CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 155


__ADS_3

Di kediaman Kavita Adhikara. Kavita, baru saja pulang dari luar kota. Dan, dia juga baru mendapatkan kabar bahwa pernikahan putrinya di tunda sementara waktu. Karena, ada masalah yang terjadi di antara kedua keluarga.


Saat, ini Kavita, Tania dan vernando sedang makan malam dengan tenang. Tanpa, ada yang berbicara sedikit pun, Vernando merasa kesal karena pernikahan adiknya di tunda.


Setelah, makan malam selesai vernando pergi ke ruangan keluarga. Lalu, dia menyalakan televisi, di saat tv sudah menyala. Wajah permana yang dia lihat adalah seorang wanita yang sangat mirip dengan bunda'nya yang sudah tiada.


"Bunda..? Gak, ini gak mungkin. Dia, pasti bukan bunda." gumam vernando. Yang, sangat jelas melihat sosok wanita Yang, sangat mirip sekali dengan ibu kandungnya. Vernando, lalu memanggil ibu kavita untuk menanyakan kalau dirinya tidak salah lihat.


Kavita dan Tania, yang mendengar suara vernando berteriak. Langsung, menghampirinya takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


"Ver, ada apa hm?" tanya Kavita saat sampai di depan putranya.


"Bu, Katakan padaku itu bukan bunda kan?" tanya vernando sambil menunjuk ke layar televisi,


Saat, Kavita melihat ke layar tv, dia sangat terkejut dengan apa yang dia lihat. Dia, sangat tau pasti kalau itu adalah sahabatnya. Dan, dia benar-benar tidak salah lihat saat ini.


"Verossa..?" gumam Kavita saat melihat wajah wanita yang sangat mirip dengan sahabatnya yang sudah lama pergi meninggalkan dirinya dan meninggalkan seorang anak yang masih kecil.


"Ya, ampun kakak, ibu. Dia itu bukan Tante verossa tapi dia Tante varisa ibu dari wanita yang pernah ribut bersamaku waktu rebutan dasi." ujar Tania kepada ibu dan kakak'nya. Karena, tadi siang dia sempat berkenalan dengan Tante varisa yang sangat baik dan pengertian, bahkan wanita itu yang membantu dirinya bersiap saat di suru nikah secara tiba-tiba oleh wanita itu.


Mendengar tania, berkata seperti itu membuat vernando dan Kavita menatap ke arah Tania. Lalu vernando berjalan menghampiri Tania. "Apa, kamu bilang?" ucap vernando.


"Dia, itu Tante varisa istri dari tuan Hendrik. Itu saja si yang aku tau." ucap Tania sambil telunjuknya di taruh di dagu.


"Varisa..? Jangan-jangan dia..." gumam vernando sebelum menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh Kavita.

__ADS_1


"Jangan-jangan apa.?" ucap Kavita dan Tania secara bersamaan.


"Jangan-jangan dia, adalah...?"


...----------------...


Faisal, sangat marah lantaran ibunya menyuruh dirinya menikah dengan adik dari mantan istrinya yang sudah tiada. Alasannya, karena Agni ingin dekat dengan Cucu perempuannya.


Namun, Faisal membantah Perkataan dari ibunya yang menyuruh dirinya menikah dengan Yulia. Wanita, yang memiliki dua muka itu. Bahkan, sampai matipun dia tidak Sudi menikahi wanita picik seperti Yulia. Karena, dia tau sejak dia masih menjadi suami dari Rachma. Dia, selalu telan*ang, saat istrinya tidak ada di rumah.


"Jika, kamu menolak maka, semua kekayaan keluarga Agni Pratistha tidak akan jatuh ke tangan kamu melainkan ke tangan Feria dan Yulia." Agni berkata dengan lantang membuat semua keluarga merasa tegang.


Victor dan Rebecca hanya dia saja menyaksikan pertengkaran antara ibu dan anak. Mereka tidak berani ikut campur akan masalah seperti ini.


"Okay fine..!! Saya, bukan seorang pria yang gila harta. Benar, kata vanandya kalau dia wanita yang licik dan seorang pemain jal*Ng yang hebat." ucap Faisal,


Ting..! Pintu lift, terbuka memperlihatkan Faisal yang sedang membawa kopernya dia akan pergi dari mansion ini, karena dia tidak akan menikah dengan wanita licik seperti Yulia.


Dengan kaki jenjangnya, dia melangkah, keluar dari lift lalu berjalan melewati ruang keluarga,


"FAISAL AGUSTIN MARQUEZ..!! Jika, kamu pergi keluar dari mansion ini maka jangan pernah kamu melihat wajah terakhir ibumu ini.!" ucap agni. Membuat seisi ruangan menggema dengan suara keras Agni.


"Faisal. Duduk?!" ucap dingin vinton. Dia, tidak suka melihat Putranya bertingkah seperti anak kecil. Yang, kabur dari rumah karena masalah keluarga.


"Gak, bisa yah. Aku, akan tetap pergi, sebelum ibu membatalkan pernikahannya. Apa, lagi dengan wanita yang sudah melenyapkan istriku Kim." ucap Faisal yang masih setia dengan pendiriannya keluar dari rumah ini.

__ADS_1


"Kak, plis. Kakak, jangan keras kepala untuk saat ini. Kakak, kan tau perusahaan membutuhkan kakak.? Apa lagi Valdes dan yang lain sudah pergi dari kediaman ini lantaran mereka marah karena kita tidak pergi ke pemakaman kimberly." kata Victor menenangkan kakak'nya yang sangat keras kepala.


"Itu, salah kalian sendiri yang tidak hadir di acara pemakaman kimberly. Apa lagi saat ini kasus Kimberly masih belum reda walaupun dia sudah tiada." ucap Faisal dengan sinis.


Semua, ini memang kesalahan keluarga Marquez yang tidak hadir di pemakaman kimberly. Jika, saja mereka datang pasti kasus ini sedikit mereda. Tapi, dengan tidak hadirnya keluarga Marquez membuat berita semakin tinggi bahkan mencapai tingkat pertama dalam acara berita pel*kor.


Keputusan dia, sudah bulat. Dia, akan pergi dari kediaman keluarga Marquez. Dia, tidak masalah jika keluarga akan membencinya, asalkan dirinya tidak menikah dengan wanita busum seperti Yulia.


"Papi, aku. Sangat, senang bisa bertemu dengan mu tapi aku juga kecewa kepadamu memang lebih baik aku menyusul mama saja dari pada hidup yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari papi." ucap Feria dengan sedih. Dan Dia mengambil pisau yang ada di meja ruang keluarga laku dia mengarahkan pisau itu kepada lengan tangannya.


"Feria..!!" teriak, rebecca, Agni, Yulia dan Laksh. Mereka merasa khawatir akan apa yang di lakukan oleh Feria.


"Stop. Jangan mendekat.!!" ucap Feria.


"Trik kamu itu sudah tidak mempan lagi Feria, walaupun kamu adalah anakku tapi aku tidak akan mempercayai mu, apa lagi dari kecil kamu di asuh oleh Yulia pasti sifat licik dan murahannya menurun kepadamu." ucap Faisal, dengan sinis.


"Okey fine, jika papi tidak percaya aku bakalan melukai diriku sendiri agar papi puas melihat ku mati di hadapan kalian." ujar Feria. Yang, merasa takut, karena Tante, nenek dan papi nya tidak menghalangi dirinya untuk tidak melukai diri sendiri.


"Gimana? Apa, kamu merasa takut sayang. Come on, itu adalah trik lama yang selalu di gunakan untuk mengancam seorang agar orang yang di ancam tidak pergi jauh dari mu. Benar begitu sayang?".ucap Faisal.


"Faisal, cukup! Dia, adalah putri kamu seharusnya kamu tidak pantas memperlakukan dia seperti itu, apa lagi dia hanya membutuhkan kasih sayang orang tuanya." Yulia mulai berakting.


"Terima kasih, karena ajaran kamu putri ku jadi pintar dan menjadi seorang pemain yang licik dan arogan seperti kamu." ucap Faisal.


Sretttt...!!!

__ADS_1


"Feriaaaa..!!"


__ADS_2