
"Sebenarnya saat ini Briana. Sedang mengandung dan kehamilannya memasuki dua minggu."
DEGH. Sebuah benda menghantam keluarga mereka, walaupun mereka sudah menduga pasti semua ini bakalan terjadi. Namun tak di pungkiri mereka sangat terkejut, sedih, kecewa, bahagia bercampur menjadi satu.
Mereka sedih karena anak perempuan satu-satunya di keluarga Marquez, hamil di luar nikah.
Kecewa, tentu. Mereka sangat kecewa karena orang yang menghamili Briana tidak bertanggung jawab, dengan tidak datang menemui mereka.
Bahagia, tentu saja mereka bahagia karena sebentar lagi akan anggota baru di keluarga Marquez, sang generasi ke 4 di keluarga mereka. Tapi mereka harus menutup rapat-rapat tentang semua ini.
Rebecca dengan air mata yang mengalir pun, mendekati sang anak. Ia sangat sedih dengan apa yang di alami anaknya itu, ia tidak tau jika mertuanya mendengar kabar ini. Pasti akan marah besar karena tidak bisa menjaga putri satu-satunya di keluarga mereka.
Dokter Tanisha, yang mengetahui keponakannya hamil di luar nikah, Meraka iba. Dia tak menyangka kalau anak yang dari perut ia rawat, sudah akan memiliki seorang anak.
Briana. Yang mendengar kalau dirinya menikah, hanya melamun dengan tatapan kosong. Seperti tidak adak kehidupan terpancar di matanya.
" Sayang kamu yang sabar ya? Anggap saja ini sebagai anugrah yang tuhan berikan kepadamu " Dokter Tanisha kepada keponakan, ia menasehati Briana agar kesehatannya tidak terguncang.
Briana menatap ke arah Dokter Tanisha, lalu ia tersenyum dan mengangguk setuju. Ia akan berusaha untuk menerima kehadiran seorang anak di dalam perutnya.
Grey's. Sangat murka kala pria yang menghamili adiknya tak kunjung datang ke kediamannya, untuk melakukan tanggung jawabnya kepada sang adik.
Sama dengan Grey's, Virendra juga sangat marah kepada pria itu, ia akan membalasnya dengan cara bertubi-tubi. Sampai dia menyadari kesalahannya, karena terlah bermain-main dengan keluarganya.
Namun. Mereka sangat heran, kenapa pria itu seakan-akan menghilang di telan bumi. Bahkan perusahaannya tidak di temukan, Entah siapa orang hebat yang membantu keluarga mereka.
Saat mereka sedang terdiam masuklah seorang wanita cantik nan seksi. Dia adalah Vanandya, ia baru saja pulang dari kediaman sang mama.
"Hm.. Ini ada apa ya? Kok pada kumpul disini?"Ucap Vanandya kepada keluarganya.
Rebecca yang sedang duduk di deket Putrinya menoleh ke arah pintu, begitu pun dengan Virendra, Grey's, Victor dan Dokter Tanisha. Mereka melihat Vanandya dengan tatapan tajamnya.
Rebecca lalu berdiri dari duduknya dan ia berjalan mendekat ke arah mantu'nya, lalu membawanya duduk bersama dengan dirinya dan Briana.
"Sayang gimana kondisi bunda kamu?"
Vanandya terdiam, saat mendengar mama mertuanya bertanya tentang bundanya.
Hikss.. Hikss.. Hiksss..
__ADS_1
Suara tangisan Vanandya mengejutkan mereka, pasalnya mereka tak pernah melihat wanita itu menangis. Walaupun sering di tindas.
"Sayang katakanlah?"Rebecca mulai khawatir saat melihat mantu'nya menangis.
"Dia, baik-baik saja ma.. Tapi."Ucapannya terpotong saat Briana kembali mengeluarkan cairan yang ada di perutnya.
Rebecca, pun mengikuti putrinya ia ingin membantu putrinya.
Virendra. Yang melihat istrinya terlah kembali langsung berjalan dan menyeret istrinya, untuk mengikuti dirinya. Jujur dari lubuk hati yang terdalam ia sangat merindukan istrinya itu.
Saat sudah sampai di kamar mereka, Virendra mendorong tubuh istrinya ke kasur.
"Aku, sangat merindukan kamu?"
"Tapi aku tidak, gimana dong?"
"Maka bersiaplah kamu akan mendesah di bawahku."
Dengan tak sabaran, Virendra menyobek kain yang melekat di tubuh istrinya itu. Entah sejak kapan rubuh istrinya menjadi candu baginya, ia bahkan tidak akan membiarkan Vanandya terlepas dari genggaman dirinya.
Virendra, mengecup tubuh istrinya tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Ia menghisapnya dengan sangat kuat, sampai tubuh Vanandya menjadi sangat merah keunguan.
Setelah puas pada badannya Vanandya. Virendra menghisap bongkahan gunung kembar itu yang sangat seksi.
" AHHHHHHHH! "
" AKHHHHHHHH "
******* mereka keluar begitu saja dari dalam mulut mereka, saat si Justin sudah masuk kedalam sarang emasnya.
Walaupun berapa kali sudah di masuki si Justin. Namun, pintu ajaibnya sangat sempit. Mungkin karena pintu ajaibnya yang suka menutup sendiri.
Virendra merasakan nikmat tiada dua. Ia benar-benar merasakan candu kepada pintu ajaibnya.
Lalu ia ******* bibir istrinya, ia lalu mengabsen setiap gigi yang di miliki oleh istrinya itu.. Satu jam berlalu, Virendra baru satu kali pelepasan. Sedangkan Vanandya sudah enam kali pelepasan, Vanandya sangat tidak percaya kalau suaminya hebat dalam urusan ranjang.
Mereka pun terus berlanjut sampai sampai salah satu di antara mereka ada yang kalah. Namun salah satu dari mereka tidak ada yang mau mengalah sama sekali.
Sampai mereka mengerang bersama...
__ADS_1
" VIRENDRA AKU KELUARRR! "
" BARENG SAYANGGHH! "
" AKHHHHHHHH "
" AHHHHHHHH "
Virendra ambruk di rubung sang istri. Ia merasakan puas, jika bermain bersama sang istri. Tak di pungkiri kalau Vanandya mampu mengimbangi dirinya.
Lolongan mereka bersahutan, saat mendapatkan pelepasan yang terakhir bahkan mereka tak menyadari kalau mereka bermain sampai. Sembilan belas jam,
Virendra, mengajak istrinya untuk mandi bersama, karena Vanandya sudah sangat lelah ia mengiyakan ucapan Virendra. Virendra pun menggendong istrinya tanpa mengeluarkan Justin dari pintu ajaibnya.
Lalu mereka berendam di air jangan yang sudah ada di bathtub, merekapun mengulanginya lagi, sampai dua ronde.
Setelah beres di dalam kamar mandi mereka pun keluar dari kamar mandi, lalu Virendra mendudukkan istrinya itu, walaupun dengan terpaksa ia harus mengeluarkan si Justin dari sangkarnya.
Sepuluh menit berlalu, mereka sudah rapih dengan pakean santainya. Lalu mereka berjalan keluar dari kamar. Mereka menunju ke lantai dasar.
***
Saat ini semua keluarga sudah kumpul di meja makan. Mereka akan makan malam tanpa kehadiran danak adam dan hawa, namun dugaan mereka melesat. Mereka baru saja keluar dari rong setalah seharian penuh.
"Sepertinya kau sangat menikmati? Sampai 19 jam kalian baru selesai."Ujar Victor. Yang menggoda sang sang anak.
UHUKK.. UHUKK.. UHUKKK.. Vanandya terbatuk-batuk dengan apa yang di katakan oleh mertuanya membuat ia sangat malu, bahkan sangat malu.
Saat ini mereka sudah duduk di meja makan, jadi Virendra menyodorkan air minum kepada istrinya.
Mereka pun mulai memakan dengan tenang, hanya ada dentingan sendok dan garpu yang bersentuhan dengan piring.
Briana yang merasakan mual langsung berlari ke arah dapur untuk menuntaskan apa yang ada di dalam perut.
"Ma. Kenapa dengan Briana?"
Rebecca menatap sang mantu' dengan lembut, ia menjawab bahwa saat ini Briana sedang mengandung dan mereka tidak tau siapa ayah yang di kandung oleh Briana.
Vanandya menganga dengan pulut di tutupi dengan tangannya, ia merasa terkejut.
__ADS_1
Vanandya pun turut prihatin dengan apa yang terlah menimpa Briana.
"Sayang... Mulai sekarang kamu akan...