CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 87


__ADS_3

Teriak para saksi dan para undangan pun menggema di penjuru ruangan itu, lalu datanglah pengantin wanita yang sudah menjadi istri dari Valdes Hutabarat Marquez.


Vanandya dengan di tuntun oleh kedua putranya dan di dampingi oleh varisa, Sonya dan hazel. Mereka mengantarkan Vanandya duduk di samping Valdes.


Setelah Vanandya duduk mereka pun kembali duduk di tempat mereka.


Valdes yang dari tadi tak berkedip karena melihat kecantikan dari Vanandya ingin sekali dia menerkam Vanandya, namun ia tau kondisi.


Vanandya pun mencium punggung tangan Valdes, dan Valdes mencium kening Vanandya dengan lembut.


"Mulai sekarang kamu adalah milikku tidak ada yang bisa mengambil kamu dari aku sayang."Bisik Valdes membuat Vanandya tersenyum tipis.


Para tamu undangan pun menikmati hidangan yang disajikan oleh varisa dan keluarga


Varisa yang sedang berada bersama teman-teman sosialita mereka sedang melepas rindu.


"Ya Tuhan nyonya mantu mu itu baik sekali, aku denger dia memberikan pulau pribadi dan jeet pribadi atas nama kamu?"Ucap nyonya Wulandari.


"Benar, aku kalau jadi kau udah sangat bahagia."Timpal nyonya Cho Yong.


"Kalian bisa saja."Ucap varisa,


"Akhh! Sepertinya ada yang senang mendapatkan hadiah dari sang mantu."Kata Rebecca dengan sinis. Pasalnya ia merasa cemburu karena putranya tak pernah memberikan apapun, ia merasa sedih saat mendengar kalau putranya memberikan pulau pribadi dan jeet pribadi buat varisa.


"Sepertinya kau cemburu?"Varisa tak kalah sinis.


"Ya udah jeng kami pergi dulu ya? Semoga putrimu Langgen dengan mantu tampan mu itu."Ucap Nyonya Wulandari.


Varisa pun mengangguk tak lupa mengatakan terimakasih karena sudah hadir salam undangan pernikahan yang sederhana ini.


"Sepertinya aku akan buat kau menjauh dari putramu?"Ucap varisa yang kembali menatap ke arah Rebecca.

__ADS_1


"Dan aku akan gunakan putrimu untuk membuat putraku kembali ke dalam sisiku."Ucap Rebecca menatap tajam ke arah varisa.


Mereka berdua pun saling menatap dengan tajam bahkan mereka tak menyadari kalau mereka sedang menjadi pusat perhatian tamu undangan, untung kedua suami mereka dengan sigap membawa mereka kedalam rumah, karena acaranya berada di halaman.


Hendrik dan Victor menatap tajam ke arah dua wanita yang ada di depannya.


Hendrik memarahi istrinya karena tidak bisa bersikap anggun sedikit di hadapan pada kolega bisnisnya. Jika berita ini sampai menyebar ke media perusahaan bisa menjadi trending topik pembicaraan.


Sama Victor juga memarahi akan kecerobohan istrinya, karena istri dari seorang pengusaha sukses sedunia akan bersikap anggun. Jika media benar-benar mengetahui maka para media akan mengejar untuk mendapatkan berita.


Kimberly yang memang biang kerok, mulut tak pernah bisa diam pun menyalakan api di dalam diri mereka.


"Cih! Adik ipar, adik ipar..Apa kau tidak malu udah tua masih saja bertengkar seperti bocah, aku tak bisa membayangkan jika media mengejar muka para wanita dari kedua keluarga lacerta dan Marquez."Ucap Kim dengan sinis.


Faisal yang melihat istrinya seperti itu hanya bisa menggelengkan kepala, jika dia menghalangi Kim untuk tidak bicara, pasti Kim yang akan terus mengomel kepada dirinya dan pastinya tak akan pernah mendapatkan jatah.


"Nyonya varisa teryata kau matre juga ya kepada mantumu? Tapi aku salut karena untungnya dia tak pelit. Tapi lain kepada mantan teman mu."


DUARRR!


"Hai kakak ipar terhormat, saya harus berkata apa, tapi aku akan membuat kau ada di posisiku."Rebecca dengan sinis berkata kepada Kim.


Mendengar itu Kimberly cekikikan seperti kuntilanak, ia pun menatap ke arah Rebecca. "Aduh aku takut, tapi aku tak akan menjadi seperti dirimu."


"Selamat ya besan akhirnya aku jadi besanan sama kamu? Oh iya kau tau besan selama ini anak-anak deket denganku."Kimberly berkata dengan dingin lalu berjalan, Kim ingin menghampiri keponakan dan mantunya.


Saat ini Valdes dan Vanandya sedang menerima tamu, yang ingi berjabat tangan dengan pengantin baru.


Kimberly pun datang menyamperi Valdes lalu memberikan selamat karena sudah menikah dengan wanita yang di cintai. Tak lupa juga ia bersamaan dengan Vanandya,


Hayden dan kai yang melihat pergerakan para tamu undangan pun melihat ada seorang yang tak di kenalin pun menatap dengan curiga. mereka berdua sudah siap dengan memegang senjata api untuk mengarahkan ke seorang mencurigakan itu.

__ADS_1


Benar saja seorang itu mengarahkan pistol ke arah tuan mereka. Hayden yang memang di ajari dengan menembak pun pun mengarahkan pistol yang ia pegang dengan cepat ia menembakan peluru ke arah kepala seorang itu sebelum dia menarik pelatuknya.


Suara tembakan membuat para tamu undangan pun berlari pergi dari tempat itu.


Grey's yang tak jauh dari mereka pun mendekati seorang yang terlah di tembak.


Keluarga yang lain yang mendengar teriakkan dan tembakan pun berlalu keluar untuk melihat apa yang terlah terjadi, kanapa pestanya menjadi kacau begini.


"Ada apa ini?"Ucap tuan vinton dan tuan rudra. Bertanya kepada Hayden.


Hayden menjelaskan kepada atasannya kalau pria yang terlah di tembak oleh Hayden adalah anak buah Cahyani yang ingin membunuh tuan Valdes dan nyonya Vanandya karena ancaman terbesar mereka adalah seorang yang terpilih menjadi putra mahkota dan putri mahkota dari dua kerajaan bisnis.


"Apa sejak kapan putriku jadi seorang putri mahkota?"Varisa terkejut pun berkata kepada Hayden dengan suara keras.


Dulu sebelum meninggalnya kakek buyut Miharjo, Vanandya sudah di angkat menjadi seorang putri mahkota di dalam bisnisnya. Dan dia di kenal sebagai Mrs N.


Hayden juga menceritakan kalau Valdes di incar oleh keluarga Tholense, karena dia juga seorang putra mahkota, Karena kedua perusahaan yang saling berdampingan akan membuat musuh gencar untuk menghancurkan mereka.


Keluarga terkejut dengan penjelasan Hayden karena mereka belum mengetahui kalau keluarga mereka dalam bahaya.


Tapi Rudra dan Eleanor, dan besannya Vinton. Yang sudah mengetahui hanya diam saja,


Varisa menatap ke arah putrinya, ia sangat khawatir akan keselamatan mereka, varisa juga meminta kepada anak dan maru untuk melepaskan gelar mahkota bisnis, karena ia takut akan membahayakan keselamatan mereka.


Vanandya dan Valdes menenangkan bunda, untuk tidak perlu cemas, karena dia akan baik-baik saja.


"Valdes, Vanandya.. Mereka sudah mengetahui kalau kalian adalah putra dan putri mahkota, jadi kalian harus berhati-hati dan jaga kewaspadaan kalian."Rudra dan vinton berucap kepada cucu-cucu mereka.


Valdes dan Vanandya hanya bisa mengangguk, mereka pasti akan menjaga diri mereka.


Rudra mengajak mereka masuk untuk membahas hal yang penting, karena apa yang akan dia katakan belum di ketahui oleh pihak musuh yang sedang mengincar keturunan tholense.

__ADS_1


"Sebaiknya kalian persiapkan diri karena malam ini kita akan pergi."


"Pergi kemana.."


__ADS_2