CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 149


__ADS_3

Semua, keluarga menatap ke arah Vanandya, hazel dan juga Tanu. Mereka, menatap tak percaya akan perkataan mereka bertiga yang mengatakan kalau lash dan Vernon sangat tampan.


Hal, itu membuat ketiga bersaudara menatap Laksh dan Vernon penuh permusuhan. Valdes, mengatakan kepada keduanya mantra apa yang di gunakan mereka untuk memelet Wanita, dan kenapa istri-istri mereka mengatakan kalau mereka ganteng. Hal, itu membuat rasa cemburu ketiganya. Mereka, tidak terima jika Astri mereka mengatakan pria lain ganteng atau apalah.


Laksh dan Vernon, hanya diam saja. Karena tadi mereka tercebur ke kolam. Gak, lebih atau dia melakukan perendam di kolam untuk merarik para wanita. Dan, mereka juga terkejut kenapa para kakak ipar mengatakan mereka ganteng.


"Laksh..! Vernon..!" ucap Valdes, virendra dan Grey's. Secara, bersamaan yang membuat keduanya bergidik ngeri mendengar suaranya.


Keduanya, lalu memohon kepada orangtuanya untuk meminta bantuan kepadanya. Namun, orang tua mereka, acuh tidak ingin mencampuri urusan anak muda. Lalu, mereka berjalan meninggalkan para pasangan muda itu.


"Lihat, atas kalian buat, istri kami jadi mengatai diri kalian ganteng?" ucap Grey's, kepada kedua pria di hadapannya.


"Benar, bahkan istri ku saja tidak bilang begitu padaku?" ucap virendra.


"Sejak, kapan Tanu dan hazel jadi istri kalian hah? Perasaan kalian belum mengucapkan janji pernikahan benar begitu?" ucap Valdes,


Virendra dan Grey's, terdiam mendengar perkataan Valdes, memang benar apa yang terlah di katakan oleh Valdes kalau para wanita di samping mereka belum berstatus sebagai istri mereka. Tapi, mereka tidak terima kalau wanita mereka harus mengatai pria lain ganteng.


"Benar, banget kak vald. Mereka, belum berhak mengatakan kalau kak Tanu dan kak hazel istri mereka. Kan, mereka belum menikah." ucap vernan membela kakak Valdes nya.


"Diam..! Bukan, berarti kau mendapatkan amukan dari ku karena kau istriku menyebut kamu ganteng tidak tidak ada sejarahnya kau tau.?" ucap Valdes, yang membuat Vernon dan Laksh berdecak sebel. Teryata ketiga pria itu sama saja, dia mengira kalau Valdes akan membela mereka. Tapi, kenyataannya tidak.

__ADS_1


Vanandya, si biang keladi pun tersenyum melihat mereka berdebat lalu dia pun kembali berbicara agar dia bisa melihat kecemburuan sang laki, dia ingin mengetahui seberapa cemburunya dia kepada adiknya.


Lalu, vanandya. Berjalan mendekati kedua pria yang sudah panas dingin, hal itu pun membuat mereka bertanya-tanya tentang tindakan vanandya yang sangat membingungkan.


"Laksh, Vernon. Kasih, tau dong cara bikin ketampanan bersinar? Kau, tau malam ini kalian sangat tampan, bahkan suamiku jelek," ucap vanandya. Dan, itu di mengerti oleh kedua wanita yang berada di situ, kedua wanita itu juga mendekati kedua pria yang seperti patung. Setelah, itu mereka memegang lengan tangan keduanya.


Laksh dan Vernon, sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi ke-dua nya sudah panas dingin tak karuan bahkan keringat sudah sudah keluar dari pori-pori mereka dengan banyak. Apa lagi keduanya tidak bisa menatap ke arah ketiga pria yang sudah merah padam.


"LAKSHHH...! VERNONNNN..!" teriak ketiga pria lalu mereka berjalan mendekati mereka. Namun, para wanita sudah menyingkir pergi dari tempat itu. Dan, nasib Laksh dan Vernon terselamatkan karena mereka berhasil menghindar mereka. Tapi, mereka masih mendapatkan sinyal bahaya, mereka terus menghindar dari kejaran para suami yang di selimuti rasa cemburu.


Keduanya, memilik sebuah rencana agar terhindar dari kejaran para suami cemburu. Dan, mereka akan kembali ke kolam tapi mereka tidak akan menyembur, tapi sebaliknya mereka yang akan tercebur. Dan benar saja saat mereka sedang berlari akan menangkap dua makhluk ngeselin ke-dunya langsung menghindar ke samping dan ketiganya. Yang, luma mengerem akhirnya.


Vanandya, hazel dan Tanu membantu para pria naik ke dalam kolam. Namun, karena ketiganya masih kesal akhirnya mereka menarik para wanita agar jatuh kedalam air. Dan, mereka berenam harus mandi malam.


"Hahah..!! Kak, lagi pada ngapain di situ?" ucap Vernon dari atas balkon saat melihat kakak dan kakak iparnya masih berada di kolam.


"Jangan, bilang kalian sedang pada bercocok tanam di dalam kolam?" teriak Laksh dari balkon lantai tiga. Yang, memang kamar ke-duanya berhadapan dengan kolam renang.


"Brengsek, kalian. Karena, kalian kami jadi basah?" maki mereka berenam.


"Salah, siapa mengerjai aku dengan menggoda kami. Kan, ini akibatnya kalian mendapatkan balasan dari para gorila pemarah dan pencemburu." ucap Vernon lalu masuk kedalam kamar dan mengunci setiap lubang kamar.

__ADS_1


"Bersenang-senang, lah kalian sampai masuk angin karena semua pintu sudah kami kunci," ucap Laksh dengan tawanya.


Keenam, orang membulatkan mata mereka mendengar apa yang di katakan oleh Laksh bahwa mereka Sudah mengunci setiap ruangan jadi tandanya mereka tidak bisa masuk ke dalam rumah. Mereka, sangat panik pun langsung naik ke teras dan membuka pintu. Namun, semua itu terkunci rapat. Bahkan, mereka mencoba lewat depan, lewat belakang, lewat samping semua sudah terkunci. Mereka berteriak-teriak tidak ada gunanya karena kamar para orang tua ada di lantai empat. Jadi, mereka tidak akan mendengar teriakan mereka.


"Dasar, adik tengil dan sepupu somplak, awas saja aku bakal balas." ucap Valdes.


"Benar, kak. Kita harus balas perbuatan mereka dan kita harus kerjain mereka habis-habisan." timpal virendra.


"Benar, aku juga setuju." ucap Grey's, yang kesal akan perbuatan kedua pria somplak.


Ketiga, wanita terdiam sesaat. Lalu merek saling menganggukkan kepala. Mereka, juga akan ikut rencana mereka untuk mengerjai mereka. Karena, mereka, dirinya terkunci di luar rumah.


Valdes, mengulurkan tangannya dan tangan Grey's lalu virendra. Mereka bersepakat untuk mengerjai mereka, sampai mereka mengetahui siapa pasangan suami-isteri yang sesungguhnya..


Setelah itu, Valdes berkata kepada kakak'nya untuk tidur dimana karena mereka tidak ingin mati kedinginan di tempat itu. Namun, saat sedang memikir Grey's menemukan sebuah ide kalau mereka akan tidur di halaman terpisah.


Grey's, lalu berjalan ke arah gudang dia menemukan sebuah tenda yang tergeletak di gudang, lalu dia memberikan kepada adik-adiknya. Dan, dia akan bermalam di halaman rumah yang sangat luas. Mereka pun bergegas memasang tenda di halaman.


Valdes dan Vanandya satu tenda. Lalu, virendra bersama dengan Tanu sedangkan Grey's bersama dengan calon istrinya. Karena, merasa kedinginan mereka menyalakan api unggun. Untunnya, tidak ada penjagaan dan cuaca juga sangat cerah. Karena, jam sudah menandakan pukul dua belas. Mereka, masuk kedalam tenda.


"Sayang, gimana kalau kita melakukan itu disini."

__ADS_1


__ADS_2