CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 58


__ADS_3

CEKLEK!


Seorang dokter keluar dari ruang operasi setelah melakukan tindakan kepada Amira.


Rebecca yang melihat dokter keluar langsung bertanya kepada sang dokter.


"Dokter gimana putri dan cucu saya?"


"Putri dan cucu nyonya. Baik-baik saja saat ini suster sedang membersihkan ibu dan bayinya."


Perkataan sang dokter membuat rona bahagia terpancar di wajah mereka, akhirnya setelah sekian lama Amira melahirkan seorang anak. Walaupun tanpa seorang pria disisinya.


"Lalu apa jenis kelamin cucuku dok?"Tanya tuan Victor kepada dokter yang ada di depannya.


"Jenis kelamin cucu anda adalah perempuan tuan."


Victor dan yang lain merasa bahagia karena kehadiran seorang peri kecil di kehidupan keluarga Marquez.


Setelah mengatakan itu seorang dokter pergi dari hadapan keluarga Marquez. Tak berselang lama seorang perawat yang sedang menggendong bayi pun berjalan ke arah Victor dan keluarga.


Lalu sang suster menyerahkan bayi yang dia gending ke arah Rebecca. Rebecca dengan rasa haru bahagia pun menerima bayi itu.


"Sayang aku punya cucu lagi?"


"Ia sayang cucunya perempuan lagi ini akan menambah kebahagiaan kita."


Yang lain pun juga ikut bahagia dengan kelahiran sang putri kecil. Namun tidak dengan seorang pria yang sedang termenung.


Valdes yang saat itu sedang berada di luar kota langsung bergegas pulang setelah kakeknya bilang bahwa Amira mengalami kecelakaan. Walaupun dia acuh tak acuh kepada adik-adiknya tapi ia selalu menyayangi mereka,


Meneer yang melihat kesedihan Valdes pun mendekati sang cucu. "Sayang baik-baik saja?"Tanya sang meneer kepada sang cucu.


Valdes tanpa melihat ke orang itu hanya menganggukkan kepala, ia saat ini baik-baik saja tapi tidak dengan hati dan pikirannya.


"Apa kamu merindukan Vanandya?"Tebak Meneer yang sudah mengetahui akan perasaan Valdes yang begitu besar kepada Vanandya. "Son, katakanlah sesuatu siapa tau nenek bisa membantumu,"Sambung meneer kepada cucu.


Valdes lalu menatap ke arah nenek yang selama ini yang merawat dirinya sampai sebesar dan sekuat ini.

__ADS_1


"Nenek beneran mau membantuku?"Ucap Valdes dengan dingin. Nenek meneer pun mengangguk ia sebaik mungkin akan menerima keputusan yang cucu mau.


"Katakanlah apa masalah kamu sayang?"


"Masalah saat ini adalah aku ingin bisa bersama dengan Vanandya dan anak kami."


Nenek meneer menghela nafas panjang, ia melupakan kalau saat ini Vanandya juga tengah hamil anak pertama dari Valdes.


"Nenek berjanji akan mempersatukan kamu dengan Vanandya."Ucap nenek meneer, setelah berkata seperti itu meneer pergi dari hadapan sang cucu.


"Deddy.. Andai kau disini pasti kau bisa menyelesaikan masalah yang aku hadapi."Gumam Valdes yang masih setia duduk di taman, tanpa ia sadari ada seorang yang melihat dan mendengar apa yang Valdes ucapkan.


"Belum bisakah kau menerima kenyataan ini?"Gumam seorang lalu pergi dari tempat ini dengan rasa sedih yang menyelimuti.


***


"APAAA?!" Pekik seorang wanita ke sebrang telepon karena mendengar kabar bahwa Amira terlah melahirkan, ia pun langsung bergegas menemui seseorang.


Saat sudah sampai di depan seorang itu ia menatap tajam ke arah sosok pria yang ada di depannya.


"Apa kamu tidak ingin menemuinya?"


Sebenarnya dia juga ingin sekali melihat anak yang terlah wanita itu lahirkan, tapi ia tak ingin jika kedatangannya akan menimbulkan kecurigaan dan membuat dirinya tak bisa mendekati anaknya.


Setelah percakapan itu mereka pun berjalan meninggalkan ruangan itu.


***


"Aunty dedek bayinya kecil banget?"Celoteh Greenland kepada Amira, yang baru saja melihat anak yang terlah Amira lahirkan.


"Tentu saja kecil kan baru lahir, nanti juga bakalan besar seperti kakak green."Ucap Rebecca menimpali ucapan cucu laki-laki itu.


"Benerkah?"


"Ia sayang makanya kamu harus kuat agar bisa melindungi adik kamu."Ucap Victor yang baru saja datang dengan muka datar.


Rebecca yang menatap sang suami yang menyembunyikan sesuatu tapi ia tidak mengetahuinya. Ia pun mengajak suami'nya untuk membeli makanan,

__ADS_1


Victor pun dengan mudah menujui perintah Rebecca yang ingin membeli makan.


"Mir. Maafkan Tante ya? Karena Tante balon kamu yang di tiap oleh kekasihmu meletus jadi seorang bayi."Ucap Kim dengan sedikit nada bercanda.


Plak! "Kau ini punya pulut suka banget ceplas-ceplos.. Apa kamu tidak kasihan sama keponakanmu itu?"


"Aduhh.. Bumer bisa tidak tidak main puku sakit tau?"Kimberly merajuk dengan bibir yang sedikit di moyongkan.


Plak. Kali ini Bumer menampol mulut mantunya yang seperti Tengkek. "Ini apa mulut di monyong-moyongin seperti Tengkek.. Dan apa itu manggil-manggil Bumer memangnya aku apaan?"


Untung dirinya sabar jika tidak udah pasti ia tampol tapi takut durhaka. "Maaf Bumer.. Dan Bumer itu artinya Ibu mertua."


Agni hanya mengangguk kepala sambil ber'oh ria, ia tau pasti saat ini mantunya sedang kesel tapi masa bodo siapa suruh punya mulut blak-blakan ga bisa di rem sedikit.


"Eh mir. Aku ingin tau siapa pria yang menghamili mu?"


Baru juga mereka bernafas lega karena mulut wanita durjanah itu tak bersuara tapi sekarang kembali bersuara dengan perkataan yang ambigu.


Amira yang mendengar itu menghela nafas panjang lalu menatap ke arah sang putri yang sedang tertidur.


"Dia adalah seorang yang ingin membalas dendam kepada keluarga kami.. Mungkin ini karma buat keluarga,"Ucap Amira yang membuat seluruh keluarga terdiam, ada atau tidak adanya sang pendamping ia akan tetap membesarkan putrinya dengan tangannya sendiri.


Ia juga sudah berencana akan melanjutkan studinya ke luar negri ia ingin memulai hidup barunya di sana dengan putrinya, karena jika ia terus di sini maka ia akan terus di hantui masa lalu.


Victor dan keluarga yang awalnya menolak keputusan Amira yang ingin tinggal di luar negeri, karena mereka tidak ingin membiarkan Amira hidup sendiri di sana.


Namun Amira menyakinkan kalau dirinya akan baik-baik saja di sana, dia juga mengatakan kalau dirinya pergi ingin melupakan masa kelam yang terjadi.


Anggota keluarga pun hanya bisa terdiam dan mengijinkan Amira untuk pergi meraih cita-citanya dan mereka meminta agar selalu hubungi orang rumah.


Setelah satu minggu di rawat Amira sudah di bolehkan pulang dan saat ini anggota keluarga menyambut kedatangan peri kecil yang baru saja lahir kedunia.


Seperti saat ini seluruh keluarga sedang berkumpul di ruang keluarga.


"Amira apa kamu yakin ingin tinggal di luar negri?"


"Iya kek, Mira ingin tinggal di New York. Dan membesarkan anak Amira dengan sendiri tanpa campur tangan dari keluarga."

__ADS_1


"Baiklah jika itu keputusan kamu kakek akan menuruti dan kakek tidak akan melepaskan kamu secara begitu saja."


"Maksud kakek..?"


__ADS_2