CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 162


__ADS_3

Saat, ini kondisi vernando sudah tidak menggenakan apa-apa, dia lalu mendekati wanita yang berada di sebrang kasurnya. Wanita, itu sangat ketakutan saat melihat benda panjang yang menggelantung. Dia, tidak menyangka kalau benda itu sangat panjang. Berbeda dari benda yang sering dia tonton.


"Tolongg..! Jangan, lakukan itu kepadaku, plis aku mohon lepaskan aku." ucap pitaloka, yang meminta belas kasihan kepada vernando. Namun, semua itu tidak di tanggapi olehnya. Vernando, lalu berjalan mendekat ke arah pitaloka. Sebelum, Pitaloka menjauh tangan kekar vernando sudah dulu menangkap tubuh Pitaloka.


"Sayang, kamu tidak akan bisa lari dariku. Karena, sekarang, kamu sudah menjadi milikku." ucap vernando, dengan datar. Dia, lalu menurunkan dress ketat milik Pitaloka.


Pitaloka, hanya bisa menangis sedih kerena dia menyesali perbuatannya dan tindakan terhadap vernando. Dia, tidak tau kalau akhirnya jadi seperti ini.


Saat, dress sudah terlepas dari tubuh pitaloka. Vernando mendorong tubuh Pitaloka, ke kasur sampai dia tertidur terlentang. Dengan keadaan yang sudah tidak mengenakan pakaian.


"Wahh.. Sayang, indah banget kenapa kamu tidak bilang kalau kamu memiliki keindahan yang sangat alami." ujar vernando, terkejut melihat pemandangan di depan matanya.


"Dasar brengsek.!" bentak pitaloka, yang sudah ternodai.


Karena, tidak ingin menunggu lagi, vernando mengambil bantal, dan dia menaruhnya di bawah pinggangnya Pitaloka. Agar, tidak merasa pegal.


Vernando, lalu mengarahkan benda kebanggaannya ke arah sangar milik Pitaloka. Dengan sekali hentakan. Jlebb..! Benda itu sudah terbenam di makan oleh liang kenikmatan pitaloka.


"Akkhhhh...!!" teriak Pitaloka saat, benda itu menembus area yang selalu dia jaga sejak kecil. Bahkan, dia tidak mengizinkan siapapun untuk menyentuhnya. Tapi, sekarang dirinya sudah kehilangan semuanya.


"Vernando, brengsek, gak punya hati, bedebah, gila, akan ku bunuh nanti." ucap pitaloka memaki-maki vernando dengan sangat keras.


"Teruslah mengatakan sesuka hati kamu. Jika, itu membuat kamu bisa melepaskan bebanmu. Dan, aku bisa melepaskan pelepasan yang tidak aku alami." ucap vernando.

__ADS_1


Vernando, mulai menggerakkan pinggulnya maju-mundur, awalnya pelan-pelan. Tapi, lama kelamaan vernando mulai mempercepat ritmenya, dengan sangat cepat. Yang, membuat Pitaloka kesakitan bercampur kenikmatan.


"Ahhhh...Ohhh.Ohyahhh.. Terus, percepatan ver. Ahhh..Yahhh." ******* demi ******* pitaloka keluar begitu saja dari mulutnya. Bahkan, pitaloka sampai membungkam mulutnya agar tidak keluar suara durjanam nya. Tapi, semua itu sia-sia.


"Keluarkan, saja baby. Karena,.tidak baik jika di tahan seperti itu. Dan, mendesah lah namaku." ucap vernando yang setia dengan posisi berdiri.


Pitaloka, dengan ragu-ragu akhirnya mengikuti Saran dari vernando untuk mendesah. Dengan, menyebut nama. vernando, bahkan pitaloka menyuruh untuk mempercepat gerakannya.


Dengan, senang hati, vernando menuruti kemauan pitaloka. Tapi, sebelumnya mereka berganti posisi. Dengan vernando di bawah dan Pitaloka di atas. Setelah, itu vernando memulai memaju mundurkan pinggulnya.


Setelah, puas dengan kaya yang seperti itu dia vernando berhati dengan berdiri. Yang, membuat itu, semakin tenggelam ke kenikmatan. Dan, vernando berganti lagi. dengan merebahkan tubuh Pitaloka ke kasur.


Sampai, dimana mereka harus melakukan pelepasan, agar benih-benih cintanya tumbuh di dalam perut pitaloka. Vernando, sengaja melakukan itu agar dia bisa memiliki Pitaloka dengan seutuhnya. Dia, tidak perduli dengan wanita yang akan di jodohkan dengan dirinya, karena dia sendiri tidak mengenalnya bahkan dia tidak mencintai wanita itu.


Hari, sudah mulai berganti. Namun, belum ada tanda-tanda mereka untuk menyelesaikan permainannya. Bahkan, ke-dua nya masih sangat kuat bermain. Dan, saat tepat waktu subuh mereka baru menyelesaikan permainannya. Dengan, di menangkan oleh pitaloka. Yang, mendapatkan rekor 10 sedangkan vernando baru mendapatkan 6 pelepasan.


Saat, pitaloka akan turun dari kasur. Badannya terasa linu. Bahkan, area sensitifnya merasakan sakit, karena terkena gempuran dari Vernando yang begitu kuat.


Vernando, yang memang bangun sejak tadi, melihat Pitaloka yang kesakitan. Dia, pun langsung bangun dan menyuruh Pitaloka tetap berada di tempat, biarkan dirinya yang mengambilkan makanan untuk Pitaloka. Dia, juga sudah menelpon asisten pribadi untuk membelikan obat pereda nyeri.


Pitaloka, hanya diam saja tidak menjawab perkataan dari vernando, dia masih sangat kesal karena Vernando dirinya tidak bisa berjalan. Bahkan, area terlarangnya harus merasakan nyeri akibat ulah dari vernando itu. Walaupun, dirinya juga menikmatinya tapi. Dia, sangat menyalahkan vernando. Sambil, menunggu kedatangan dari vernando pitaloka membuka ponselnya. Dan, mendapatkan banyak panggilan dari orang tua nya. Namun, dia tidak berani berbicara saat, ini apa lagi dia baru melihat berita terkini. Yang, menampilkan dirinya sedang memarahi vernando pembisnis asal inggris.


Saat, dia akan meletakan ponselnya. Sebuah notifikasi muncul membuat pitaloka mengurungkan niatnya, dia melihat notifikasi sebuah petir merah muncul membuat dia merasa kegirangan. Setelah sekian purnama, dia bisa melihat lagi petir merah.

__ADS_1


"In-ini, gak salah? Akhirnya, aku di masukan kembali ke petir peran..Aku, harus mengucapkan terima kasih kepada profesor Petir. Karena sudah memasukkan kembali." ucap pitaloka kegirangan. Karena, dia tidak percaya kalau ini akan menjadi hari yang membahagiakan.


Saat, sedang senyum-senyum sendiri, vernando datang dengan membawa makanan. Yang, sudah dia masak untuk pitaloka. Bahkan, vernando menatap ke arah pitaloka dengan aneh. Karena, senyum-senyum sendiri.


"Ada apa hm?" tanya vernando.


Raut, wajah pitaloka yang semula ceria dan senyum seketika berubah menjadi jutek dan datar. Karena, melihat wajah vernando, pria yang sudah merenggut masa depannya untuk suaminya nanti.


"Tidak, apa-apa.!" ucap Pitaloka dengan ketus.


"Apa, kamu masih marah karena aku melakukan itu kepada kamu hm? Aku, meminta maaf karena terlah merenggut mahkota kamu. Dan, aku berjanji akan bertanggung jawab atas perbuatan yang aku lakukan kepada kamu." ucap vernando, dengan serius.


"Apa, maksud kamu hah?" ucap vernando dengan sedikit menaikan nada suaranya.


"Aku, akan menikahi kamu. Dan, aku berjanji akan mencintai kamu sepenuh hati aku." ucap vernando.


"Tidak, bisa aku sudah di jodohkan. Dan, orangtuaku sudah menentukan kapan aku menikah." ucap pitaloka, menolak tawaran vernando untuk menikah.


"Aku, sendirilah yang akan datang ke rumah kamu dan bilang kepada orangtua kamu bahwa aku yang akan menikah dengan kamu. Dan, aku juga akan bilang kalau kamu sedang mengandung anak darah dagingku." ucap vernando penuh penekanan.


Lalu, dia menyuruh pitaloka makan, dia akan turun menemui asisten pribadi. Karena, ada yang harus dia bicarakan dengannya. Dan, itu adalah masalah penting yang harus segera di selesaikan.


Saat, vernando berjalan memasuki ruang kerja. Dia, sudah melihat Dika sedang duduk di sofa yang berada di ruang kerjanya. Dengan, aura yang serius vernando duduk di sofa single.

__ADS_1


"Gimana, apa kamu mendapatkan kabar dari asisten hayden?" tanya vernando.


"Aku, baru mendapatkan pesan kalau...?"


__ADS_2