CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 80


__ADS_3

"Gimana dengan mereka?"Tanya Valdes kepada kedua pria di depannya, yang di maksud oleh 'Mereka' Adalah keluarganya, ia ingin kedua keluarga itu bersama dan kalau bisa ia ingin kedua keluarga itu kembali menjadi teman, besan.


Vanandya hanya dia saja menyaksikan mereka berbicara, karena saat ini Vanandya sedang bersama twins jadi dia tak ingin ikut campur. Kalau masalah ini.. Yang ingin ia tau adalah hasilnya bisa memuaskan dirinya,


Hayden dan kai saling bertatap ada getaran hebat di antara mereka namun mereka langsung memutuskan kontak mata, lalu Hayden menjelaskan kalau rencana untuk menyatukan mereka akan berhasil, karena sebelum mereka mengadakan acara rapat direksi untuk pengangkatan CEO baru, mereka harus bersatu.


Hayden juga menjelaskan kalau perusahaan VND GROUP memiliki saham sebesar 30% di perusahaan THOLENSE GROUP.. Karena dengan begitu akan semakin kuat untuk Vanandya mengambil alih.


Karena yang Hayden tau, mereka tak memiliki saham di perusahaan THOLENSE GROUP. Jadi Hayden membuat rencana datang ke perusahaan lawan.


Vanandya mendekati suami'nya mendengar kalau perusahaan diri kalau memiliki saham di perusahaan THOLENSE GROUP.


"Dari mana kamu tau? Karena sebelumnya aku tak pernah cerita!"Vanandya menatap Hayden penuh intimidasi, karena ucapan dia.


Hayden menghela nafas lalu membuangnya. "Apa kau lupa Mrs? Kalau aku adalah asisten pribadi kamu, dan aku sudah mengetahui semua yang dulu kakek ajarkan."Hayden merasa kesal dengan tatapan mrs'nya.


Vanandya menganggukkan kepala lalu tersenyum menatap ke arah Hayden, tanpa merasa takut saat ini singa'nya sudah bangun.


Hayden yang melihat muka tuan Valdes merah karena di selimuti rasa cemburu, Dunianya merasa bahaya ia pun langsung berpamitan pulang sebelum ia kena murka dari sang bos.


Vanandya merasa heran karena Hayden pergi dengan terburu-buru tak mengucapkan apa-apa. "Ada apa dengan dia? Ko dia tiba-tiba pergi begitu saja tak mengucapkan salam lagi?"Gumam Vanandya yang belum menyadari akan kecemburuan calon suaminya.


Kairo menghembuskan nafas kasar'nya, dia merasa kesal karena Hayden tak mengajaknya pergi.. Kali kaya gini kan dia repot sendiri karena merasakan yang sudah mulai horor. Saat ini kai merasa terjebak, mau pergi pasti bakalan kena semprot kalau diam saja apa lagi. 'Sepertinya aku harus pasrah.'Batinya.

__ADS_1


"Sepertinya kamu harus cepat-cepat di ikat agar tidak jelalatan tebar pesona kepada pria lain!"Valdes berucap dengan nada dingin dan datar, sampai membuat area sekitar menjadi sangat horor.


DEGHHH!, Tiba-tiba jantungnya berhenti sejenak mendengar suara dingin calon suaminya, ia baru menyadari teryata valdes ada di sampingnya.


"Gawat 86! Baterai jantung aku habis aku harus segera isi ulang, aku harus pergi,"Ucapan yang tidak masuk akan dari Vanandya membuat Valdes memutar bola matanya. Saat Vanandya akan lari dari hadapan macan tutul balung, sudah terlebih dulu di baca oleh Valdes dengan menarik krah bajunya.


"Mau kemana hm? Tadi kamu bilang apa sayang isi baterai.. Kalau mau isi bilang saja sama masmu yang tampan ini,"Ucap Valdes dengan suara beratnya sampai membuat bulu kuduk Vanandya berdiri.


Vanandya merutuki kebodohannya karena membahas tentang mengecas. Tentu saja otak Valdes langsung berjalan, ia pun berpikir agar terhindar dari amukan macan tutul balung.


"Aduh sayang sepertinya kita tidak bisa karena saat ini aku sedang datang bulan"Ujar Vanandya berbohong kepada mas macan.


"Sayangnya aku tak percaya kalau saat ini calon istriku datang bulan?"Valdes pun Langsung mengangkat tubuh Wanitanya dan membawanya ke dalam kamar.


Kairo tercengang dengan perkataan pasutri gila,"Dasar pada gelo udah tua dan udah punya dua tuyul masih ingin buat anak,"celetuk Kairo yang masih bisa di denger oleh Valdes.


"Om, kenapa dengan mulut om kok di pukul-pukul? Om sudah gila ya.. mendingan om konsultasi ke kakak aku," Ucap seorang anak kecil yang tak lain adalah Vagas, dia memberikan saran kepada asisten kai.


Kairo terdiam sejenak dengan mencerna setiap kata yang di lontarkan oleh mulut berbisa di depannya. "Emang kakak kamu apa profesinya?" Ehh tapi kakak yang mana nih?"Tanya Kairo kepada tuan mudanya.


"Hm. Dia berprofesi sebagai dokter di RSJ atau rumah sakit jomblo, dan kakak aku adalah grayland dia adalah seorang dokter yang hebat buat para jomblo."Ucapan Vagas membuat seisi rumah menjadi tertawa, siapa lagi kalau bukan bodyguard dan pelayan yang bertugas mendampingi mereka.


Kairo membulatkan matanya, ia terkejut denga ucapan tuan muda, apa lagi saat ini ia sedang di diketawain oleh anak buah tuannya. Tanpa menjawab pertanyaan sang tuan muda ia pergi dari ruangan itu, karena dirinya harus berkerja dan memikirkan hukuman apa yang tuannya kasih.

__ADS_1


****


Seorang pria dan wanita sudah tidak menggunakan pakaian, dia sedang berolahraga malam yang akan menguras tenaga dan keringat yang ada di dalam tubuh. Sekaligus Valdes ingin mengisi baterai jantung istrinya dengan menyalurkan daya dari dalam tubuh valdes.


Suara erangan dan ******* Keluar begitu saja, saat Valdes pulai menj*l*ti are sarang waletnya dengan rakus. Sampai membuat tubuh Vanandya terbang ke awang-awang karena perlakuan Valdes.


Valdes setelah mengurus sarang balet kembali membersihkan gunungnya agar terlihat bersih dengan tanda kepemilikannya.


Satu jam terlah memberikan tanda kepemilikan ia pun memulai inti dari senam menyalurkan daya baterai jantung buat calon istrinya.


Valdes perlahan memasukkan juniornya kedalam sangkar burung, yang begitu sempit walaupun sudah mengeluarkan dua tuyul.


Vanandya meringis kesakitan, walau sudah berulang kali di masukin junior besar calon suaminya masih saja merasakan sakit.


Bles! benda besar nan kokoh masuk dengan sempurna, perlahan si junior melakukan maju mundur cantik, dan berulang-ulang sampai dia harus mengeluarkan baterai dan di tanamkan kedalam rahim Vanandya.


Mereka pun melakukan nya sampai menjelang pagi, karena mereka sudah sangat kelelahan mereka pun terlelap dam tidurnya sampai seorang anak kecil teriak-teriak mereka tak terusik.


***


"Mah, tante Vanandya dan twins belum pulang?"Tanya seorang anak remaja kepada ibunya yang sedang menikmati sarapan pagi.


"Belum son.. Katanya si Tante Vanandya akan tinggal di tempat barunya bersama dengan om Valdes dan twins."Ucapan hazel membuat salah satu anak merasa sedih karena kehilangan temannya. Karena dia baru pertama mendapatkan teman selama hidupnya.

__ADS_1


Eleanor melihat wajah Thommy merasa murung karena temanya tidak akan tinggal di sini lagi pun berkata. "Sayang apa kamu merindukan Vagas dan vegas? Kalau merindukan nanti eyang ajak kamu kesana untuk bermain dengan mereka ok."Ucap Eleanor kepada Thommy yang membuat wajah anak kecil itu kembali normal dan tersenyum.


"Tanu, sebaiknya kamu persiapkan dirimu saja jangan mikirin Thommy.. Biarkan Thommy menjadi urusan kita"


__ADS_2