CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 106


__ADS_3

"Sayang..." panggil vanandya kepada suami'nya yang sedang bersedih.


Valdes yang mendengar suara istrinya memanggil dirinya pun langsung merubah ekspresinya menjadi baik-baik saja. Ia bertanya kenapa Vanandya keluar seharusnya istrinya tetap istirahat saja di dalam.


Vanandya hanya berkata kalau dirinya ingin menemani suaminya. Mau tak mau, Valdes mengangguk kepala, karena percuma ia mengatakan kalau vanandya harus istirahat. Karena, pastinya jawabannya akan tetap sama.


Saat sedang menunggu para dokter keluar, dia menghadap seluruh keluarga Marquez. Melihat, dokter keluar Victor bertanya apakah istrinya baik-baik saja.


Sang dokter menjelaskan kalau nyonya Rebecca sudah keluar dari masa kritisnya tinggal menunggu pemulihannya. Namun, mereka belum mengetahui kapan nyonya Rebecca akan sadar.


Mendengar itu semua bernafas lega, karena mendengar kalau rebecca keluar dari masa kritisnya. Itu kemungkinan besar nyonya Rebecca akan selamat,


Tak berselang lama keluarga lacerta datang, ke rumah sakit. Karena sebelum itu mereka ingin ke rumah sakit tempat dimana vanandya di rawat, tapi suster bilang kalau vanandya sudah keluar. Jadi, mereka memutuskan untuk datang ke rumah sakit Marquez.


"Sayang kenapa kamu keluar dari rumah sakit hm?" Tanya varisa saat melihat Putrinya sedang duduk di kursi roda dengan di temani oleh Valdes.


Axel yang melihat Amira, ingin sekali berbicara dengannya tapi dia selalu saja menghindar darinya. Ia hanya dia saja memberikan dia waktu, kalau ia memang benar-benar sayang dan cinta kepadanya.


"Oma, dimana ruangan kak Kimberly dan mami?" tanya Axel kepada Oma Eleanor. Oma Eleanor menunjukan kamar tempat dimana ibu dan kakaknya di rawat.


"Kakak?" ucap hazel, Grey's, Valdes, vanandya dan Amira secara bersamaan. Karena memang mereka belum mengetahui,


"Kenapa? Asalkan kalian tau Kimberly Ryder adalah kakakku." ucap Axel lalu pergi begitu saja.


"Apa maksudnya ini Oma? Kenapa Axel bicara seperti itu?" Tanya hazel.


Oma Eleanor. Menjelaskan, kalau Kimberly adalah anak pertama dari Sonya dan mavin, ia juga menceritakan tentang kebakaran itu yang menewaskan eyang dan Kimberly. Namun, mereka salah teryata Kimberly terlah selamat dari kebakaran itu.

__ADS_1


Mereka hanya mengangguk, mendengar cerita dari Oma Eleanor. Jadi selama ini Kimberly adalah anak Sonya, yang pernah hilang. "Pantas saja, di buku silsilah tertulis kalau ada satu anak tapi tidak pernah di sebutin." batin Vanandya saat mengingat tentang buku silsilah.


Sementara di dalam kamar, Axel sedang menangis pilu karena maminya masih belum sadarkan diri. "Mi. come on bangun, apa kau tak merindukan anakmu ini? aku sangat merindukan Omelan mami, senyumnya mami, dan apa lagi ya mih.( Sambil mikir tentang maminya.) Oh iya mami kan sering tuh marah-marah sama Axel karena gak pernah bawa calon dan gak pernah kasih cucu. Sekarang aku sudah bisa mewujudkan dua keinginan mami sekaligus." ucap Axel bercerita kepada maminya. Setelah itu ia menatap ke arah brangker kakak'nya. "Hai kak.. Aku sedikit canggung mau mulai dari mana, jujur aku bahagia mendengar kalau aku memiliki seorang kakak yang sangat cantik bak seperti model. Cepat sembuh ya kak, nanti kalah kakak sembuh kita bisa bercerita bareng. Kakak tau dulu waktu kecil aku ingin sekali mendapatkan seorang kakak, dan sekarang terwujud aku memiliki seorang kakak." Sambung'nya kepada Kimberly.


Jari telunjuk Kimberly terus saja bergerak, dan bola matanya terus juga bergerak dengan sedikit air mata yang menetes. Melihat itu pun Axel memanggil sang dokter kalau kakak'nya menunjukkan respon terhadap ucapannya.


Lalu sang dokter menyuruh Axel untuk tunggu di luar, karena mereka harus segera memeriksa keadaan Kimberly.


"Ada apa ini?" Tanya Faisal kepada Axel yang baru keluar dari kamar Kimberly.


"Kakak, menunjukan respon, tadi aku melihat jari dan mata Kaka terus bergerak." jawab Axel.


Mendengar itu mereka kembali merasakan kebahagiaan. Karena, pasti keadaan Kimberly akan baik-baik saja,


"Benarkah itu?" ucap Faisal yang sudah tidak bisa lagi menyembunyikan rasa bahagianya karena Kimberly sudah mulai merespon. Axel hanya mengangguk kepala saja, lalu ia menyeret Amira untuk keluar bersamanya.


***


"Apa? Om cocok dengan wanita gila itu amit-amit." ucap Laksh.


"Dih.. Siapa juga yang cocok sama kamu? aku lebih baik menjomblo seumur hidup jika di dunia cuma ada satu lelaki seperti kamu." ujar leksa.


"Lihatkan? Gara-gara perkataan menyang tidak di saring dulu membuat mereka terus mengoceh seperti burung." Vegas merasa kesal kepada kembaran'nya itu yang selalu saja bikin onar.


"Terus kita harus gimana kak? Aku pusing rasanya pengen mati." vagas mulai mendramatisir, karena kakak'nya yang terkesan cuek dingin dan pendiam itu tidak pernah membantu dirinya.


"Siram saja pake air." ucap Vegas acuh tak acuh, karena dirinya sedang bermain ponsel, entah apa yang membuat dia terlalu polis terhadap ponselnya.

__ADS_1


BYURRR!


Satu ember air di siramkan ke kedua anak Adam dan hawa, yang masih saja beradu argumentasi. Karena, usul dari kakak'nya vagas yang berumur 4,5 tahun menyiram mereka dengan di bantu oleh bodyguard'nya.


"Alvagas Aldebarat Lacerta! Kenapa kamu menyiram om begini?" pekik Laksh kepada vagas.


"Habisnya om terus saja berdebat dengan Tante Leksa.. Katanya tidak cinta tapi dengan kalian berdebat itu tandanya kalian saling mencintai." ujar vagas dengan muka polosnya dan tatapan yang sangat menggemaskan.


"Berhentilah menunjukkan tampang menggemaskan seperti itu vagas. Karena, muka itu menggelikan bagi om." ucap Laksh.


****


"Katakan sesuatu kalau kamu mencintaiku Mir." ucap Axel kepada Amira.


Amira yang mendengar itu pun tersenyum sinis, karena ia sudah muak dengan kata cinta yang sangat berdusta itu apa lagi itu atas dasar suruhan dari Vanandya.


"Aku tidak akan pernah mencintai kamu lagi semenjak kamu adalah adik dari vanandya. Karena, perempuan itu membuat hidupku hancur. Dan mungkin kamu orang yang di kirim oleh vanandya untuk menghancurkan aku lagi."


"Berhentilah berkata seperti ini, karena aku memang sangat mencintai kamu dengan tulus saat pertama kali melihat pun di perusahaan'ku.. Dan ini tidak ada sangkut pautnya dengan vanandya,"


"Cih.. Teruslah mengelak karena mulai saat ini hubungan kita berakhir sampai disini, karena aku tidak ingin memiliki hubungan bersama dengan pria seperti mu."


"Terserah apapun yang kamu katakan, tapi ingat kamu akan kembali kepadaku. Camkan ini baik-baik, aku adalah seorang pria yang sudah menyelamatkan kamu ingat itu."


Amira terkejut dengan apa yang di katakan oleh Axel. Dan, apa maksudnya tentang menyelamatkan dirinya. Pertanyaan terus saja keluar dalam pikirannya.


"Apa maksud kamu?"

__ADS_1


"Maksudku adalah kalau..."


__ADS_2