CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 75


__ADS_3

"Sepertinya aku tau sekarang.."Gumam tuan mahayuda..Yang sudah mulai paham dengan semua ini .


"Apa kamu sudah mengetahui dimana berkas-berkas keluarga Tholense di sembunyikan?"


"Saya belum mengetahuinya tuan, tapi aku akan berusaha sebelum waktunya tiba pengangkatan putri mahkota di lakukan."Ucap bodyguard tuan mahayuda. Dia adalah orang yang setia kepada tuan mereka.


Mahayuda pun m nyuruh bodyguard kembali ke ruangannya, karena dia ingin membicarakan dengan putrinya.


"Hm yah! Sepertinya aku punya rencana,"Ucap Desi.


"Rencana apa itu?"Mahayuda sangat penasaran dengan rencana yang putrinya buat.


Desi membisikan rencana yang ia buat, tanpa harus membuang-buang tenaga untuk mencari surat dan dokumen-dokumen yang Lian sembunyikan dari keluarganya.


Mahayuda yang mendengar rencana yang putrinya buat pun menujui, ia merasa bangga karena putrinya memiliki kecerdasan.


Dia lalu pun menelpon anak buah untuk menjalankan rencana yang putrinya buat. Ia ingin cucunya yang mendapatkan semua aset Tholense, walau bagaimana pun cucunya memiliki darah Tholense jadi dia berhak atas apa yang Tholense miliki.


***


"Apa kamu suka tempat ini?"Tanya seorang wanita kepada pria di sampingnya, ia sengaja membawa Valdes ke sebuah pantai yang jauh dari kota, ia ingin agar valdes hatinya merasa tenang.


"Terima kasih!"Dua kata yang mampu menggertarkan alam semesta, gimana tidak menggertarkan, karena seorang Valdes Hutabarat Marquez mengucapkan kata terima kasih.


Valdes sangat bahagia saat melihat Vanandya tersenyum, tanpa ia sadari ia juga ikut tersenyum melihat kebahagiaan yang dia dapat dengan melihat seorang wanita yang sudah di takdirkan bersama dengannya.


Tanpa sumpah mamah dan bunda mungkin saat ini ia tak akan bisa melihat wanita yang sangat berharga dalam hidupnya, bahkan ia rela mati demi cinta. Memang bodoh cuma karena cinta dia mempertaruhkan nyawanya, tapi kebahagiaan terbesar adalah melihat cintanya bahagia.


Saat di nantikan terlah tiba, adalah saat sebuah matahari akan terbenam dan di gantikan oleh sang bulan.

__ADS_1


Vanandya dan Valdes pun saling menatap satu sama lain perlahan demi perlahan mereka mendekatkan wajahnya sapai dahi dan hidung mereka menempel.


"Sayang, aku berjanji apapun yang akan terjadi kedepannya aku tidak akan meninggalkanmu dan buah hati kita, karena mulai sekarang kalian adalah jantung hatiku."


"Aku juga berjanji, Apapun masalah yang akan kita hadapi kedepannya..Aku akan tetap bersama denganmu dan aku akan selalu mencintaimu, sampai maut yang memisahkan kita."


Setelah mengucapkan janji, Valdes perlahan mencium bibir Vanandya dengan rasa cinta. Ciuman iuu pun berubah menjadi ******* yang dalam, bahkan di saksikan oleh pemandangan alam.


"i love you!"


"love you too!"


***


Sementara di kediaman Marquez seorang wanita paruh baya sedang merasakan cemas karena putranya tak pulang, apa lagi dia pergi dengan hati yang berkecamuk karena masalah Keluarga'nya.


Dia tidak apa-apa anaknya membenci dirinya, tapi ia ingin melihat anaknya pulang. Sudah semenjak itu putranya sangat jauh darinya.


"Kamu kenapa sih honey dari tadi melamun saja?"Tanya Victor kepada istrinya, dengan dagunya ia berada di pundak Rebecca.


"Aku mencemaskan keadaan valdes?"Ucap Rebecca dengan lirih. Sebenci-bencinya anak kepada ibunya, mana tega ibunya jika melihat anaknya menderita.. Walaupun itu adalah kesalahan dirinya.


Victor lalu membalikkan badan istrinya untuk berhadapan dengannya. "Honey maafkan aku? Karena aku hubunganmu dengan Valdes hancur"Victor sangat menyesal karena dirinya Valdes harus membenci ibunya sendiri. Ia baru menyadari setelah bertemu dengan Valdes berapa tahun yang lalu. dirinya sadar kalau dirinya adalah perusak hubungan antara anak dan orang tua.


"NO..NO..NO! Ini bukan salah kamu ini sayang ini memang sudah takdir kami untuk tidak saling kenal."Ucap Rebecca, namun tidak dengan hatinya yang berteriak sangat keras..Ia sangat berharap sesuatu hari nanti Valdes mau memanggil dirinya dengan sebutan 'Mamah' Hanya itu harapan Rebecca,


Victor hanya menganggukkan kepala, lalu mengajak istrinya untuk istirahat, karena hari sudah mulai malam.


Saat kediaman Marquez sudah sepi karena sudah mulai pinda ke alam mimpinya. Tapi tidak dengan seorang anak yang berumur sebelas tahun, dia baru saja keluar dari kediaman Marquez dengan rasa marah, sedih, kecewa dan hancur.. Mendapati kenyataan pahit.

__ADS_1


Anak yang bernama lengkap Greenland Anatomy Marquez. Merasa dunianya hancur saat mendengar cerita yang terlah oma'nya ceritakan, dan ia baru mengetahuinya sekarang.


"Papah kau kejam, kenapa kau tidak menginginkan aku? Apa karena aku lahir dari wanita yang papah benci! Dan kenapa mamah Gisel juga sama kejamnya memisahkan aku dengan mamah kandung aku."Gumam green yang tidak menyadari akan datangnya bahaya.


****


"Akhhhhhhh!!"Teriak seorang wanita dari tidurnya, dengan muka yang sudah berkeringat nafas tersengal-sengal, ia bermimpi buruk yang membuat hatinya merasa cemas.


Varisa dan Hendrik yang kamarnya memang tidak jauh dari kamar hazel pun mendengar teriakan putri mereka. Varisa yang takut kalau putrinya terjadi sesuatu pun bergegas menuju ke kamar hazel.


"Sayang ada apa hm? Kenapa kamu berteriak?"Tanya barusa dengan nada khawatir. Setelah sampai di kamar putri sulungnya.


"Mah green mah green!"Raut wajah hazel sangat ketakutan, dengan air mata yang sudah membasahi pipinya Karena ia bermimpi putranya culik oleh seorang pria.


"Ada apa dengan green sayang? Ayok berbicara."Ucap varisa yang semakin khawatir akan keadaan hazel yang terus saja menangis tanpa mengatakan sesuatu.


"Sayang coba kamu tarik nafas lalu hembuskan, terus tenangkan dirimu oke? Nanti baru kamu ceritain asa apa sebenarnya dengan dreen."Hendrik memberikan instruksi kepada hazel.


Hazel lalu menuruti apa yang ayahnya katakan, setelah ia mulai tenang ia pun menatap ke arah kedua orang tua.


"Gimana apa kamu sudah tenang? Lalu kamu ceritakan apa yang terjadi."


Hazel pun menganggukkan kepala, setelah ia sudah memulai tenang, ia menceritakan tentang mimpi'nya yang terkesan nyata bahkan di mimpi tersebut green sangat ketakutan.


"Yah.. Lakukan sesuatu, aku tidak ingin green kenapa-kenapa tolong cek green ke rumah Grey's."Hazel memohon kepada sang ayah, karena hati seorang ibu tidak akan bisa di bohongi. Dia sangat mencemaskan putranya, walaupun dia tidak pernah bertemu dengan putranya.. Ia sangat yakin kalau anak kecil yang sedang dalam bahaya itu adalah putranya.


Varisa dan Hendrik yang merasakan kesedihan putrinya terpaksa menujui hazel untuk menemui green di rumah Marquez, jika memang green ada di rumah mereka, berarti mimpi yang di alami hazel tidaklah benar.


Handrik, varisa dan hazel pun keluar dari kamar menuju ke mobil Hendrik yang ada di garasi rumahnya, setelah masuk kedalam mobil. Dia pun menjalankan mobilnya.

__ADS_1


"Grey's keluar kamu!!"


__ADS_2