CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 107


__ADS_3

"Maksudku adalah kalau Arabella princess Marquez. Adalah, putri kandungku." ucap Axel.


Sontak perkataan Axel membuat Amira terkejut dengan apa yang terlah di katakan oleh Axel, yang mengatakan kalau Arabella adalah putri kandung dia.


"Ya. Mir Bella, adalah putriku.waktu kamu pergi ke bar bersama dengan teman kamu. Vanandya melihat kamu dia lalu meneleponku untuk menyelamatkan kamu, tapi.."Axel tak melanjutkan perkataannya ia terdiam saat mengingat kembali tentang perbuatannya waktu itu,


Amira yang mendengar itu terkejut, jadi Axel lah orang yang terlah melalukan itu kepada dirinya. Dan, lantas kenapa dia tidak bertanggung jawab apa ini rencana mereka untuk memalukan dirinya. "Hahaha! Jadi kau pria yang terlah meniduri ku? Pantas saja kalau kau sangat sayang kepada anakku. Apa itu atas dasar rasa bertanggung jawab?" ucap Amira membentak keras Axel.


"Oh.. Atau ini atas dasar balas dendam karena apa yang terlah di lakukan oleh keluargaku pada keluargamu?" sambung'nya.


"Berhentilah berpikir negatif! Aku sama sekali tidak melakukan itu tapi dirimu lah yang meminta." ucap Axel.


"Terserah kamu mau berbicara seperti apa, yang cuma aku mau kamu menjauh dari aku Dan putriku!" Setelah mengatakan itu Amira pergi begitu saja, karena kelakuan mereka ia menjadi seperti ini. Saat, dirinya sedang. berjalan menjauh dari taman rumah sakit. Tubuhnya tiba-tiba melayang,


"Turunkan aku axel?"


"Tidak akan sebelum kamu mau memaafkan aku dan menjalin cinta lagi." ucap Axel yang sedang membopong tubuh Amira, ia lalu membawa Amira ke mobilnya.


Setelah mereka sampai di depan mobil, Axel memasukkan Amira kedalam mobil dengan Axel ikut masuk agar Amira tidak kabur. Karena, ia akan membuktikan kalau tuduhan Amira terhadap keluarganya sangat salah.


Mobil itu pun melaju cukup kencang, dengan Amira yang terus berteriak-teriak untuk segera menurunkan dirinya. Namun, Axel tak akan menuruti keinginan Amira.


****


Seorang dokter keluar dari kamar ICU. Yang, di tempati oleh Kimberly ada buliran rasa bahagia karena ia masih bisa menyelamatkan satu orang dan mereka harus berusaha lagi untuk menyelamatkan tiga nyawa lagi.


"Dokter gimana kondisi istri saya?" tanya Faisal kepada sang dokter.


"Saat ini nyonya Kimberly juga sudah menunjukkan responnya, jadi teruslah di ajak berbicara agar nyonya kim cepat membuka mata." ucap sang dokter, lalu ia permisi kepada mereka. Mendengar itu, faisal sangat bahagia karena istrinya masih mau bertahan di dunia ini.

__ADS_1


Valdes. Berpamitan kepada keluarganya, kalau dirinya akan pulang karena hari sudah mulai gelap jadi mereka butuh istirahat. Ia juga di kabari kalau putranya mencari Vanandya jadi ia harus pulang.


Setelah kepergian vanandya dan valdes mereka juga ikut pulang ke kediaman masing-masing. Tapi, tidak dengan Faisal dia ingin menemani istrinya sampai tersadar.


**


"Sayang maafkan aku?" ucap valdes saat sudah sampai di kediamannya. Dengan, perasaan sedih dia meminta maaf karena tak bisa menjaga buah hatinya yang belum mereka ketahui.


Vanandya tersenyum paksa akan apa yang dia liat, ia pun berkata kalau ini bukan salah suaminya maupun salah adiknya. Tapi, ini sudah takdir dari sang pencipta untuk dirinya yang tak bisa memiliki seorang anak lagi.


Valdes, pun langsung memeluk vanandya ia sangat mencintai istrinya apapun kondisinya ia akan terus berada di dekatnya. Baginya kebahagiaan dirinya melihat twins dan istrinya tersenyum.


Mobil yang mereka tumpangi pun terlah sampai di kediaman Marquez, karena mereka sementara akan tinggal di kediaman Marquez sebelum acara ritual kepergian neneknya selesai.


Saat mereka turun dari mobil, mereka di di kejutkan dengan suara anaknya yang sedang berlari ke arah Vanandya dan Valdes. "Mommy, Daddy kami kangen." ucap vagas, dan di ikuti oleh Vegas di belakangnya dengan tatapan tajam dan tenang.


Vanandya pun membawa keluarga kecilnya masuk kedalam rumah. Namun, mereka melihat seorang wanita dan pria sedang beradu argument salah satu dari mereka tidak ada yang mau mengalah sedikit pun. Sampai membuat orang melihatnya merasa gemas.


"Mommy tau dari tadi mereka terus saja buat masalah. Bahkan, mereka tidak ada yang mau mengalah sampai kami kesal." ucap vagas.


"Sayang haruskah kita menyatukan mereka?" ucap valdes.


"Boleh tuh Daddy. Sepertinya kita membutuhkan kak grayland untuk mengatasi semua ini." ujar vagas.


Keluarga kecil itupun bersepakat untuk menjadi Mak comblang buat mereka, tapi tanpa di ketahui oleh mereka. Cuma merema akan memancing dengan cara yang tak biasa.


Kelakuan mereka tak lepas dari pandangan para pelayan dan bodyguard, Melihat itu mereka sedikit menghangat karena bertahun-tahun mereka berkerja di kediaman Marquez mereka tak pernah melihat hal seperti ini.


"Apa kalian tidak lelah terus-menerus berdebat?" ucap vanandya kepada kedua sejoli itu.

__ADS_1


"Nyonya.!"


"Tante.!"


Sontak Vanandya merasa kesal di panggil Tante oleh seorang pria Di depannya itu. "Apa maksud kamu panggil aku tante hah?" ucapan Vanandya seketika membuat suasana menjadi sangat horor dan menakutkan.


"Bukannya kamu adiknya mama aku? Jadi gak salah kan manggil kamu Tante?" ucap Laksh yang ingin menggoda istri Valdes tapi dirinya yang di goda dengan suara menakutkan.


"Iya juga sih! Kamu kan anak dari paman Faisal suami dari kak Kimberly." ucap vanandya.


"Nah kan jadi sudah sepantasnya aku manggil kamu Tante." jawab laksh.


"Udah lah pusing." Vanandya langsung membawa suaminya kedalam kamar untuk segera mandi dan setelah itu mereka makan malam bersama dengan yang lain.


Di meja makan semua sudah tertata rapi dengan hidangan berbagai macem lauk pauk yang sangat menggoda selera. Di situ sudah ada Valdes, Vanandya, twins, Grey's, laksh dan kedua anak Grey's. Mereka makan dengan diam tanpa bersuara, sekali-kali mereka melirik kursi yang biasanya di duduki oleh nenek meneer. Yang, sekarang tinggalah kenangan.


"Kak.. Gimana kondisi mama dan mami," tanya Laksh kepada kedua sepupunya itu.


"mami Kim dan mama Rebecca sudah menunjukkan respon jadi dengan waktu dekat mereka bisa siuman." jawab Grey's kepada Laksh. Ke empat anak kecil yang mendengar greys pun bahagia karena sebentar lagi Oma mereka akan segera sadar.


Setelah mereka makan malam. Mereka pergi ke kamar mereka masing-masing, tanpa pergi ke ruang keluarga. Saat valdes sudah di kamar mereka Valdes langsung memeluk tubuh istrinya.


"Sayang." ucap Valdes


"Hm.!" jawab Vanandya dengan deheman.


"Aku merasa khawatir dengan kondisi mama?" ucap valdes.


"Jika kamu khawatir temui lah mama, dan minta maaflah kepada'nya. Jangan, sampai kamu menyesal karena kamu terus-menerus marahan dengan mama kamu, kau tau walaupun mama seperti itu di dalam lubuk hati yang terdalam mama sangat menyayangi anak-anaknya. Jadi temui lah mama."

__ADS_1


"Tapi sayang..."


__ADS_2