
Keluarga Marquez pun langsung berjalan keluar dari mall setelah mendengar penjelasan dari wanita itu, karena mereka sangat khawatir akan keselamatan vanandya, apa lagi saat ini Vanandya sedang menyelamatkan seorang bayi.
Otomatis vanandya akan berhadapan dengan orang yang akan mengorbankan seorang bayi. Jadi mereka pun segera pergi ke kuil, tempat di mana Vanandya berada.
"Ya, Tuhan hamba mohon selamatkan mantu saya, saya tidak ingin terjadi hal buruk kepada vanandya. karena Vanandya adalah orang yang sangat berarti dalam keluarga kami. Dan saya tidak ingin Vegas dan Valdes hancur karena kehilangan akan sosok Vanandya." batin Rebecca.
Valdes yang saat ini mengendarai mobilnya dengan sendirian tanpa ada yang ikut bersama dengan dirinya, karena mereka juga membawa mobil mereka masing-masing.
Ia terus saja berdoa bahkan ia memaki akan kecerobohan vanandya yang selalu berperang melawan nyawanya sendiri, padahal vanandya baru kehilangan seorang anak tapi dia masih tetap berusaha menolong anak.
"Vanandya, kenapa kamu begitu bodoh dan kenapa kamu terlalu baik, karena inilah kamu harus memilih antara hidup dan mati kamu." ucap Valdes,
Ia menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tidak ingin kalau ia harus terlambat menyelamatkan istrinya.
*
*
*
*
*
Vanandya dan Eriska terus saja bertarung, bahkan vanandya terus-terusan menampar pipi Eriska dengan sangat kencang, bahkan ia menendang Eriska sampai dia tersungkur, dan ia juga tidak membiarkan waktu sejenak untuk Eriska.
Karena marah Eriska menggenggam pasir lalu ia melemparkan pasir itu tepat ke mata Vanandya sampai membuat vanandya tidak bisa melihat karena debu pasirnya mengenai mata.
Eriska, yang melihat itu langsung mengambil alih bagi yang sedang di gendong oleh vanandya dan sekarang anak itu kembali jati ke tangan Eriska.
"HAHAHA..!! Akhirnya anak ini kembali ke tangan saya. Dengan ini saya akan melakukan ritual pengorbanan, dan saya akan mendapatkan apa yang saya mau." ucap Eriska dengan lantang.
Namun sebelum ia melangkah tangannya kembali di pegang oleh Vanandya, ia tidak akan mengizinkan Eriska melakukan pengorbanan terhadap bayi yang baru lahir.
Keduanya pun saling merebutkan seorang bayi, sampai yang membuat orang-orang yang menonton merasa geram kepada kedua wanita itu, karena meraka saling merebutkan seorang bayi.
Bayi yang sedang di perebutkan oleh vanandya dan eriska melayang karena tidak sengaja terlempar,
"GRENATTA...!!" teriak vanandya dengan spontan asal menyebut nama. karena saking khawatir akan bayi yang di lahirkan oleh Gisel.
Bruk.
Seorang bayi jatuh tepat berada di gendongan seorang anak laki-laki yang sekiranya seumuran dengan Vegas. Bahkan anak itu sedikit tampan.
Melihat bayi itu tidak apa-apa vanandya bernafas lega karena ada seorang anak yang datang tepat waktu sampai seorang bayi jatuh ke pelukan anak tersebut.
Eriska yang melihat bayi itu berada di tangan anak kecil segera berlari mengambil bayi tersebut dari tangan seorang anak laki-laki. Namun sebelum itu vanandya sudah berhasil menghalangi Eriska yang ingin mengambil bayi yang bernama grenata.
"Son. Tante, minta tolong ya, tolong jaga bayi mungil ini. Karena Tante ingin mengalahkan penyihir yang ingin melukai anak mungil ini." pinta Vanandya dengan lembut.
"Baik Tante, aku akan menjaga adik kecil ini, dan Tante fokuslah menghancurkan penyihir itu." ujar anak laki-laki.
Vanandya yang mendengar jawaban dari anak kecil di depannya tersenyum, ia pun mencium kening seorang anak laki-laki, lalu ia berjalan menghampiri Eriska yang sedang tersungkur karena tendangan dari dirinya.
"Hidup kamu akan berakhir di sini sekarang juga." ucap vanandya dengan bengis.
Saat ia akan mendekati Eriska ia di dorong dengan sangat kencang sampai membuat ia tersungkur dan keningnya harus terbentur lingiran tempat di mana patung itu berada.
Wanita yang mendorong Vanandya adalah Ameera, karena melihat ibunya sedang dalam bahaya bahkan Ibunya akan mati di tangan Vanandya.
"Ma, ayok kita lawan wanita itu karena ini adalah kesempatan yang baik untuk membunuh vanandya dan dengan begitu kita akan menang." ujar Ameera.
Keduanya pun berjalan mendekati Vanandya dan ke-dua nya langsung menarik tangan Vanandya dan meraka menyuruh vanandya berdiri, kau Eriska berapa kali menampar dan memukul wajah vanandya, sampai membuat muka Vanandya berdarah.
__ADS_1
Vanandya sudah tidak berdaya karena saat ini ia sedang melawan dua orang yang sangat licik. Tapi hal itu tidak membuat vanandya menyerah begitu saja. Dengan menggunakan kakinya ia menendang Eriska dan ia menyakar tangan Ameera sampai membuat Ameera melepas Vanandya.
"Kalian tidak akan menang melawan saya, karena hari ini akan menjadi sejarah kematian kalian." ujar vanandya dengan sangat dingin.
Ia yang melihat trisula yang berada di patung milik sang dewi langsung mencabutnya dan ia akan membunuh Eriska dengan menggunakan trisula tersebut.
"Eriska, hari ini akan di peringati hari kematian kamu.. Dan saya Vanandya bersumpah anak keturunan kamu akan merasakan seperti apa yang saat ini kamu rasakan. Karena kamu sudah banyak berbuat dosa, dan kamu sudah membuat anak saya meninggal, maka dengan ini saya mengutuk keturunan kamu.. Bahwa keturunan kamu akan merasakan kematian yang sangat sadis.!!"
Duerrr..
Duerrr.
Seakan kutukan terjadi. Sampai membuat petir bersaut-sautan, yang mengabulkan doa dari seorang ibu yang tersakiti.
Dengan aura yang sangat menyeramkan ia mengarahkan trisula itu ke arah Eriska dan...
Jlebbb...
Trisula itu menancap di tubuh Eriska dan darah itu keluar mengenai tubuh vanandya dan wajah'nya. Melihat tindakan itu membuat para warga yang menonton aksi mereka terkejut bahkan ada yang berteriak histeris.
"Mama.!!" teriak Ameera yang sangat syok melihat aksi Vanandya yang sangat sadis membunuh mama'nya.
Vanandya pun mencabut trisula dan ia menancapkan kembali sampai membuat Eriska terjatuh, dengan darah yang terus keluar.
Hal itu pun di lihat langsung oleh seluruh keluarga Marquez, yang melihat aksi gila' dari vanandya, yang melukai Eriska dengan sangat sadis.
Bruk.
Vanandya terduduk dengan sangat lemas. Karena ia sudah membunuh Eriska dengan sangat kejam, bahkan ia tampa mikir panjang ia langsung membunuh Eriska.
Valdes yang melihat istrinya, langsung berlari ke arah Vanandya yang saat ini sedang terduduk lemah tak berdaya di depan jasat Eriska. Saat sudah sampai di dekat vanandya ia berjongkok dan memegang pundak Vanandya.
"Aku pembunuh val, aku sudah membunuh bahkan tangan ini sudah membunuh Eriska dengan sangat sadis, pasti tuhan marah padaku karena sudah membunuh seorang." ucap Vanandya dengan tatapan kosong, bahkan ia menunjukkan tangannya yang terkena darah.
Valdes yang tabiatnya sangat mencintai vanandya langsung memeluk tubuh vanandya, ia langsung menguatkan vanandya agar tidak menyalahkan diri sendiri,
"Yeahhhh..!! Akhirnya nenek sihir mati juga." teriak bahagia seorang anak laki-lak, sampai membuat seluruh keluarga Marquez dan warga desa menatap ke arah seorang anak laki-laki itu.
Vanandya tersenyum ke arah anak laki-laki yang sudah menjaga keponakannya itu, ia pun langsung berdiri dan menyamperi anak laki-laki tersebut.
Namun, sebelum ia mendekati anak itu orang tua meraka langsung menghalangi vanandya untuk tidak mendekati anak mereka. Meraka tidak ingin kalau anak mereka akan bernasib sama seperti Eriska.
Tapi anak laki-laki yang sedang menggendong bayi tersebut, berjalan mendekati vanandya dan dia menyerahkan bayi yang dia gendong kepada vanandya.
Vanandya pun berjongkok dan ia menerima bayi itu dari tangan seorang anak laki-laki, yang sangat menggemaskan.
"Tante aku sangat bangga kepada mu karena sudah membunuh wanita itu, oh-ya Tante ucapkan sumpah untuk menjodohkan adek manis ini dengan saya, agar kami terikat dan kami bisa menikah." ujar seorang anak, sampai membuat semua orang menatapnya termasuk orangtuanya.
"Baiklah, saya Vanandya bersumpah di hadapan patung sang demi, untuk menjodohkan kalian berdua. Dan perjodohan kalian tidak akan di pisahkan." ucap vanandya.
Duerrr..
Seakan Dewi itu merestui sumpah yang di lakukan oleh Vanandya tentang perjodohan anak itu dan seberapa pun mereka pergi menjauh mereka akan tetap di persatukan dalam ikatan pernikahan. Setelah itu ia berdiri dan berjalan mendekati mama mertuanya, dan keluarga yang lain.
Mungkin saat ini mereka benci kepada dirinya karena sudah melakukan pembunuhan dengan tragis di hadapan meraka. Lalu ia menyerahkan seorang bayi itu kepada Grey's,
Hal itu membuat Grey's dan yang lain terkejut sekaligus bingung dengan apa yang di lakukan oleh vanandya. Karena dia menyerahkan seorang bayi yang baru lahir kepada Grey's.
"Apa ini?"
"Ini adalah anak kamu Grey's. anak dari Gisel, dia mempertaruhkan nyawanya demi bisa melahirkan seorang anak untuk kamu. Karana itu adalah cita-cita dia dari saat menikah dengan kamu." ujar Vanandya.
Deg.
__ADS_1
Semua orang terdiam mendengar apa yang di katakan oleh Vanandya, hal itu pun langsung di tolak mentah-mentah oleh hazel karena dia tidak ingin merawat anak dari wanita itu.
"Vanda, sekarang juga kamu berikan kepada Gisel, karena saja tidak ingin melihat bayi itu." bentak hazel.
"Hazel, walau bagaimanapun juga ini adalah anaknya Grey's, kamu boleh membenci Gisel tapi jangan kamu benci anak yang tidak berdosa." ujar vanandya.
"Kemana gisel? Kenapa dia tidak bertanggung jawab kepada anak ini?" tanya Grey's.
"Gisel sudah meninggal di bunuh oleh Eriska saat baru saja anak ini lahir."
deg.
Mereka kembali terkejut dengan apa yang di katakan oleh Vanandya, mereka sudah berakhir kejahatan sudah di patahkan oleh kebaikan. Bahkan Eriska wanita yang sangat kejam sudah mati di bunuh oleh Vanandya.
"Jika, kalian tidak ingin merawat baby grenata biarkan aku saja yang merawat baby grenata." ujar Vanandya.
"Terkadang, seorang ibu akan melakukan apa saja demi bisa menyelamatkan anaknya, dan sekarang ia rela di penjara karena sudah menjadi seorang pembunuh. Namun ia tidak menyesali akan semua itu karena ia sudah berhasil menyelamatkan bidadari kecil yang tuhan kirim untuknya.. Dan saya Vanandya tidak akan pernah melupakan kejadian ini karena hari ini adalah hari pembalasan yang setimpal untuk Eriska yang sudah merenggut nyawa putra dan bunda'nya dari sisinya... Vagas aldebarat Marquez, bunda varisa Adiwilaga Adiningrat lacerta, saat ini kalian sudah tenang, berbahagia lah di atas sana.. Semoga tuhan memaafkan saya,"
"Saya Valdes aldebarat Marquez, akan selalu berada di samping Vanandya apapun yang terjadi.. Cinta kita akan abadi sampai ke generasi kita selanjutnya,"
Vanandya dan Valdes saling berpelukan dan saling menyatukan kening mereka berdua. Lalu keduanya mengucapkan sumpah.
"Saya valdes bersumpah akan selalu mencintaimu sampai maut memisahkan kita untuk sementara waktu. Karena cinta abadi kita tidak akan pernah terpisahkan walaupun ajal menjemput kita.. I LOVE YOU VANANDYA."
"Saya vanandya juga bersumpah akan selalu berada di sampingmu sampai Tuhan memisahkan kita dalam kematian. Dan aku percaya akan cinta sejati kita kalau kita akan bersama lagi di keabadian. I LOVE YOU TOO VALDES."
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Sekian perjalanan cinta Vanandya end Valdes...
Semoga bertemu di lain waktu, Jangan bosan-bosan baca karya-karya aku. walaupun karya nya tak seindah karya orang lain dan tak sebagus karya orang lain.
Karena karyaku terlahir dari imajinasi ku sendiri.
^^^TERIMA KASIH^^^
Sudah mampir di cerita : Cinta di atas perjodohan.
...Dan nantikan season Ke-dua yang akan di perankan oleh anak-anak vanandya dan Valdes....
...*Sekali lagi terimakasih sudah mampir, saya pamit undur diri.*...
__ADS_1
...'' ASSALAMUALAIKUM ''...
... ...