CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 74


__ADS_3

"Sudah mengadunya?"Ucap seorang Wanita yang tak lain. adalah Agni Pratistha mertua dari Kimberly. Dia baru saja di telpon sang putra agar segera membukakan pintu kamar Kim.


Agni hanya menghembuskan nafas kasar'nya. ia merasa kesel karena mantu'nya terlalu mengadu kepada putranya.


"Kau ini punya mulut lemes banget? Apa-apa mengadu sama putraku. Si Faisal,"


Kim menanggapi dengan tersenyum nya. "Bumer. Aku ini punya mulut loh? Dan lagian om duda adalah suamiku."


Ucapan Kimberly membuat kekesalan Agni semakin meningkat, karena mantu'nya selalu bikin darah tinggi naik apa lagi dengan perkataan pedas'nya.


Kim berlalu dari hadapan bumer, dengan berjalan berlenggak-lenggok, Tujuannya adalah ruang keluarga tempat dimana sedang terjadi keributan.


***


Kembali ke ruang tamu. Semua orang sudah mengetahui kalau Greenland adalah anak hazel bahkan semakin terkejut kalau grayland adalah anak Grey's.


Grey's terdiam ia sangat menyesal karena terlah berbuat seperti itu ia menyesal ia ingin melihat grayland.


Namun semua itu di tolak mentah-mentah oleh Valdes karena ia tidak akan membiarkan seorang pun mendekati keluarga lacerta termasuk Keluarga'nya.


Meneer, yang hanya diam menyaksikan Keluarga'nya seperti itu hanya bisa menyesali perbuatannya, ia selalu menyalahkan dirinya karena tidak bisa mendidik keturunannya.


"Aku akan membuat anakmu membenci papahnya!"


Grey's tentu saja tidak terima kalau Valdes akan menjauhkan dirinya dengan putranya, walau bagaimanapun dia juga anaknya. "Apa hak kamu hah? Aku tidak akan membiarkan kamu melakukan itu walau bagaimanapun dia adalah anakku darah dagingku!"


Lagi-lagi Valdes tertawa mendengar perkataan sang kakak. "Kau bertanya hak? Selama ini kemana saja.. Bukannya dulu kau tidak menginginkan anak dari hazel dan milih menikah denga wanita ular itu?"Bentak Valdes kepada sang kakak sambil memukul kembali wajah sang kakak. "Oh iya lupa kau menerima green karena kau mengira itu adalah anak Gisel."Sambungnya.


Rebecca yang jengah pun membentak mereka untuk berhenti, dia memohon kepada kedua anaknya untuk membicarakan dengan baik-baik.


Vinton pun menujui usul mantu'nya, lebih baik bicarakan dengan kepala dingin.. Dan menyuruh mereka untuk duduk di kursi.

__ADS_1


Valdes yang memang sudah merasa enggan untuk di bicarakan pergi dari tempat itu.. Bahkan ia tidak menggubris mama, kakek, dan yang lain memanggil dirinya.


"Grey's apa yang di tuduhkan dan bukti yang Valdes berikan ini memang kau yang melakukan?"


"Benar kek.. Semua itu Banar karena aku di selimuti cemburu, saat melihat hazel seperti itu di hotel."Ucap Grey's melemah.


Semua keluarga hanya bisa menghembuskan nafas kasar'nya, ia merasa kecewa dengan apa yang terlah di lakukan oleh Grey's kepada hazel yang terlebih adalah anak dari sahabatnya.


'Ris. Andaikan dulu kita tidak bersumpah dan berjanji atas nama Tuhan,, untuk menjodohkan anak keturunan kita, mungkin semua ini gak akan terjadi.'Rebecca bermonolog dengan hatinya.


Sedangkan meneer juga sama kondisinya semakin memburuk namun ia tidak memperlihatkan ke Keluarga'nya.


'Kak, maafkan keturunanku yang terlah menghancurkan keluargamu, mungkin maafku tidak ada apa-apanya dengan apa yang di lakukan cucu-cucuku.. Semoga kamu bisa memaafkan aku saat aku pergi nanti, Dan jika mereka berjodoh lewat semua itu aku ikhlas dan aku akan merestuinya.'batin meneer.


***


Saat ini seorang pria sedang terduduk di depan pusaran sang malaikat. Dia sangat kehilangan semangat hidupnya dan kehidupannya. Tanpa dia ia tidak bisa jadi apa-apa seperti sekarang.


"Daddy!"Ucapan yang sangat mendalam yang keluar dari seorang pria.


"Pakai ini,"Seorang wanita menyodorkan tisu ke Valdes yang sedang menangis.


Valdes yang tidak ingin kelihatan lemah di depan wanita, ia menerima tisu tanpa melihat orang yang terlah memberikan tisu itu.


"Percayalah pasti saat ini Daddy kamu sangat bahagia melihat anaknya yang sangat kuat dan bisa menerima keadaan.. Dan Daddy kamu percaya kalau kamu mampu menyelesaikan masalah dalam keluarga kamu,"


Valdes yang mendengar suara yang tidak asing pun mendongak ke atas melihat siapa orang yang terlah mengatakan semua itu.


"Vanandya?"


"Iya val ini aku Vanandya!"

__ADS_1


"Bagaimana kamu tau aku disini?"Tanya Valdes berdiri dari jongkoknya,


"Apa kamu lupa dulu saat kamu sedih karena masalah di sekolah dan masalah keluargamu kau selalu kesini."Karena Vanandya masih ingat tentang anak laki-laki yang terlihat lemah, dan selalu di tindas oleh teman-temannya. Pasti lelaki itu akan mendatangi makam Daddy'nya.


Valdes terdiam teryata vanandya masih mengingat kejadian saat dimana dia di bully dan di hajar habis-habisan oleh teman-temannya.


Tapi itu dulu ia terlihat lemah, namun tidak sekarang Valdes seorang iblis bagi orang yang terlah menindas sudah ia kirim ke tempat asalnya.


"Apa kamu sudah lebih baikan?"


"Hm!"


"Kalau gitu gimana kalau kita ke tempat yang membuat hati kamu nyaman dan bisa melepaskan beban yang ada di dalam pikiran kamu.."Ajak Vanandya kepada Valdes, Valdes pun hanya mengangguk mengikuti kemana Vanandya pergi.


**


"Brengsek kalian mencari wanita itu saja tidak besus! Aku sudah bayar kamu mahal untuk mecari tau dimana cucu dari Lian berada.. Kalian memang tidak becus."Pria itu pun menyuruh seluruh anak buah pergi dari hadapannya.


"Terus kita harus gimana ayah?"Ucap seorang wanita.


"Ayah juga tidak tau, jika dia masih hidup dan mengambil alih kekayaan yang sudah aku pegang, itu akan bahaya bagi kita.. Bisa-bisa kita di tendang dari THOLENSE GROUP."


Wanita yang bernama Desi Ratnasari Tholense. sangat tidak terima jika kekayaan itu jatuh ke tangan keponakannya ia pun memikirkan cara untuk bisa menemukan keberadaan anak itu.


Saat sedang memikirkan sesuatu seorang datang menghadap dua orang berbeda..


"Apa yang kamu dapat?"


"Sepertinya semua ini ada sangkut-pautnya engan keluarga lacerta."


"Lacerta?"

__ADS_1


"Benar tuan dia adalah pembinis nomer tiga di dunia, perusahaan itu berasal dari Indonesia."


"Sepertinya aku tau sekarang..."


__ADS_2