saya tidak akan pernah takut." ucap hazel.


Keluarga Marquez yang sudah tidak berdaya karena di ikat oleh Eriska dan komplotannya pun hanya mengerang marah karena hazel lebih mementingkan harta dari pada keselamatan keluarga mereka, apa lagi saat ini anak'nya juga sedang dalam ikatan,


"Kamu!! berani'nya kamu tidak memberikan kekayaan Marquez kepadaku, maka aku akan segera menghabisi nyawa kamu dan nyawa mereka semua." ucap Eriska.


"Uhhh.. Takut! saya tidak perduli," ucap hazel.


Laksh yang melihat itu hanya diam saja sambil menunggu apa rencana dari hazel tersebut, karena ia tau saat ini hazel sedang menjalankan rencananya yang di buat berapa detik. Tapi Laksh tersenyum bangga karena hazel bisa melakukan apa yang harus dia lakukan sebagai penguasa.


Bahkan ia tersenyum puas saat melihat wajah marah Eriska dengan yang lain. "Sekuat apapun kalian berusaha, kalian tidak bisa mengalahkan hazel yang sekarang. Karena hazel yang sekarang adalah seorang iblis." batin Laksh.


Eriska yang marah karena tidak mendapatkan kekayaan dari hazel pun memerintahkan kepada anggota mafia red Devil untuk menghancurkan keluarga Marquez dengan sangat kejam jika perlu, kasih noda kepada para wanita sebelum mereka hilang.


Anggota mafia red Devil tentu saja sangat senang karena mendapat printah dari Eriska kapan lagi mereka bisa menikmati milik keluarga Marquez yang sangat cantik-cantik bahkan sangat bohay.


Valdes dan para pria sangat marah karena anggota mafia red Devil akan melakukan hal yang menjijikan kepada wanita mereka.


"Jika kalian berani sentuh istriku saya bersumpah akan mencincang- cincang tubuh kalian semua." bentak Valdes dengan suara dingin.

__ADS_1


"Tuan, bagaiman bisa kamu melakukannya sedangkan kamu sedang dalam di ikat." ucap ketua red Devil.


"Kau...!!"


Ketua red Devil pun mencolek dagu Vanandya karena ia sangat menyukai akan tubuh keponakannya ini apa lagi keponakannya memilik tubuh yang sangat indah bak seperti bidadari. Membayangkan nya saja sudah membuat Joni berdiri apa lagi melakukannya pasti sudah berkali-kali ia melakukannya.


Valdes menatap ke arah Laksh untuk membantu dirinya, karena ia benar-benar sangat marah dan ingin menghancurkan pria yang sudah berani menyentuh wajah istrinya.


Sedangkan vanandya hanya menunjukan ekspresi wajah yang sangat datar. Bukan hanya Valdes saja yang ingin melakukan itu tapi dirinya juga, ia akan membunuh pamannya dengan sangat tragis.


Hazel yang melihat tatapan sang adik pun kembali menatap ke arah Eriska dan begitupun dengan Eriska yang sedang tersenyum sinis ke Arah hazel.


"Bagaimana? Kamu serahkan kekayaan itu atau adik kamu akan mendapatkan hadiah dari paman kalian berupa senjata milik paman kalian dan bisa menghasilkan bayi." ucap Eriska.


"Sepertinya kamu terlalu bangga karena sudah menang dari kami, tapi jangan kau lupa kalau saya tidak bisa mengalahkan kamu." ucap hazel.


Degh.


Semua orang tentu Sangat terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Ameera kepada anak mereka yang membuat mereka sangat marah kepada Ameera.


Grayland faresta Marquez.


Saat ini dia sedang dalam tahanan Ameera untuk mengancam keluarga Marquez maupun hazel. Tentunya dengan pisau yang mengarah ke leher grayland, hal itu membuat grayland diam saja walaupun dia sangat takut.


"Jika aku mati bagaimana ya nasib para wanita jomblo, pasti mereka akan sangat sedih jika aku tiada trus gak bisa jaga mereka lagi. Hiks aku tidak mau mati dedek aku belum merasakan milik wanita," batin Grayland.


Grey's yang melihat putranya di Sandra pun sangat marah, ia lantas menatap tajam ke arah adiknya itu,


"Ameera jika sampai kamu menyakiti Putra ku maka aku akan membunuhmu!!"

__ADS_1


"Kak, diam lah! Saat ini kalian tidak bisa berbuat apa-apa, yang harus kalian lakukan adalah membujuk hazel untuk menandatangani berkas kepemilikan. Jika ingin anak kalian selamat." ucap Ameera.


Grey's menatap sang istri dengan tatapan sendu, seakan-akan ia memohon kepada hazel untuk melakukan apa yang di suruh oleh Ameera, karena ia tidak ingin anaknya kenapa-kenapa.


"Hazel aku mohon tanda tangani berkas itu, aku tidak ingin anak kita kenapa-kenapa."


"Ameera! Ameera, dari dulu kamu selalu saja mengancam dengan akal bulus kamu." ucap hazel tegas tanpa mendengar perkataan dari grayland.


"Oh, tentu saja. Jika tidak seperti itu saya tidak akan mendapatkan apa yang saya inginkan." ujar Ameera.


"Mama, selamatkan aku aku tidak mau mati, aku belum menikah lho ma? Trus jika aku mati mama tidak akan mendapatkan cucu dari aku ma. Apa mama tega membiarkan aku mati di tangan penyihir menjijikan seperti dia, pantas saja dia jomblo dan tidak ada yang mau orang menyihir itu jelek." ucap grayland.


"Siapa yang kamu sebut penyihir?"


"Siapa lagi kalau bukan kamu, kamu dan ibu kamu itu seperti penyihir yang biasa aku temui di selokan-selokan itu,"


Ameera sangat marah karena grayland menyebut dirinya sebagai seorang penyihir yang dari selokan. Saat akan menebas kepala grayland, hazel langsung menghentikan dia akan menandatangani berkas itu.


Mendengar itu Ameera, Eriska dan Yulia tersenyum ke arah hazel karena dia mau menyerahkan semua kekayaan Marquez kepada mereka.


Bruk.


Eriska melemparkan berkas itu tepat di hadapan hazel, sebelum hazel menandatangani berkas kepemilikan ia menatap sang putra dan menatap keluarga Marquez, yang saat ini pamannya sudah siap untuk melakukan tindakan menjijikan kepada adiknya.


Bahkan dengan gerakan tangan yang bermain di tubuh Joni membuat ia mual,


Laksh yang berada di samping hazel hanya bisa diam karena keluarga mereka ada di tangan Eriska.


Hazel pun pulai menandatangani berkas itu dengan sangat pelan sampai akhirnya sebuah suara menghentikan hazel menandatangani berkas tersebut..

__ADS_1


__ADS_2